Dengan menggunakan situs ini, kamu menyetujui Kebijakan Privasi and Ketentuan Penggunaan OWRITE.
Accept
Senin, 6 Jul 2026
Linkbio
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum
  • Ekbis
  • WARGA SPILLNew
  • Sefruit
  • Lainnya
    • Hype
    • Internasional
    • Megapolitan
    • Daerah
Sign In
  •   ❍
  • Indeks Berita
  • Akun saya
  • Kirim Tulisan
  • Jadwal Piala Dunia
  • Headline
  • KPK
  • Sepak Bola
  • Korupsi
  • DPR
  • Purbaya
  • MBG
  • prabowo
  • Piala Dunia 2026
  • iran
OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan DuniaOWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia
Font ResizerAa
  • Indeks Berita
  • Baca ulang
  • Koleksi
  • Eksplor
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Hype
  • Ekonomi Bisnis
  • Megapolitan
  • Olahraga
  • Daerah
Search
  • Warga SpillNew
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi Bisnis
  • Hype
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Olahraga
  • Kelola Tulisan
  • Kirim Tulisan
  • Akun Saya
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
© 2025 PT. OWRITE Media Digital.
Home / Internasional / Trump Bawa Raksasa Bisnis ke China, Tapi Pulang Dapat Deal Apa dengan Xi Jinping?
Internasional

Trump Bawa Raksasa Bisnis ke China, Tapi Pulang Dapat Deal Apa dengan Xi Jinping?

iren natania longdongdusep-malik
Last updated: Mei 15, 2026 6:14 pm
By
Natania Longdong
iren natania longdong
ByNatania Longdong
News Reporter
Natania Longdong adalah jurnalis di Owrite yang berfokus pada isu internasional, energi, dan lingkungan. Dengan pengalaman lebih dari empat tahun meliput untuk Viva.co.id, Liputan6.com, dan Tirto.id,...
Follow:
Dusep Malik
dusep-malik
ByDusep Malik
Redaktur
Seorang senior editor di OWRITE Media, yang fokus pada pemberitaan seputar Bisnis, Ekonomi, Politik dan Peristiwa.
Follow:
2 bulan lalu
Share
Trump Tiba di Bandara Beijing dan Disambut Secara Meriah oleh Pejabat Tinggi China
Trump Tiba di Bandara Beijing dan Disambut Secara Meriah oleh Pejabat Tinggi China (Doc by: BBC Internasional)
SHARE

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump membawa belasan pengusaha dari perusahaan raksasa AS saat mengunjungi China pada Rabu, 13 Mei 2026. Dalam kunjungan itu, Trump berharap dapat mencapai kesepakatan jumbo terkait kerja sama perdagangan. Namun, rencana tersebut tampaknya tidak berjalan mulus.

Daftar isi Konten
  • Klaim Kesepakatan Boeing Tak Sesuai Ekspektasi
  • Negosiasi Tarif Masih Alot
  • Elon Musk dan Nvidia Jadi Sorotan
  • China Janji Buka Akses Pasar
  • Taiwan Jadi Isu “Paling Sensitif”
  • AI Tetap Jadi Jurang Pemisah
  • Trump Bahas Iran dan Selat Hormuz

Trump mengklaim pihaknya telah mencapai kesepakatan perdagangan fantastis yang menguntungkan kedua negara saat bertemu Presiden China Xi Jinping dalam putaran terakhir pembicaraan di Beijing.

Presiden AS itu didampingi delegasi bisnis tingkat tinggi dari berbagai sektor, mulai dari pertanian, penerbangan, kendaraan listrik, hingga chip kecerdasan buatan (AI). Trump bahkan menggambarkan hubungan AS-China sebagai “hubungan ekonomi paling penting di dunia”.

Melansir BBC International, Jumat, 15 Mei 2026, ekspektasi soal kesepakatan perdagangan besar harus pupus setelah KTT lebih banyak diwarnai retorika dan simbolisme ketimbang hasil ekonomi konkret.

Hal itu terlihat sejak hari pertama pertemuan yang hanya menampilkan seremoni megah dan bahasa diplomatik optimistis, tetapi tanpa terobosan perdagangan menyeluruh maupun perjanjian bisnis signifikan.

