Memasuki puncak musim hujan yang berlangsung sejak November hingga Februari 2026, banyak masalah kesehatan yang dihadapi masyarakat salah satunya demam berdarah dengue (DBD)
Ahli kesehatan lingkungan sekaligus epidemiolog dari Universitas Griffith, Australia, dr Dicky Budiman, M.Sc.PH melihat masalah kesehatan saat musim penghujan sejak tiga tahun terakhir adalah DBD. Bahkan dalam tiga tahun terakhir mengalami lonjakan kasus.
Sejak 2023 dengue ini akan selalu tinggi secara absolut saat hujan tinggi,”
ujar dr Dicky dalam keterangannya, Senin 12 Januari 2026.
Dokter Dicky membeberkan kasus dengue di Indonesia menurut laporan Kemenkes sebanyak 110 ribu kasus tahun 2023 dengan 900 angka kematian.
Tahun 2024 juga meningkat jadi 210 ribuan ribu kasus dengue dengan 1.239 kematian, dan pada tahun 2025 terjadi penurunan pada kasus dengue, sebanyak 131 ribu kasus, artinya lebih tinggi dari 2023 dengan 544 kematian.
Namun ini belum ada data terakhir artinya menurut saya risiko dengue ini tetap tinggi dan sekali lagi tampaknya trennya tetap akan meningkat dari tahun ke tahun, terutama ini bicara juga aspek dari kesehatan lingkungan, infrastruktur, dan pembuangan yang juga harus diperbaiki,”
jelasnya.
Untuk itu, ia mengajak masyarakat untuk mengantisipasi penyakit dengue ini dengan level rumah tangga dahulu, karena ini paling cost effective untuk memutus rantai dengue penyebab demam berdarah.
Dengan eliminasi genangan kecil di bak, vas bunga, talang dan juga tutup rapat penyimpanan air melakukan 3 M, Menguras, Menutup, dan Mengubur. Dan juga memberantas sarang nyamuk rutin mingguan, karena siklus nyamuk itu cepat sekali,”
tandasnya.
