Gelombang kekerasan senjata kembali menghantam dunia pendidikan Amerika Serikat. Universitas Brown, salah satu kampus bergengsi dalam jaringan Ivy League, menjadi lokasi penembakan berdarah pada Sabtu 13 Desember 2025 sore waktu setempat.
Insiden mengerikan tersebut mengakibatkan dua orang meninggal dunia, sementara delapan korban lainnya berada dalam kondisi kritis, memicu kepanikan besar di lingkungan kampus.
Wali Kota Providence, Brett Smiley, menyampaikan keterangan resmi dalam konferensi pers pada malam hari dengan nada serius.
Ia mengonfirmasi besarnya dampak tragedi yang terjadi di jantung kota Rhode Island tersebut.
Saya bisa memastikan dua korban meninggal dunia dan delapan lainnya saat ini masih berjuang dalam kondisi kritis,”
Smiley.
Tembakan Saat Aktivitas Akademik Berlangsung
Menurut laporan awal, penembakan terjadi sekitar pukul 16.22 waktu setempat, di area sekitar Gedung Teknik Barus and Holley.
Lokasi ini dikenal sebagai pusat kegiatan akademik, bahkan sejumlah ujian penting sedang berlangsung saat suara tembakan terdengar.
Suasana kampus yang biasanya tenang mendadak berubah mencekam, memicu evakuasi dan kepanikan massal.
Tak lama setelah kejadian, aparat kepolisian dari berbagai unit bersama tim medis langsung mengepung area kampus.
Universitas Brown pun berubah menjadi lokasi kejadian perkara (TKP) aktif, dengan pengamanan ketat di berbagai sudut.
Hingga berita ini diturunkan, pelaku penembakan masih belum tertangkap. Polisi meminta seluruh sivitas akademika untuk tetap berada di tempat aman.
Mahasiswa Diminta Berlindung
Pihak berwenang mengeluarkan instruksi “shelter in place” kepada sekitar 11.000 mahasiswa Universitas Brown.
Mereka diminta tidak meninggalkan lokasi perlindungan hingga situasi dinyatakan benar-benar aman.
Universitas Brown juga mengeluarkan pernyataan resmi yang menyatakan keprihatinan mendalam atas tragedi tersebut.
Kami sangat berduka atas laporan korban akibat penembakan ini. Lokasi masih aktif dan aparat keamanan terus melakukan pencarian terhadap tersangka,”
demikian pernyataan kampus, dikutip dari Associated Press, Minggu 14 Desember 2025.
Gedung Akademik Berubah Jadi Saksi Kekerasan
Gedung Barus and Holley merupakan fasilitas penting yang menampung 117 laboratorium, 150 ruang kantor, serta puluhan ruang kelas bagi departemen teknik dan fisika.
Gedung yang seharusnya menjadi simbol kemajuan ilmu pengetahuan itu kini menjadi saksi bisu tragedi berdarah.
Peristiwa ini menambah panjang daftar tragedi penembakan di Amerika Serikat dan kembali memicu perdebatan sengit soal pengendalian senjata api. Publik dan legislator kembali mempertanyakan efektivitas regulasi yang ada.
Saat ini, aparat keamanan memusatkan upaya untuk menangkap pelaku, memulihkan keamanan kampus, serta memberikan pendampingan kepada korban dan keluarga terdampak.


