Dengan menggunakan situs ini, kamu menyetujui Kebijakan Privasi and Ketentuan Penggunaan OWRITE.
Accept
Senin, 23 Mar 2026
Linkbio
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum
  • Ekbis
  • WARGA SPILLNew
  • Lainnya
    • Hype
    • Internasional
    • Megapolitan
    • Daerah
Sign In
  •   ❍
  • Indeks Berita
  • Akun saya
  • Kirim Tulisan
  • KPK
  • Headline
  • Korupsi
  • Purbaya
  • Spill
  • DPR
  • Banjir
  • BMKG
  • sumatera
  • Prabowo Subianto
OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan DuniaOWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia
Font ResizerAa
  • Indeks Berita
  • Baca ulang
  • Koleksi
  • Eksplor
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Hype
  • Ekonomi Bisnis
  • Megapolitan
  • Olahraga
  • Daerah
Search
  • Warga SpillNew
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi Bisnis
  • Hype
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Olahraga
  • Kelola Tulisan
  • Kirim Tulisan
  • Akun Saya
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
© 2025 PT. OWRITE Media Digital.
Home / Siulan hingga Rabaan: Pelecehan Seksual yang Dianggap Sepele Ternyata Bikin Trauma
Nasional

Siulan hingga Rabaan: Pelecehan Seksual yang Dianggap Sepele Ternyata Bikin Trauma

Syifa FauziahIvan OWRITE
Last updated: Januari 16, 2026 8:01 pm
Syifa Fauziah
Ivan
Share
Ketua Perempuan Mahardika, Mutiara Ika Pratiwi
Ketua Perempuan Mahardika, Mutiara Ika Pratiwi (Foto: owrite)
SHARE

Ketua Perempuan Mahardika, Mutiara Ika Pratiwi melihat kasus kekerasan dan pelecehan terhadap perempuan bisa terjadi pada siapa saja. Bukan hanya selebritas tapi juga para pekerja lainnya, termasuk buruh.

Kenapa sih ini bisa terjadi sama siapa saja? Kita perlu melihat pada konteks relasi kuasa. Jadi saya pikir ada sebuah kesamaan ketika kita melihat dunia buruh dan dunia selebritas, karena sama-sama ada relasi kuasa,”

jelas Ika.

Ika menjelaskan yang pertama adalah relasi kuasa berbasis gender, artinya relasi antara peran gender perempuan dan juga peran gender laki-laki.

Dimana dalam masyarakat kita peran gender perempuan lebih timpang, sehingga lebih rentan mendapatkan kekerasan termasuk kekerasan seksual,”

ucapnya.

Sedangkan kalau dalam dunia kerja seperti buruh, relasi kuasanya berbasis hierarki atau jabatan.

Karena ada relasi kuasa yang timpang yang ini bisa berpotensi memunculkan kerentanan pada mereka perempuan,”

sambungnya.

Hasil kajian dari Perempuan Mahadika, pelecehan seksual yang terjadi di dunia buruh garmen berada di level operator dengan pelecehan seksual yang sangat besar.

Satu dari dua orang yang kami kaji itu pernah menjadi korban pelecehan seksual,”

katanya.

Dari hasil kajian tersebut juga ditemukan bentuk pelecehan seksual sendiri ada banyak, seperti ditowel, diraba, bahkan ada yang digendong paksa dan dijadikan seperti mainan.

Yang paling marak itu adalah siulan, kemudian juga diraba, towel, tapi meningkat intensitasnya, jadi tidak ada pelecehan yang skalanya, ini lebih ringan, ini enggak, satu kali tindakan pelecehan, ketika itu dibiarkan, itu akan meningkat intensitasnya, dari yang tidak non-body contact, menjadi bisa non-body contact, atau juga sebaliknya, dari yang dilihat rabaan, tapi ketika itu dilakukan terus, menurut saya itu mengganggu mental,”

terangnya.

Ika mengatakan tingginya kasus pelecehan di dunia kerja karena korban tidak mau melapor, sehingga kejadian tersebut terus berulang.

Kenapa mereka tidak melaporkan? Karena rasa takut, rasa malu, karena masih menganggap itu sebagai sebuah aib, kemudian juga takut kehilangan pekerjaan,”

jelasnya.

Menurutnya hal yang penting dilakukan adalah semua pihak harus bersinergi dan bekerja sama, baik dari korbannya itu sendiri, pemerintah, dan juga dari pengusahanya.

Karena memberantas pelecehan seksual itu tidak bisa dilakukan oleh satu orang atau satu pihak, jadi semuanya harus bersinergi. Mau dari diri perempuannya itu sendiri, sama dari pemerintah tentu saja yang punya kewenangan besar, sumber daya yang besar,”

ucapnya.

Selain itu, perlu juga ada tindakan sosialisasi edukasi tentang apa itu pelecehan. Kegiatan itu harus masif dilakukan dengan skala yang besar.

