Dengan menggunakan situs ini, kamu menyetujui Kebijakan Privasi and Ketentuan Penggunaan OWRITE.
Accept
Jumat, 26 Jun 2026
Linkbio
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum
  • Ekbis
  • WARGA SPILLNew
  • Sefruit
  • Lainnya
    • Hype
    • Internasional
    • Megapolitan
    • Daerah
Sign In
  •   ❍
  • Indeks Berita
  • Akun saya
  • Kirim Tulisan
  • Jadwal Piala Dunia
  • Headline
  • KPK
  • Korupsi
  • Sepak Bola
  • DPR
  • Purbaya
  • MBG
  • prabowo
  • Prabowo Subianto
  • iran
OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan DuniaOWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia
Font ResizerAa
  • Indeks Berita
  • Baca ulang
  • Koleksi
  • Eksplor
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Hype
  • Ekonomi Bisnis
  • Megapolitan
  • Olahraga
  • Daerah
Search
  • Warga SpillNew
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi Bisnis
  • Hype
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Olahraga
  • Kelola Tulisan
  • Kirim Tulisan
  • Akun Saya
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
© 2025 PT. OWRITE Media Digital.
Home / Ekonomi Bisnis / Harga Kelapa Meroket, Pengelolaan Komoditas Domestik Jadi Pertanyaan
Ekonomi Bisnis

Harga Kelapa Meroket, Pengelolaan Komoditas Domestik Jadi Pertanyaan

iren natania longdongAmin-Suciady-Owrite
Last updated: Desember 18, 2025 2:50 pm
By
Natania Longdong
iren natania longdong
ByNatania Longdong
News Reporter
Natania Longdong adalah jurnalis di Owrite yang berfokus pada isu internasional, energi, dan lingkungan. Dengan pengalaman lebih dari empat tahun meliput untuk Viva.co.id, Liputan6.com, dan Tirto.id,...
Follow:
Amin Suciady
Amin-Suciady-Owrite
ByAmin Suciady
Redaktur Pelaksana
Amin Suciady adalah jurnalis di OWRITE yang meliput politik, hukum, ekonomi, dan peristiwa. Ia juga dikenal sebagai peneliti sejarah lokal Jakarta — diwujudkan lewat dua bukunya,...
Follow:
6 bulan lalu
Share
Peneliti KedaiKOPI, Ashma Nur Afifah
Peneliti KedaiKOPI, Ashma Nur Afifah (Foto: KedaiKOPI)
SHARE

Lonjakan harga kelapa dan produk turunannya kian menekan rumah tangga dan pelaku usaha kecil. Survei terbaru Lembaga Survei KedaiKOPI menunjukkan, persoalan ini bukan sekadar fluktuasi musiman, melainkan cerminan rapuhnya pengelolaan pasokan komoditas domestik.

Daftar isi Konten
  • Ekspor Kelapa Utuh Ganggu Pasokan Domestik
  • Pendekatan Komprehensif

Survei yang dirilis pada Selasa, 16 Desember 2025 itu dilakukan secara tatap muka pada 24 November–1 Desember 2025 terhadap 400 responden di enam kota besar. Responden terdiri dari ibu rumah tangga, pelaku UMKM, dan penjual kelapa utuh, tiga kelompok yang paling terdampak langsung oleh gejolak harga.

Hasilnya mengkhawatirkan, sebanyak 83 persen responden mengaku merasakan kenaikan harga kelapa dalam enam bulan terakhir, dan hampir separuh di antaranya menilai lonjakan tersebut tergolong signifikan.

Ekspor Kelapa Utuh Ganggu Pasokan Domestik

Peneliti KedaiKOPI, Ashma Nur Afifah, menyebut ekspor kelapa utuh yang masif sebagai faktor utama penyebab terganggunya pasokan domestik. Indonesia, meski berstatus produsen kelapa terbesar dunia dengan produksi sekitar 2,8 juta ton per tahun, justru menjadi satu-satunya negara yang masih membiarkan ekspor kelapa bulat tanpa pembatasan ketat.

Situasi ini membuat pasokan dalam negeri sangat rentan,”

kata Ashmandalam dalam Launching Survei Waspada Kelapa Terancam Mahal dan Langka Saat 2026, di Jakarta, Rabu, 17 Desember 2025.

Dampak kenaikan harga pun tidak berhenti pada angka statistik. Ibu rumah tangga terpaksa mengurangi penggunaan santan, bahkan menyesuaikan menu harian. Di sisi lain, pelaku UMKM menghadapi tekanan berlapis, seperti biaya bahan baku dan operasional melonjak bersamaan.

