Lewati ke konten

OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia

Your Reading Dose, Right Here

Internasional

Tak Ada Ketegangan Seperti Perang Dagang, Trump dan Xi Jinping Saling Lempar Pujian di Beijing

Trump memulai kunjungan tersebut dengan menyatakan bahwa kedua negara akan memiliki "masa depan yang fantastis".

Presiden China Xi Jinping dan Presiden Amerika Serikat Donald Trump.
Presiden China Xi Jinping dan Presiden Amerika Serikat Donald Trump. (ANTARA/Anadolu/py)

Hari pertama pertemuan penting antara Presiden China Xi Jinping dan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump dipenuhi dengan niat baik dan saling memuji. Hal ini ‘menyingkirkan’ fakta sementara bahwa kedua negara tersebut terlibat dalam perselisihan perdagangan yang bergejolak sepanjang tahun lalu.

Melansir dari CNN, Jumat, 15 Mei 2026, Trump memulai kunjungan tersebut dengan menyatakan bahwa kedua negara akan memiliki “masa depan yang fantastis,” sementara Xi menekankan gagasan bahwa hubungan baik antara kedua negara adalah “tanggung jawab historis.”

Sejauh ini, setelah pertemuan pertama sekitar dua jam pembicaraan, kunjungan ke Kuil Surga di Beijing, dan jamuan makan kenegaraan, keakraban tampaknya menjadi hasil paling penting yang disampaikan oleh kedua belah pihak.

Iklan

AS-China Masuki Orientasi Baru

Penjelasan Beijing tentang pertemuan 13 Mei kemarin lebih eksplisit. Mereka menggambarkan kedua negara memasuki “orientasi baru” dalam hubungan mereka, yang disebut “stabilitas strategis konstruktif.” 

Xi mengatakan kedua negara sepakat untuk mempertahankan sikap baik ini setidaknya selama tiga tahun, dan menggambarkannya sebagai era kerja sama dan stabilitas dengan persaingan dalam batas yang wajar.

Namun, bahasa seperti itu tidak muncul dalam laporan AS tentang pertemuan tersebut atau pernyataan yang telah dipublikasikan sejauh ini dari Trump dan Menteri Luar Negerinya Marco Rubio, setelah pembicaraan. 

Bahas Peningkatan Kerja Sama Ekonomi

Sebuah pernyataan resmi dari Gedung Putih yang dirilis Kamis, 14 Mei 2026, justru berfokus pada bagaimana kedua pihak membahas cara untuk meningkatkan kerja sama ekonomi antara kedua negara dan beberapa area konsensus tentang perang di Iran.

Dalam sebuah wawancara, Trump mengatakan Xi menawarkan untuk membantu menyelesaikan perang AS dengan Iran.

Selain itu, China juga akan membeli 200 pesawat Boeing. Rubio pun mengatakan kebijakan AS tentang Taiwan, sebuah isu yang diangkat oleh Xi dalam pembicaraan tetap tidak berubah.

Iklan

Topik terkait

Penulis dan penyunting

  • Reporter

    Natania Longdong adalah jurnalis di Owrite yang berfokus pada isu internasional, energi, dan lingkungan. Dengan pengalaman lebih dari empat

  • Redaktur

    Seorang senior editor di OWRITE Media, yang fokus pada pemberitaan seputar Bisnis, Ekonomi, Politik dan Peristiwa.