Kemudian layanan, ketika ada korban harus dipermudah yang sudah diatur dalam Undang-Undang TPKS (Tindak Pidana Kekerasan Seksual).

Semangat One Stop Service Center, jadi bukan korban yang kemana-mana, tapi layanan yang mendatangi korban. Jadi itu harus dipermudah pelaporannya, kemudian perspektif petugas yang menerima laporan,”

pungkasnya.
Tag:kekerasanPelecehanSeksualTrauma
Share This Article
Email Salin Tautan Print
Syifa Fauziah
BySyifa Fauziah
Reporter
Follow:
Seorang jurnalis di OWRITE Media, yang meliput pemberitaan seputar Gaya Hidup dan Entertainment.
Ivan OWRITE
ByIvan
Redaktur
Follow:
Editor senior di OWRITE Media, meliput pemberitaan Politik dan Peristiwa.

BERITA TERKINI

Indeks berita

(Part II) Tarif Meroket, Driver Ojol Nyaris Kolaps “Dicekik” Aplikator, Pemerintah Kemana?

Perubahan Pola Pemesanan Di sisi lain, salah satu perusahaan ojek online terbesar di Indonesia, Gojek memberi tanggapan terkait 'Krisis ojol' yang belakangan yang terjadi di Jakarta dan sekitarnya. Head of…

By
Syifa Fauziah
Amin Suciady
5 Min Read
Pembalap muda Indonesia, Veda Ega Pratama
Olahraga

Veda Ega Cetak Sejarah, Pembalap Indonesia Pertama Naik Podium di Moto3

Pembalap muda Indonesia, Veda Ega Pratama, kembali mencatatkan prestasi membanggakan dengan meraih podium ketiga pada ajang Moto3 Brasil 2026. Balapan tersebut berlangsung di Sirkuit Ayrton Senna pada Minggu 22 Maret…

By
Hadi Febriansyah
Ivan
2 Min Read
Acara GoMudik di Terminal Terpadu Pulogebang, Jakarta
Nasional

(Part I) Tarif Meroket, Driver Ojol Nyaris Kolaps “Dicekik” Aplikator, Pemerintah Kemana?

Sejak beberapa minggu terakhir, banyak masyarakat yang mengeluhkan soal susahnya memesan ojek online (ojol) di Jakarta dan sekitarnya. Di media sosial, fenomena ini disebut 'krisis ojol'. Fenomena 'krisis ojol' ini…

By
Syifa Fauziah
Amin Suciady
7 Min Read

BERITA LAINNYA

Pembangunan Sekolah Rakyat Tahap II di 104 lokasi di seluruh Indonesia
Nasional

Kementerian PU Percepat Pembangunan Sekolah Rakyat Tahap II di 104 Lokasi

Kementerian Pekerjaan Umum (PU) mempercepat pembangunan Sekolah Rakyat Tahap II, yang dilaksanakan…

iren natania longdongIvan OWRITE
By
Iren Natania
Ivan
1 jam lalu
Ilustrasi penumpang yang akan berangkat menggunakan kereta
Nasional

Data Terbaru, Kereta Jadi Favorit Pemudik Lebaran 2026

Kementerian Perhubungan melalui Posko Pusat Angkutan Lebaran Terpadu 2026 mencatat jumlah penumpang…

hadi-febriansyah-owriteIvan OWRITE
By
Hadi Febriansyah
Ivan
4 jam lalu
Sejumlah kendaraan pemudik melaju perlahan saat penerapan sistem satu arah di Jalan Tol Trans Jawa ruas Semarang-Batang, Semarang, Jawa Tengah
Nasional

Antisipasi Kemacetan, Kakorlantas Imbau Pemudik Tak Pulang Bersamaan di Puncak Arus Balik 24 Maret

Kepala Korps Lalu Lintas (Kakorlantas) Polri, Agus Suryo Nugroho, mengimbau masyarakat agar…

hadi-febriansyah-owriteIvan OWRITE
By
Hadi Febriansyah
Ivan
5 jam lalu
Ilustrasi penumpang melalui kapal penyebrangan ASDP
Nasional

Antisipasi Arus Balik, Pemerintah Siapkan Skema Baru di Pelabuhan

Menteri Perhubungan, Dudy Purwagandhi, bergerak cepat melakukan evaluasi sejumlah titik krusial setelah…

hadi-febriansyah-owriteIvan OWRITE
By
Hadi Febriansyah
Ivan
7 jam lalu
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x

Your Reading Dose, Right Here:
Tetap terhubung dengan berita terkini dan informasi terkini secara langsung. Dari politik dan teknologi hingga hiburan dan lainnya, kami menyediakan liputan langsung yang dapat Anda andalkan, menjadikan kami sumber berita tepercaya.

Info lainnya

  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
FacebookLike
InstagramFollow
YoutubeSubscribe
TiktokFollow
© PT. OWRITE Media Digital. All Rights Reserved.
OWRITE Logo OWRITE Dark Background Logo 2x
Everything's gonna be owrite!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?

Not a member? Sign Up