Penyidik Polda Metro Jaya akhirnya menunjukkan ijazah S1 Universitas Gadjah Mada (UGM) milik Presiden ke-7 Joko Widodo saat gelar perkara khusus kasus pencamaran nama baik yang menyeret mantan Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Roy Suryo Cs. Hal itu diungkapkan oleh kuasa hukum Jokowi, Yakub Hasibuan setelah mengikuti gelar perkara khusus yang berlangsung selama kurang lebih 12 jam pada Senin 15 Desember 2025.
Highlight dari gelar perkara tersebut sebenarnya adalah telah ditunjukkan ijazah asli Pak Jokowi kepada peserta gelar, khususnya para tersangka dan kuasa hukumnya,”
kata Yakub di Polda Metro Jaya dikutip Selasa 16 Desember 2025.
Menurutnya, dengan ditunjukkan keaslian ijazah Jokowi sudah tidak ada lagi keraguan dari kubu Roy Suryo sehingga penyidikan dapat berlanjut hingga pelimpahan berkas perkara.
Pada saat gelar perkara khusus berlangsung, Yakub menspill ciri ijazah Jokowi yang selama ini dipermasalahkan Roy Suryo.
Ada watermark, oh itu perlu disampaikan juga. Ada watermark, ada emboss, lintasan garis merah, semua sudah terbukti ada,”
bebernya.
Kasus tudingan ijazah Jokowi sudah berangsur cukup lama, hingga akhirnya mantan Wali Kota Solo itu jengah dan melaporkan langsung Roy Suryo Cs ke Polda Metro Jaya. Laporannya tersebut juga agar nantinya tidak menjadi spekulasi liar di masyarakat.
Disatu sisi, kaya Yakub tudingan ijazah palsu itu juga membuat nama baik kliennya ikut tercemar.
Yang kedua adalah tujuannya untuk memulihkan nama baik Pak Jokowi dan juga keluarganya. Jadi sangat penting kami rasa untuk ini proses tetap dilanjutkan dan dengan adanya proses tadi ditunjukkan ijazah aslinya kepada para tersangka, saya rasa ini dapat memudahkan proses penyidikan yang sedang berlangsung,”
tegas dia.
Komunikasi ke Jokowi
Pasca gelar perkara khusus ini, Yakub mengaku sudah berkomunikasi ke Jokowi mengenai hasilnya. Dia mengatakan Presiden ke-7 itu konsisten mendukung penyidikan yang dilakukan oleh Polda Metro Jaya, baik di tahap penyidikan maupun hingga ke ranah pengadilan.
Tapi dari awal Pak Jokowi konsisten, jika itu harus dimintakan atau akan ditunjukkan oleh pihak yang berwenang, itu pasti akan dilakukan. Apakah itu di pengadilan, apakah di penyidik seperti di Mabes Polri dimintakan ijazahnya Walaupun belum ada penyitaan, Diantarkan langsung untuk dilaporkan,” tutup dia.
Gelar perkara khusus berlangsung selama dua sesi, untuk sesi pertama dilakukan antara kubu Jokowi dengan Eggi Sudjana, Kurnia Tri Rohyani, Damai Hari Lubis, Rustam Effendi, Muhammad Rizal Fadillah.
Lalu sesi kedua dihadiri Roy Suryo, Rismon Hasiholan Sianipar, dan Tifauzia Tyassuma.
Kubu Roy Tetap Tuding 99 Persen Ijazah Jokowi Palsu
Dikesempatan terpisah, Roy Suryo menegaskan ijazah S1 UGM milik Jokowi palsu berdasarkan hasil penelitiannya dengan Rismon dan Tifa.
Apa yang kami teliti, saya, Rismon, dan akan ditambahkan secara detail dan Tifa, selama ini adalah barang yang kurang lebih sama, ya, gitu, yang kurang lebih sama. Jadi insyaallah, hasil dari kami tentang 99,9 persen palsu itu tidak berubah, tidak bergeser satu milipun,”
kata Roy.
Roy mengaku masih meragukan ijazah Jokowi yang diklaim asli dan ditunjukkan saat gelar perkara khusus. Menurutnya ada beberapa kejanggalan di ijazah tersebut, salah satunya dari segi foto yang dipakai Jokowi.
Pas foto yang tertempel di barang yang disebut ijazah itu, saya dengan lantang dan tegas mengatakan, saya sangat ragu bahwa itu usia sudah lebih dari lebih dari 40 tahun. Terlalu tajam, terlalu baru barang itu, sebagai sebuah foto yang dicetak dengan kertas foto di tahun 80-an. Ya, karena kertas foto di tahun 80-an itu ada usianya,”
tegas dia.
Kejanggalan lain, kata Roy adanya sebuah goresan di sisi kiri ijazah Jokowi yang dianggapnya tidak lazim. Lalu pada sisi logo UGM yang warnanya kurang jelas. Diduganya ijazah itu adalah hasil printing yang baru.
Warna logo UGM yang bagus itu emas. Ya, dan kalau sudah lebih dari 10 tahun atau 20 tahun, itu akan dalam bahasa Jawa, ini istilahnya silakan dikutip, bleber. Ya. Bleber itu apa? Kemudian pecah, mengembang. Karena tinta dulu tidak sebaik tinta sekarang. Ini tidak ada bleber-nya sama sekali,”
ujar Roy
Ini tidak ada bleber-nya sama sekali. Jadi kayak di-print dengan kualitas tinta baru yang kemudian tuh clear banget.
Kemudian, boleh kalau dikatakan, Tapi kan ada tipis, ada watermark.’ Iya, tapi tipis sekali. Watermark-nya tidak seperti watermark yang biasa ada di ijazah UGM. Emboss-nya juga tidak,”
sambungnya.
