Kementerian Perhubungan (Kemenhub) memberikan tumpangan gratis bagi 5.500 pengedara sepeda motor yang ingin melakukan mudik saat libur Natal dan Tahun Baru 2026. Kuota tersebut ditujukan bagi kendaraan roda dua di bawah 200cc diangkut dengan kereta api secara gratis.
Untuk program angkutan gratis ini kami menyediakan sebanyak untuk 5.500 kendaraan bermotor roda dua, yang akan meliputi kurang lebih sekitar 12.700 penumpang,”
kata Menhub, Dudy Purwagandhi di Stasiun Senen kepada wartawan, Selasa, 23 Desember 2025.
Program tumpangan gratis kendaraan motor tersebut merupakan salah satu program pemerintah guna meringankan biaya operasional masyarakat yang ingin memanfaatkan libur Nataru. Di saat yang bersamaan program tersebut juga agar masyarakat yang ingin mudik beralih ke transportasi umum.
Kami tentu berharap bahwa nanti ke depannya, baik dari KAI dan juga Kementerian Perhubungan, akan meningkatkan program ini sehingga untuk memicu animo dari masyarakat agar mengurangi penggunaan kendaraan bermotor di jalan selama angkutan Nataru,”
kata Dudy.
Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (KAI), Bobby Rasyidin mengatakan, ketersediaan program angkutan motor gratis sudah terpesan masyarakat hingga 41 persen pada hari ini. Puncaknya masyarakat memesan angkutan motor gratis tersebut pada hari Raya Natal hingga pergantian tahun baru.
Yang paling tinggi itu adalah tanggal 25, tanggal 28, sama tanggal 1,”
katanya.
Bobby melanjutkan, selama libur Nataru, KAI menyediakan total 3,5 juta tempat duduk penumpang. Sampai dengan tanggal 4 Januari 2025, pembelian tiket kereta sudah mencapai 86 persen.
Sementara itu, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo telah menyiagakan 2.000 personel anak buahnya untuk mengawal mudik Nataru tahun ini. Personel yang ditugaskan bukan hanya ditempatkan di sejumlah stasiun saja, melainkan di jalur-jalur kereta yang potensi terjadinya bencana.
Kemudian tadi juga kita lihat direkrut 2.000 lebih ya personel untuk menambah perkuatan, salah satunya adalah mengantisipasi apabila terjadi bencana dan tadi kita tanyakan bahwa titik-titik yang kemungkinan akan terjadi masalah karena dampak hujan yang tinggi, tadi sudah terdeteksi dan sudah dipersiapkan personelnya,”
kata dia di tempat yang sama.
Menurutnya, potensi terjadinya hujan selama perayaan libur Nataru berdasarkan data dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) masih akan berlangsung.
Saya kira kita hanya ingin memastikan bahwa manakala terjadi situasi yang personel-personel harus siap, khususnya apabila ada bencana. Baik peralatan, sarana-prasarana, personelnya, dan titik-titik terdekat semuanya kita harapkan betul-betul bisa respons cepat,”
ujar Sigit.
Jenderal Polri bintang empat itu melanjutkan, perkiraan puncak arus mudik Nataru akan terjadi pada 28 Desember 2025 nanti untuk penggunaan kereta api sebanyak 219.000 tiket terjual. Kata dia data per hari ini saja, sudah ada 80.000 penumpang telah memesan tiket untuk pergi berlibur.
Karena memang traffic-nya padat sekali, kemudian jumlah masyarakat juga sangat banyak, tentunya tolong seluruh petugas yang ada antisipasi. Jangan sampai ada permasalahan-permasalahan kriminalitas dan petugas-petugas yang ada tolong waspada,”
ujarnya.
Tak Ada Kembang Api Saat Perayaan Tahun Baru
Sementara itu untuk perayaan tahun baru, Kapolri mengimbau kepada masyarakat untuk tidak menggunakan kembang api pada saat perayaan pergantian tahun baru 2026. Kata dia hal tersebut sebagai bentuk rasa empati kepada para korban bencana banjir dan longsor Aceh-Sumatera.
Jadi kami tidak memberikan rekomendasi untuk penggunaan kembang api akhir tahun. Karena kita tahu situasi saat ini semuanya sedang menghadapi situasi yang kita harapkan kita merasakan suasana kebatinan yang sama, dan kita sama-sama mendoakan saudara-saudara kita yang sekarang terdampak bencana di Sumatera,”
kata Sigit.
Pun bila ada perayaan baik Natal maupun Tahun Baru, dihimbau Sigit agar diselingi kegiatan-kegiatan yang bersifat doa untuk kepada korban Aceh-Sumatera.
Sigit melanjutkan Polri telah menerjunkan 234.000 personelnya dalam operasi Lilin untuk pengamanan selama Natal dan Tahun Baru. Ribuan personel dikerahkan untuk mengawal mulai dari mudik Nataru baik dari jalur udara, laut, dan darat.
Beberapa waktu yang lalu kita sudah sempat melaksanakan pelayanan terkait dengan masyarakat yang akan melaksanakan Misa Natal di wilayah yang terdampak, di Tapanuli. Dan beberapa gereja saat itu sudah bisa melaksanakan,”
katanya.


