Dengan menggunakan situs ini, kamu menyetujui Kebijakan Privasi and Ketentuan Penggunaan OWRITE.
Accept
Sabtu, 4 Jul 2026
Linkbio
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum
  • Ekbis
  • WARGA SPILLNew
  • Sefruit
  • Lainnya
    • Hype
    • Internasional
    • Megapolitan
    • Daerah
Sign In
  •   ❍
  • Indeks Berita
  • Akun saya
  • Kirim Tulisan
  • Jadwal Piala Dunia
  • Headline
  • KPK
  • Sepak Bola
  • Korupsi
  • DPR
  • Purbaya
  • MBG
  • prabowo
  • Piala Dunia 2026
  • Prabowo Subianto
OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan DuniaOWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia
Font ResizerAa
  • Indeks Berita
  • Baca ulang
  • Koleksi
  • Eksplor
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Hype
  • Ekonomi Bisnis
  • Megapolitan
  • Olahraga
  • Daerah
Search
  • Warga SpillNew
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi Bisnis
  • Hype
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Olahraga
  • Kelola Tulisan
  • Kirim Tulisan
  • Akun Saya
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
© 2025 PT. OWRITE Media Digital.
Home / Nasional / Kaleidoskop Setahun Pemerintahan Prabowo – Gibran: Gempita Asta Cita dan Ketimpangan Realisasi
Nasional

Kaleidoskop Setahun Pemerintahan Prabowo – Gibran: Gempita Asta Cita dan Ketimpangan Realisasi

owrite-adi-briantikaAmin-Suciady-Owrite
Last updated: Desember 29, 2025 2:47 pm
By
Adi Briantika
owrite-adi-briantika
ByAdi Briantika
Asred
Seorang jurnalis di OWRITE, yang meliput isu nasional, politik, hukum dan kriminal.
Follow:
Amin Suciady
Amin-Suciady-Owrite
ByAmin Suciady
Redaktur Pelaksana
Amin Suciady adalah jurnalis di OWRITE yang meliput politik, hukum, ekonomi, dan peristiwa. Ia juga dikenal sebagai peneliti sejarah lokal Jakarta — diwujudkan lewat dua bukunya,...
Follow:
6 bulan lalu
Share
Presiden Prabowo Subianto (kiri) didampingi Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka (kedua kiri) memimpin Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara
Presiden Prabowo Subianto (kiri) didampingi Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka (kedua kiri) memimpin Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara, Jakarta, Senin (15/12/2025). Sidang kabinet paripurna tersebut membahas penanganan bencana serta kesiapan pemerintah menghadapi periode libur akhir tahun. (ANTARA FOTO/Galih Pradipta/YU)
SHARE

20 Oktober 2024, Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming resmi menjadi Presiden dan Wakil Presiden Indonesia. Mereka memiliki Asta Cita alias delapan misi strategis yang menjadi turunan dari visi “Bersama Indonesia Maju Menuju Indonesia Emas 2045”.

Daftar isi Konten
  • 1. Sektor ekonomi:
  • 2. Program unggulan: Makan Bergizi Gratis (MBG)
  • 3. Sektor hukum dan legislasi:
  • 4. Sektor politik dan demokrasi:
  • 5. Ibu Kota Nusantara

Namun, tahun ini berakhir dengan catatan tebal di meja Istana. Pemerintah terus bergerak demi mewujudkan keberhasilan Indonesia masa mendatang. Memang butuh waktu, namun janji politik belum semua terealisasi maksimal.

Pemerintah Prabowo-Gibran seperti gegap gempita di podium, namun ngos-ngosan di lapangan.