Trump dan Xi menggelar pembicaraan tertutup selama lebih dari dua jam pada Kamis, 14 Mei 2026. Gedung Putih menyebut pertemuan tersebut berlangsung produktif. Trump bahkan mengklaim pembicaraan dengan Xi merupakan salah satu pertemuan puncak terbesar yang pernah ada.

Presiden China Xi Jinping dan Presiden Amerika Serikat Donald Trump.
Presiden China Xi Jinping dan Presiden Amerika Serikat Donald Trump. (ANTARA/Anadolu/py)

Klaim Kesepakatan Boeing Tak Sesuai Ekspektasi

Terlepas dari klaim Trump soal kesepakatan perdagangan fantastis, faktanya tidak ada perjanjian perdagangan besar maupun kesepakatan struktural yang benar-benar tercapai.

Dalam wawancara dengan Fox News, Trump mengatakan China setuju memesan 200 pesawat Boeing. Ini disebut sebagai pembelian pertama pesawat komersial buatan AS dalam hampir satu dekade.

Namun, angka tersebut masih jauh di bawah ekspektasi banyak analis yang memperkirakan pesanan bisa mencapai 500 unit. Saham Boeing bahkan turun lebih dari 4 persen setelah komentar Trump tersebut ditayangkan.

Negosiasi Tarif Masih Alot

Selain itu, masih ada tanda tanya besar terkait gencatan senjata perdagangan yang disepakati Oktober lalu. Dalam kesepakatan itu, Washington menunda kenaikan tarif tinggi terhadap barang-barang China, sementara Beijing melonggarkan pembatasan ekspor logam tanah jarang.

Perwakilan Dagang AS Jamieson Greer, yang turut mendampingi Trump di China, mengatakan belum ada keputusan apakah kedua negara akan memperpanjang gencatan senjata perdagangan setelah November mendatang.

Meski begitu, Gedung Putih menyebut kedua pemimpin sepakat membentuk “Dewan Perdagangan” guna mengelola hubungan dagang tanpa harus membuka kembali negosiasi tarif secara penuh.

Elon Musk dan Nvidia Jadi Sorotan

Presiden Amerika Serikat, Donald Trump
Presiden Amerika Serikat, Donald Trump. (Foto: https://trumpwhitehouse.archives.gov)

Kunjungan ini memperlihatkan citra publik sama pentingnya dengan hasil yang ingin dicapai. Salah satu momen paling disorot adalah ketika Air Force One mendarat di Beijing dan Elon Musk turun lebih dulu dibanding sejumlah pejabat senior lainnya.

Musk dan CEO Nvidia Jensen Huang terlihat berada dekat Trump selama upacara penyambutan. Momen itu dianggap melambangkan pentingnya kendaraan listrik, AI, dan semikonduktor dalam hubungan AS-Tiongkok.

Tesla sendiri sangat bergantung pada Gigafactory Shanghai dan pasar konsumen China, sementara Nvidia berada di pusat persaingan AI dan pembatasan ekspor chip canggih oleh AS.

Kehadiran Huang juga memicu spekulasi bahwa isu AI dan akses chip menjadi fokus utama pembicaraan, bahkan melebihi perkiraan sebelumnya.

Namun, Trump kemudian hanya mengklaim China akan menginvestasikan ratusan miliar dolar kepada para pengusaha tersebut tanpa memberikan rincian lebih lanjut.

China Janji Buka Akses Pasar

Menurut Jamieson Greer, kesepakatan pembelian produk pertanian dan daging sapi AS oleh China telah diselesaikan.

Petani AS selama ini berupaya mendapatkan akses pasar lebih luas di China untuk produk kedelai, daging sapi, dan unggas. Namun, hingga kini belum ada detail resmi yang diumumkan.

Gedung Putih mengatakan pembicaraan juga mencakup perluasan akses pasar China bagi perusahaan-perusahaan AS serta peningkatan investasi China ke sektor industri AS.

Di sisi lain, Xi menyatakan pintu perdagangan China akan terbuka lebih lebar dan perusahaan-perusahaan Amerika bakal memiliki prospek lebih besar di pasar China.

Xi juga menyerukan perluasan kerja sama di bidang perdagangan, pertanian, kesehatan, pariwisata, hingga penegakan hukum. Meski begitu, tidak ada rincian konkret terkait implementasi kerja sama tersebut.