Beberapa usaha katering dilaporkan menaikkan harga jual hingga 50 persen demi bertahan. Ironisnya, penjual kelapa utuh pun tidak sepenuhnya diuntungkan, margin keuntungan justru menipis meski harga jual naik.

Kondisi ini pun berpotensi memburuk. Survei KedaiKOPI mencatat, 82,1 persen responden khawatir harga kelapa akan semakin tidak stabil dalam tiga bulan ke depan, terutama menjelang Ramadan dan Lebaran.

Jika dibiarkan, makanan tradisional berbasis santan bisa semakin ditinggalkan karena tidak terjangkau,”

ujar Ashma.

Mayoritas publik menilai pemerintah tidak bisa lagi bersikap pasif. Sebanyak 80 persen responden mendukung penerapan pungutan ekspor (PE) kelapa bulat untuk menahan laju ekspor dan menjaga pasokan domestik. Bahkan, 77,9 persen optimistis kebijakan tersebut dapat menstabilkan harga.

KedaiKOPI merekomendasikan perbaikan regulasi ekspor, pengawasan distribusi, serta penerapan kebijakan prioritas seperti pungutan ekspor. Desakan publik juga kuat, 89 persen responden menilai pemerintah perlu segera mengambil keputusan. Namun, sejumlah pengamat menilai pungutan ekspor saja tidak cukup.

Pendekatan Komprehensif

Ketua Forum Konsumen Berdaya Indonesia (FKBI), Tulus Abadi, menekankan pentingnya pendekatan komprehensif. Menurutnya, pemerintah perlu menetapkan kewajiban pemenuhan pasar domestik (Domestic Market Obligation/DMO) agar kebutuhan dalam negeri menjadi prioritas.

Kalau tidak segera ditangani, ini bisa memicu inflasi dan menurunkan kualitas pangan rumah tangga, yang dampaknya berbahaya bagi kesehatan anak,”

ujarnya.

Peneliti CORE Indonesia, Eliza Mardian, menyoroti ketimpangan data ekspor kelapa. Ia mencatat adanya perbedaan signifikan antara data produksi dan ekspor yang tercatat di berbagai kementerian.

Produksi sekitar 2,8 juta ton, tapi ada klaim ekspor 2,4 juta ton. Sementara di Kementan tercatat hanya 1,2 juta ton. Selisih ini perlu ditelusuri,”

kata Eliza.

Selain pungutan ekspor dan DMO, Eliza mengusulkan penetapan harga eceran tertinggi (HET) untuk melindungi konsumen dari lonjakan harga yang tidak terkendali.

Lebih jauh, Ekonom Gede Sandra menilai, akar persoalan juga terletak pada kegagalan hilirisasi. Selama ini, Indonesia masih mengekspor kelapa dalam bentuk mentah dengan nilai tambah rendah.

Nilai ekspor kelapa kita hanya sekitar 1,6 miliar dolar AS. Dengan hilirisasi, potensinya bisa mencapai 6,5 miliar dolar. Jangan terus ekspor gelondongan,”