1. Sektor ekonomi:

  • Ambisi 8 persen: Prabowo menargetkan pertumbuhan ekonomi ambisius menuju 8 persen, sebagai syarat menjadi negara maju. Realitanya, ekonomi Indonesia hanya tumbuh 5,04 persen (yoy) pada Triwulan III-2025. Angka ini menunjukkan stagnasi alias tidak bergerak jauh dari rata-rata 5 persen era sebelumnya, ini akibat lesunya daya beli dan ketidakpastian global;
  • Nilai tukar rupiah: Berniat menjaga stabilitas Rupiah pada kisaran Rp15.000-Rp15.400 per USD. Faktanya, rupiah melemah hingga ke level Rp16.150 per USD pada penghujung tahun. Pelemahan ini dipicu oleh keraguan investor asing terhadap pelebaran defisit anggaran Indonesia, yang membuat mereka menarik modal ke negara lain;
  • Defisit APBN: Menjaga disiplin fiskal dengan defisit di angka aman (2,29 persen PDB). Namun, defisit APBN melebar hingga 2,35 persen terhadap PDB (posisi per November 2025) dan diproyeksikan mendekati 2,8 persen di tutup buku Desember. Pelebaran ini terjadi lantaran pendapatan negara meleset, sementara belanja program populis terus digenjot;
  • Beban bunga utang: Efisiensi belanja untuk sektor produktif. Kenyataan, pemerintah harus membayar bunga utang Rp552,1 triliun di tahun 2025. Jumlah tersebut mencakup hampir 16 persen dari outlook total belanja negara, menjadikannya salah satu beban fiskal terbesar tahun ini. Angka fantastis ini “memakan” porsi APBN yang seharusnya bisa dipakai untuk subsidi atau infrastruktur, membatasi ruang gerak fiskal pemerintah baru;
  • Dampak PPN 12 persen: Pemerintah ingin meningkatkan rasio pajak demi pendapatan negara. Realitanya, kebijakan PPN 12 persen yang berlaku sejak Januari 2025 menjadi bumerang bagi sektor ritel. Asosiasi pengusaha mencatat penurunan omzet rata-rata 15-20 persen di sektor makanan-minuman dan tekstil, karena masyarakat kelas menengah menahan belanja akibat harga barang makin mahal.

2. Program unggulan: Makan Bergizi Gratis (MBG)

Salah satu janiji Prabowo ialah memberikan makan siang gratis bagi anak sekolah dan santri secara masif sejak tahun pertama menjabat. Anggaran awal mencapai Rp71 triliun. Hingga kini, program tersebut baru mencapai 35 persen dari total target populasi siswa (fokus di daerah 3T dan kantong kemiskinan kota). Program tersebut belum dirasakan seluruh penerima.

Penyerapan anggaran tergolong tinggi, tapi efektivitas MBG dipertanyakan. Bahkan ada korban dari program ini, yakni tercatat 45 kasus keracunan massal di 12 provinsi, periode Januari-November 2025, akibat vendor katering lokal tak memenuhi standar sanitasi.

Artinya, program ini tak lepas dari kekurangan. Misal, perihal rantai pasok karena terjadi inflasi harga bahan pokok lokal (telur dan ayam) di beberapa daerah karena lonjakan permintaan mendadak dari vendor MBG, yang menyusahkan ibu rumah tangga non-penerima manfaat. Menu makanan juga sering “di bawah standar” yang ditetapkan, akibat pemotongan margin oleh vendor berlapis.

