Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPPR), Kementerian Keuangan, Suminto bicara terkait posisi utang pemerintah per akhir Desember 2025. Ia memastikan, posisi utang pemerintah dalam posisi yang aman.
Suminto mengatakan, terkait data posisi utang hingga Desember 2025 belum bisa dibeberkan. Besaran utang itu akan diumumkan setelah rilis data pertumbuhan ekonomi kuartal IV-2025 pada Februari nanti.
Sesuai dengan jadwal, posisi utang pemerintah Desember 2025 akan kami publish di awal Februari setelah keluar pertumbuhan ekonomi kuartal IV,”
ujar Suminto dalam konferensi pers APBN KiTA di Kantor Kementerian Keuangan, Jakarta, Kamis, 8 Januari 2025.
Namun Suminto memberi jaminan, posisi utang pemerintah ada dalam kondisi aman, dengan pengelolaan risiko dan portofolio yang optimal.
Pemerintah memberikan assurance level utang pemerintah dalam level yang aman, dan risikonya terus dikelola dengan baik dan portfolio-nya optimal,”
katanya.
Adapun berdasarkan data laman DJPPR, tercatat bahwa posisi utang pemerintah hingga kuartal III-2025 sebesar Rp9.408,64 triliun. Besaran utang itu naik 2,95 persen dari kuartal II-2025 yang sebesar Rp 9.138,05 triliun.
Sedangkan rasio utang pemerintah terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) per 30 Desember 2025 mencapai 40,30 persen. Utang itu terdiri dari Surat Berharga Negara (SBN) senilai Rp8.187,55 triliun, dan pinjaman Rp1.221,09 triliun.

