Dengan menggunakan situs ini, kamu menyetujui Kebijakan Privasi and Ketentuan Penggunaan OWRITE.
Accept
Sabtu, 8 Agu 2026
Linkbio
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum
  • Ekbis
  • WARGA SPILLNew
  • Sefruit
  • Lainnya
    • Hype
    • Internasional
    • Megapolitan
    • Daerah
Sign In
  •   ❍
  • Indeks Berita
  • Akun saya
  • Kirim Tulisan
  • Jadwal Piala Dunia
  • Headline
  • KPK
  • Sepak Bola
  • DPR
  • Korupsi
  • prabowo
  • MBG
  • Piala Dunia 2026
  • Purbaya
  • Prabowo Subianto
OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan DuniaOWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia
Font ResizerAa
  • Indeks Berita
  • Baca ulang
  • Koleksi
  • Eksplor
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Hype
  • Ekonomi Bisnis
  • Megapolitan
  • Olahraga
  • Daerah
Search
  • Warga SpillNew
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi Bisnis
  • Hype
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Olahraga
  • Kelola Tulisan
  • Kirim Tulisan
  • Akun Saya
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
© 2025 PT. OWRITE Media Digital.
Home / Nasional / (Part I) Negara Tanpa Sinyal Internet: Guncangan Birokrasi dan Ketahanan Ekonomi Pasar
Nasional

(Part I) Negara Tanpa Sinyal Internet: Guncangan Birokrasi dan Ketahanan Ekonomi Pasar

owrite-adi-briantikaAmin-Suciady-Owrite
Last updated: Januari 26, 2026 7:26 am
By
Adi Briantika
owrite-adi-briantika
ByAdi Briantika
Asred
Seorang jurnalis di OWRITE, yang meliput isu nasional, politik, hukum dan kriminal.
Follow:
Amin Suciady
Amin-Suciady-Owrite
ByAmin Suciady
Redaktur Pelaksana
Amin Suciady adalah jurnalis di OWRITE yang meliput politik, hukum, ekonomi, dan peristiwa. Ia juga dikenal sebagai peneliti sejarah lokal Jakarta — diwujudkan lewat dua bukunya,...
Follow:
6 bulan lalu
Share
gambar ilustrasi perang dunia III
Gambar ilustrasi Perang Dunia III. (gambar dibuat oleh AI)
SHARE

If the internet suddenly goes down everywhere, listen carefully. No social media, no news, no GPS, no banks. When that happens, you won’t be able to search for what to do, so take this information now, because once the signal is gone, you will be on your own.”

Begitu mukadimah dari sebuah video yang beredar di media sosial. Tayangan itu menekankan dampak “jika internet mati total”.

Daftar isi Konten
  • Internet Bukan Lagi Pelengkap, Tapi Fondasi Negara
  • Internet Mati, Ekonomi Ikut Tumbang

No messages, no updates, no explanations. Within minutes, panic will start. People will rush to ATMs that don’t work. Digital payments will not work. Everything is digital, everything will stop.”

Kekhawatiran perang ini juga membuat eks Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), mengungkapkan bahwa selama tiga tahun terakhir ia mencermati perkembangan dunia, terutama dinamika global yang semakin intens dalam beberapa bulan terakhir.

Melalui unggahan di media sosial X, ia mengatakan dengan latar belakang panjang di bidang geopolitik, perdamaian, dan keamanan internasional, SBY mengaku sulit menepis rasa cemas terhadap situasi saat ini.

Cemas dan khawatir kalau sesuatu yang buruk akan terjadi. Cemas kalau dunia mengalami prahara besar. Apalagi kalau prahara besar itu adalah Perang Dunia Ketiga,”

kata dia.

SBY menegaskan bahwa meskipun perang dunia masih bisa dicegah, waktu dan ruang untuk melakukan pencegahan itu semakin terbatas.

Tapi, day by day, ruang dan waktu untuk mencegahnya menjadi semakin sempit.”

kata dia.

Bayangan mengenai dunia yang tiba-tiba kehilangan akses internet seringkali hanya dikaitkan dengan ketidakmampuan mengakses media sosial atau hiburan digital.

Internet Bukan Lagi Pelengkap, Tapi Fondasi Negara

Namun, pakar keamanan siber sekaligus Chairman CISSReC Pratama Persadha, mengingatkan bahwa skenario tersebut memiliki implikasi yang jauh lebih mengerikan: sebuah guncangan sistemik terhadap peradaban modern.

Dalam tanggapannya perihal skenario hipotetis “dunia tanpa internet”, Pratama menyatakan internet saat ini bukan lagi sekadar pelengkap, melainkan fondasi utama kehidupan bernegara dan bermasyarakat.