3. Sektor hukum dan legislasi:

  • Revisi UU Kementerian: Perubahan regulasi diselesaikan dalam waktu super singkat, kurang dari sebulan, menjelang pelantikan presiden. Dampaknya, menghapus batasan jumlah kementerian (sebelumnya maksimal 34 kementerian). Ini menjadi landasan hukum terbentuknya kabinet “gemuk”. Publik menganggap legislasi tersebut dikebut bukan demi efektivitas kerja pemerintah, melainkan untuk mengakomodasi bagi-bagi kursi koalisi;
  • RUU Perampasan Aset: RUU Perampasan Aset—yang digadang-gadang sebagai senjata pamungkas memiskinkan koruptor—kembali gagal disahkan di tahun 2025. Pembahasan terus tertunda dengan alasan “masih membutuhkan kajian mendalam” dan perdebatan frasa hukum. Publik menilai penundaan ini sebagai ketakutan kolektif para eliet politik, sebab aset tidak wajar miliknya dapat disita negara tanpa putusan pidana yang panjang;
  • Revisi UU TNI: Revisi paket undang-undang ini berjalan mulus dan cepat. Poin krusialnya adalah pelonggaran aturan yang memungkinkan perwira aktif menduduki lebih banyak jabatan sipil. Masyarakat sipil menyoroti ini sebagai kemunduran reformasi dan bangkitnya neo-dwifungsi, yaitu prajurit semakin campur tanagan ke ranah sipil dan pemerintahan;
  • RUU Masyarakat Adat: Di tengah maraknya konflik agraria akibat Proyek Strategis Nasional dan pembangunan Ibu Kota Negara, RUU ini justru tidak mendapat prioritas pembahasan. Realitanya, perlindungan hukum bagi warga adat yang tanahnya terancam investasi tetap lemah, menunjukkan bahwa legislasi 2025 lebih berpihak pada investor ketimbang warga lokal;
  • Fenomena masih “No Viral No Justice”. Realita hukum di kepolisian dan kejaksaan belum banyak berubah. Sepanjang 2025, keadilan seringkali baru hadir setelah kasusnya diramaikan netizen di media sosial. Ini menandakan sistem pelaporan formal (Laporan Polisi) masih macet atau lambat direspons jika pelapor ialah rakyat kecil tanpa beking atau tanpa viralitas.

4. Sektor politik dan demokrasi:

  • 49 kementerian. Dampaknya, pada semester I-2025, birokrasi mengalami “kelumpuhan parsial” karena penyesuaian Struktur Organisasi dan Tata Kerja, perpindahan gedung, dan rebutan anggaran antar-kementerian baru;
  • Peta Parlemen: Koalisi pemerintah menguasai 85- 90 persen kursi DPR. Maka, fungsi check and balances nyaris mati. Rapat dengar pendapat kementerian berjalan mulus tanpa kritik tajam;
  • Indeks demokrasi diprediksi turun karena minimnya ruang bagi oposisi dan masyarakat sipil yang makin tertekan oleh regulasi hasil otak regulator.

5. Ibu Kota Nusantara

  • Pemerintah menargetkan pemindahan ASN tahap awal secara masif, sekitar belasan ribu, pada tahun ini. Namun, jumlah ASN pindah baru sekitar 3.000-5.000 orang, dengan alasan ketersediaan hunian dan fasilitas pendidikan anak belum memadai;
  • Investasi asing: Banyak Letter of Intent (LoI), tapi realisasi groundbreaking asing minim. Pembangunan masih didominasi konsorsium lokal (Agung Sedayu, Sinarmas, dll) dan BUMN Karya;
  • APBN masih menjadi penopang utama (>50 persen pembiayaan riil tahun 2025), meleset dari janji “hanya 20 persen APBN”.
Tag:gibran rakabuming rakaKaleidoskopPrabowo SubiantoPresidenSpillwakil presiden
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Salin Tautan
owrite-adi-briantika
ByAdi Briantika
Asred
Follow:
Seorang jurnalis di OWRITE, yang meliput isu nasional, politik, hukum dan kriminal.
Amin-Suciady-Owrite
ByAmin Suciady
Redaktur Pelaksana
Follow:
Amin Suciady adalah jurnalis di OWRITE yang meliput politik, hukum, ekonomi, dan peristiwa. Ia juga dikenal sebagai peneliti sejarah lokal Jakarta — diwujudkan lewat dua bukunya, Toponimi Jakarta Barat dan Toponimi Jakarta Timur, yang mendokumentasikan asal-usul nama wilayah dan jejak budaya ibu kota.
Trending di OWRITE
KPK Tetapkan Bupati Langkat Syah Afandin Tersangka, Bongkar Soal Gratifikasi Rp3,5 M
By Rahmat Baihaqi
KPK menetapkan Bupati Langkat Syah Afandin sebagai tersangka pada kasus suap terkait proyek di lingkungan Kabupaten Langkat tahun 2025-2026 dan mengamankan sejumlah barang bukti diantaranya uang tunai sebesar Rp100 juta, uang tunai dalam valuta asing senilai Rp1,22 miliar dan 2 rekening bank dengan total senilai Rp2,27 miliar. (Sumber: Antara Foto/Hafidz Mubarak A/sgd)
1
KPK Dalami Dugaan Amplop untuk Raja Juli Antoni, Menhut Berpotensi Dimintai Keterangan
By Rahmat Baihaqi
Bupati Kuantan Singingi Suhardiman Amby (tengah) berjalan usai menjalani pemeriksaan di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Rabu (1/7/2026). Suhardiman Amby ditetapkan sebagai tersangka bersama Sekda Kuantan Singingi Zulkarnain terkait kasus dugaan suap jual beli jabatan sekretaris daerah, dengan barang bukti satu unit mobil yang diduga digunakan sebagai instrumen suap. (ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja)
2
Jokowi Effect PSI Dinilai Sekadar Imajinasi, Pengaruh Jokowi Disebut Sudah di Titik Nadir
By Hardani Triyoga
Presiden Prabowo Subianto dan Presiden ke-7 Joko Widodo saat konfrensi pers. Doc: Istanapresidenyogyakarta.
3
Feri Amsari Sentil Kecentilan Budiman Datang ke UGM: Orang Lagi Marah Didatangi?
By Rika Pangesti
Pakar hukum tata negara Feri Amsari dan Budiman Sudjatmiko dalam podcast Owrite #Piring Politik Hidangan I. (Foto: YouTube Owrite).
4
Argentina vs Cape Verde di Piala Dunia 2026: Misi Hiu Biru Hancurkan Kutukan 1990 dan Mitos Debutan
By Hadi Febriansyah
Pemain Argentina, Lionel Messi, dalam Piala Dunia 2026.
5