ujarnya.
Tag:eskporkedaikopikelapasurvei
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Salin Tautan
iren natania longdong
ByNatania Longdong
News Reporter
Follow:
Natania Longdong adalah jurnalis di Owrite yang berfokus pada isu internasional, energi, dan lingkungan. Dengan pengalaman lebih dari empat tahun meliput untuk Viva.co.id, Liputan6.com, dan Tirto.id, ia dikenal lewat reportase mendalam soal bisnis, pertambangan, dan dampak kebijakan energi terhadap masyarakat.
Amin-Suciady-Owrite
ByAmin Suciady
Redaktur Pelaksana
Follow:
Amin Suciady adalah jurnalis di OWRITE yang meliput politik, hukum, ekonomi, dan peristiwa. Ia juga dikenal sebagai peneliti sejarah lokal Jakarta — diwujudkan lewat dua bukunya, Toponimi Jakarta Barat dan Toponimi Jakarta Timur, yang mendokumentasikan asal-usul nama wilayah dan jejak budaya ibu kota.
Trending di OWRITE
Panas! Amien Rais Minta Prabowo Copot Kapolri Listyo Sigit, Singgung Kasus Roy Suryo
By Rahmat Tunny
Kapolri Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo. (Sumber: Antara Foto/Galih Pradipta/wsj)
1
Tak Temui Mahasiswa dan Kerap Serang Pengkritik, Prabowo Dinilai Makin Anti Kritik
By Rahmat Tunny
Presiden Prabowo Subianto (tengah) menyampaikan paparan di depan siswa dan orang tuanya saat melakukan peninjauan di Sekolah Rakyat Menengah Pertama (SRMP) 17 Tabanan, Bali, Minggu (7/6/2026). Presiden Prabowo Subianto menyatakan bahwa kekayaan negara harus dijaga untuk memastikan masyarakat dapat hidup dengan layak dan sejahtera, salah satunya lewat jalur pendidikan. (ANTARA FOTO/Nyoman Hendra Wibowo)
2
Kronologi Korupsi Dana Desa Terbongkar, Uang Negara Diduga Berakhir Jadi Gift TikTok
By Ani Ratnasari
Kepala Urusan Keuangan Keuangan Desa Lok Bangkai, Banjang, Kalimantan Selatan berinisial MT jadi tersangka. sebagai tersangka
3
Proyek Blok Abadi Masela Dipastikan Jalan, Target Produksi Gas Raksasa Dimulai 2029
By Natania Longdong
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menjawab pertanyaan wartawan di Istana Merdeka, Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (16/4/2026). Menteri ESDM melaporkan hasil pertemuan dengan utusan khusus Presiden Rusia Vladimir Putin dan Menteri ESDM Rusia kepada Presiden Prabowo Subianto, antara lain mengenai Indonesia akan mendapat pasokan minyak mentah Rusia serta kerja sama pembangunan infrastruktur strategis untuk meningkatkan cadangan dan ketahanan energi nasional.
4
Selat Hormuz Ramai Tanker, Harga Minyak Dunia Rontok Cuma US$75,07 per Barel
By Anisa Aulia
Dongkrak pompa minyak di luar Almetyevsk di Republik Tatarstan, Rusia, 4 Juni 2023.
5

BERITA LAINNYA

Petugas mengalirkan bahan bakar biodiesel 50 persen (B50) ke dalam drum penyimpanan di Stasiun Blending dan Pengisian Bahan Bakar Uji Jalan B50, Lembang, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, Minggu (7/6/2026). (Sumber: Antara Foto/Abdan Syakura/bar)
Ekonomi Bisnis

Jangan Asal Kejar B50! Popsi Warning Kebijakan Biodiesel Jadi Petaka Petani Sawit

Perkumpulan Organisasi Petani Sawit Indonesia (Popsi) bersama Koalisi Transisi Bersih mengingatkan pemerintah…

iren natania longdongdusep-malik
By
Natania Longdong
Dusep Malik
23 menit lalu
Pengunjung melintas di depan layar yang menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Jumat (24/4/2026). IHSG pada Jumat (24/4) ditutup melemah 249,12 poin atau 3,38 persen ke posisi 7.129,49, sementara indeks LQ45 turun 25,12 poin atau 3,51 persen ke posisi 690,76.
Ekonomi Bisnis

IHSG Anjlok 1,72 Persen, Rupiah Berotot ke Level Rp17.922 per Dolar AS

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dan rupiah bergerak berlawanan pada penutupan perdagangan…

Nisa-OWRITEAmin-Suciady-Owrite
By
Anisa Aulia
Amin Suciady
25 menit lalu
Produksi batu bara. (Sumber: Dok. ESDM)
Ekonomi Bisnis

Negara Kalah dari Oligarki Batu Bara, PLN dan Rakyat Jadi Korban

Wacana pemerintah untuk merevisi dan menaikkan harga batu bara untuk kebutuhan dalam…

Rahmat Tunny OWRITEAmin-Suciady-Owrite
By
Rahmat Tunny
Amin Suciady
38 menit lalu
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa dalam media briefing di Kantor Kemenkeu.
Ekonomi Bisnis

Purbaya Beberkan Instruksi Prabowo, Dana SAL Himbara Bakal Naik hingga Rp400 Triliun

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengaku akan kembali menambah Saldo Anggaran Lebih…

Nisa-OWRITEHardani Triyoga
By
Anisa Aulia
Hardani Triyoga
44 menit lalu
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x

Your Reading Dose, Right Here:
Tetap terhubung dengan berita terkini dan informasi terkini secara langsung. Dari politik dan teknologi hingga hiburan dan lainnya, kami menyediakan liputan langsung yang dapat Anda andalkan, menjadikan kami sumber berita tepercaya.

Info lainnya

  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
FacebookLike
InstagramFollow
YoutubeSubscribe
TiktokFollow
© PT. OWRITE Media Digital. All Rights Reserved.
OWRITE Logo OWRITE Dark Background Logo 2x
Everything's gonna be owrite!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?

Not a member? Sign Up