Bagi perusahaan AS, China tetap menjadi pasar utama sekaligus lingkungan bisnis yang menantang akibat regulasi, birokrasi, dan ketidakpastian geopolitik.

Taiwan Jadi Isu “Paling Sensitif”

Selain minimnya kesepakatan perdagangan, salah satu perubahan paling mencolok dari KTT tersebut adalah bagaimana Beijing kini menghubungkan isu Taiwan dengan hubungan ekonomi yang lebih luas bersama AS.

Selama setahun terakhir, Taiwan lebih sering dipandang sebagai salah satu titik gesekan antara AS dan China, terutama terkait kerja sama semikonduktor, hubungan perdagangan AS-Taiwan, serta penjualan senjata ke Taipei.

Namun, pesan yang muncul dari pertemuan terbaru menunjukkan Taiwan kini diposisikan sebagai syarat penting dalam hubungan perdagangan AS-China.

Menurut pernyataan resmi Beijing, Xi menegaskan Taiwan tetap menjadi isu paling sensitif dalam hubungan kedua negara.

Masalah Taiwan adalah isu terpenting dalam hubungan Tiongkok-AS. Jika tidak ditangani dengan baik, kedua negara bisa berbenturan atau bahkan berkonflik,”

kata Xi.

AI Tetap Jadi Jurang Pemisah

Teknologi masih menjadi jurang pemisah terbesar antara AS dan China. Kontrol ekspor AS terhadap semikonduktor canggih dan peralatan pembuat chip, yang bertujuan membatasi akses China terhadap teknologi AI mutakhir, tetap diberlakukan. Jamieson Greer menegaskan isu tersebut bukan fokus utama pembahasan.

Di sisi lain, Beijing terus mendorong akses lebih luas terhadap teknologi canggih sambil mengkritik langkah AS yang dianggap berupaya menghambat perkembangan industri China.

Kecerdasan buatan (AI) diperkirakan menjadi topik besar dalam pembicaraan. Namun, tidak ada penyebutan rinci soal AI dalam transkrip resmi hasil diskusi hari pertama KTT.

Menteri Keuangan AS Scott Bessent mengatakan delegasi membahas batasan AI dalam forum tersebut.

Sangat penting bagi AS mempertahankan keunggulan atas China dalam bidang AI,”

ujar Bessent.

Trump Bahas Iran dan Selat Hormuz

Trump juga memasuki pembicaraan dengan harapan memperoleh dukungan China terkait konflik Iran dan stabilitas pasar minyak global.

Xi ingin melihat Selat Hormuz dibuka dan mengatakan, ‘Jika saya bisa membantu, saya ingin membantu,”

ujar Trump kepada Fox News.

Kementerian Luar Negeri China juga mengeluarkan pernyataan yang menyerukan gencatan senjata komprehensif dan berkelanjutan.

Jalur pelayaran harus dibuka kembali sesegera mungkin sebagai respons terhadap seruan komunitas internasional,”

demikian pernyataan tersebut.

Volatilitas harga minyak dan gangguan jalur pasokan global disebut telah meningkatkan biaya impor China sekaligus memicu kenaikan harga energi dunia.

Trump menilai China dapat menggunakan pengaruhnya untuk mendorong Iran menjaga stabilitas arus pelayaran di Selat Hormuz, salah satu jalur energi paling vital di dunia.