BERITA LAINNYA

Ilustrasi tersangka kejahatan dengan tangan terborgol.
Nasional

Oknum Polisi Diduga Siksa Perempuan, DPR Desak Komnas HAM dan LPSK Turun Tangan

Dugaan penyekapan dan penyiksaan terhadap seorang perempuan berinisial M (30) yang dilakukan…

Rika PangestiHardani Triyoga
By
Rika Pangesti
Hardani Triyoga
12 jam lalu
Menteri Pertanian sekaligus Kepala Badan Pangan Nasional, Andi Amran Sulaiman
Nasional

Kementan Percepat Pompanisasi Imbas Potensi El Nino

Kementerian Pertanian (Kementan) mempercepat program pompanisasi untuk mitigasi potensi fenomena El Nino…

Nisa-OWRITEAmin-Suciady-Owrite
By
Anisa Aulia
Amin Suciady
15 jam lalu
Presiden Prabowo Subianto memberi sambutan saat pembukaan Konvensi Sains, Teknologi, dan Industri Indonesia (KSTI) di Jakarta, Jumat (26/6/2026).
Nasional

Bantah Narasi Bakom RI, Aktivis UI Sebut Prabowo ke Luar Negeri Lebih Banyak Pinjam Uang

Aktivis Universitas Indonesia (UI), Hafiz Haernanda mengkritik intensitas kunjungan luar negeri Presiden…

Rahmat Tunny OWRITEAmin-Suciady-Owrite
By
Rahmat Tunny
Amin Suciady
15 jam lalu
Anggota Komisi XIII DPR RI, Rieke Diah Pitaloka
Nasional

Rieke Diah Pitaloka ‘Haramkan’ Restorative Justice untuk Pelaku Kekerasan Seksual Anak

Anggota Komisi XIII DPR RI Rieke Diah Pitaloka menegaskan kasus kekerasan seksual…

Rika PangestiAmin-Suciady-Owrite
By
Rika Pangesti
Amin Suciady
15 jam lalu
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x

Your Reading Dose, Right Here:
Tetap terhubung dengan berita terkini dan informasi terkini secara langsung. Dari politik dan teknologi hingga hiburan dan lainnya, kami menyediakan liputan langsung yang dapat Anda andalkan, menjadikan kami sumber berita tepercaya.

Info lainnya

  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
FacebookLike
InstagramFollow
YoutubeSubscribe
TiktokFollow
© PT. OWRITE Media Digital. All Rights Reserved.
OWRITE Logo OWRITE Dark Background Logo 2x
Everything's gonna be owrite!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?

Not a member? Sign Up