Tag:Amerika SerikatchinaElon MuskPengusahaTeknologiTrumpXi Jinping
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Salin Tautan
iren natania longdong
ByNatania Longdong
News Reporter
Follow:
Natania Longdong adalah jurnalis di Owrite yang berfokus pada isu internasional, energi, dan lingkungan. Dengan pengalaman lebih dari empat tahun meliput untuk Viva.co.id, Liputan6.com, dan Tirto.id, ia dikenal lewat reportase mendalam soal bisnis, pertambangan, dan dampak kebijakan energi terhadap masyarakat.
dusep-malik
ByDusep Malik
Redaktur
Follow:
Seorang senior editor di OWRITE Media, yang fokus pada pemberitaan seputar Bisnis, Ekonomi, Politik dan Peristiwa.
Trending di OWRITE
Argentina vs Mesir di Piala Dunia 2026: Magis Firaun Siap Bikin Messiah Menangis?
By Hadi Febriansyah
Messi vs Salah dalam Piala Dunia 2026.
1
Pakar Kritik Langkah Utus Dubes ke Pemakaman Khamenei: Publik Bisa Curiga Pemerintah Memihak AS-Israel
By Natania Longdong
Warga Iran berduka saat mengikuti proses pemakaman mantan Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamenei (Foto: WANA).
2
KPK Endus Dugaan Aliran Uang ke Pangdam XIX/Tuanku Tambusai, Kasus Abdul Wahid Melebar
By Rahmat Baihaqi
Gubernur Riau Abdul Wahid (tengah), Tenaga Ahli Gubernur Riau Dani M Nursalam (kiri), dan Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan, Kawasan Permukiman dan Pertanahan (PUPR PKPP) Provinsi Riau M Arief Setiawan (kanan)
3
Sudah Sepekan Kebakaran TPA Jatiwaringin Belum Padam, Ini Alasan Asap Masih Terus Mengepul
By Ani Ratnasari
Menteri Lingkungan Hidup Jumhur Hidayat (tengah) berbincang dengan Deputi Bidang Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan KLH Rasio Ridho Sani (kedua kiri) saat meninjau kebakaran Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Jatiwaringin di Kabupaten Tangerang, Banten
4
Derbi Iberia Piala Dunia 2026: Laga Terakhir Ronaldo atau Panggung Bocah Ajaib Lamine Yamal?
By Hadi Febriansyah
Cristiano Ronaldo vs LAmine Yamal dalam derbi Iberia Piala Dunia 2026.
5

BERITA LAINNYA

Perdana Menteri Singapura Lawrence Wong dan Presiden Prabowo Subianto di Istana Kepresidenan.
Internasional

Prabowo Terima PM Singapura, Kerja Sama Baru hingga Isu Global Masuk Agenda Penting

Presiden Prabowo Subianto menerima kunjungan Perdana Menteri Singapura Lawrence Wong di Istana…

iren natania longdongHardani Triyoga
By
Natania Longdong
Hardani Triyoga
49 menit lalu
Prosesi pemakaman mantan Pemimpin Tertinggi Iran Ali Khamenei. (Foto: WANA).
Internasional

Bacakan Ayat Al-Qur’an Berbeda ke Tiap Delegasi, Iran Kirim Pesan Ini ke Dunia

Pemerintah Iran membacakan ayat-ayat Al-Qur'an yang berbeda kepada para delegasi asing yang…

iren natania longdongdusep-malik
By
Natania Longdong
Dusep Malik
2 jam lalu
Warga Iran berduka saat mengikuti proses pemakaman mantan Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamenei (Foto: WANA).
Internasional

Pakar Kritik Langkah Utus Dubes ke Pemakaman Khamenei: Publik Bisa Curiga Pemerintah Memihak AS-Israel

Langkah pemerintah RI yang hanya mengutus Duta Besar RI untuk Iran menghadiri…

iren natania longdongHardani Triyoga
By
Natania Longdong
Hardani Triyoga
4 jam lalu
Rakyat Iran hadiri prosesi pemakaman mantan Pemimpin Tertinggi Iran Ali Khamenei di Teheran.
Internasional

Duka Berbalut Amarah, Pelayat Ali Khamenei Serukan Balas Dendam kepada Donald Trump

Rakyat Iran terus menghadiri prosesi pemakaman mantan Pemimpin Tertinggi Iran Ali Khamenei.…

iren natania longdongHardani Triyoga
By
Natania Longdong
Hardani Triyoga
5 jam lalu
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x

Your Reading Dose, Right Here:
Tetap terhubung dengan berita terkini dan informasi terkini secara langsung. Dari politik dan teknologi hingga hiburan dan lainnya, kami menyediakan liputan langsung yang dapat Anda andalkan, menjadikan kami sumber berita tepercaya.

Info lainnya

  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
FacebookLike
InstagramFollow
YoutubeSubscribe
TiktokFollow
© PT. OWRITE Media Digital. All Rights Reserved.
OWRITE Logo OWRITE Dark Background Logo 2x
Everything's gonna be owrite!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?

Not a member? Sign Up