Dari sudut pandang keamanan siber, internet bukan hanya sarana komunikasi, tetapi telah menjadi tulang punggung infrastruktur kritis negara, penggerak ekonomi, serta medium utama interaksi sosial dan politik,”

kata Pratama kepada owrite.

Kehilangan internet bakal memicu efek domino yang luas dan kompleks, jauh melampaui bayangan sekadar tidak bisa mengakses media sosial atau layanan digital. Dampak pertama dan paling vital akan dirasakan oleh negara.

Hilangnya internet akan memaksa pemerintah kembali ke “zaman batu” birokrasi, sistem administrasi modern yang mengandalkan basis data terpusat akan runtuh.

Hampir seluruh proses administrasi modern, mulai dari pengelolaan data kependudukan, sistem pajak, layanan kesehatan, hingga koordinasi antar lembaga negara, bergantung pada konektivitas digital. Tanpa internet, negara dipaksa kembali pada sistem manual yang lambat, rentan kesalahan, dan sulit diawasi.

Dalam konteks keamanan nasional, sistem pertahanan dan intelijen juga akan kehilangan salah satu instrumen utamanya dalam deteksi dini ancaman, pertukaran informasi cepat, serta analisis data skala besar.

Negara yang tidak siap menghadapi kondisi ini akan mengalami penurunan kapasitas pengambilan keputusan secara drastis, terutama dalam situasi krisis,”

jelas Pratama.

Internet Mati, Ekonomi Ikut Tumbang

Kemudian, perekonomian juga masuk ke dalam situasi suram. Internet yang selama ini menjadi “jalan tol” bagi transaksi global yang bergerak dalam hitungan detik, jika terputus, akan memicu kelumpuhan total pada sistem perbankan dan rantai pasok.

Dampak terhadap perekonomian akan terasa sangat signifikan. Internet telah menyatukan pasar global, memungkinkan transaksi lintas negara, perdagangan elektronik, serta sistem keuangan digital yang bergerak dalam hitungan detik. Tanpa internet, rantai pasok akan terganggu, sistem perbankan modern lumpuh, dan aktivitas ekonomi melambat secara ekstrem,”

ujar dia.

Bahkan UMKM yang selama ini bergantung pada platform digital bisa kehilangan akses pasar, sementara industri berbasis teknologi hampir tidak dapat beroperasi.

Negara berpotensi mengalami resesi mendalam karena produktivitas turun dan biaya operasional melonjak akibat kembali ke proses konvensional,”

tegas Pratama.

Bagi masyarakat atau rakyat, ketiadaan internet dapat mengubah pola hidup secara fundamental. Akses terhadap informasi menjadi terbatas dan tersentralisasi, sehingga membuka ruang lebih besar bagi disinformasi versi lama yang disebarkan dari mulut ke mulut atau melalui media tradisional yang terbatas.

Pendidikan akan mengalami kemunduran karena hilangnya sumber belajar daring, kelas jarak jauh, dan akses jurnal ilmiah global. Bagi generasi muda yang tumbuh di era digital, kondisi ini dapat menimbulkan disorientasi sosial dan psikologis lantaran terputusnya ruang interaksi yang selama ini mereka kenal.

Sementara dalam aspek sosial dan budaya, dunia tanpa internet akan mempersempit ruang ekspresi dan partisipasi publik. Media sosial, meskipun sering menuai kritik, telah menjadi ruang baru bagi masyarakat untuk bersuara, mengawasi kekuasaan, dan membangun solidaritas lintas wilayah.

Tanpa internet, lanjut Pratama, kontrol informasi akan kembali terpusat pada segelintir institusi, baik negara maupun media besar. Hal ini berpotensi memperlebar jarak antara penguasa dan rakyat serta mempersempit ruang transparansi dan akuntabilitas.

Sementara, dari perspektif keamanan siber ketiadaan internet memang akan menghilangkan sebagian besar kejahatan siber seperti peretasan, penipuan daring, atau pencurian data digital lintas jaringan. Namun, Pratama memperingatkan bahwa ini bukan berarti dunia menjadi lebih aman.

Ancaman akan bergeser ke bentuk lain, seperti penyalahgunaan data secara offline, sabotase fisik terhadap infrastruktur teknologi, serta meningkatnya kejahatan konvensional akibat lemahnya sistem pengawasan dan pencatatan. Keamanan informasi tetap menjadi isu, hanya medium dan metodenya yang berubah,”

tutur Pratama.

Secara lebih luas, dunia tanpa internet akan menandai kemunduran besar dalam kolaborasi global. Penelitian ilmiah, penanganan bencana, isu perubahan iklim, hingga kerja sama keamanan internasional sangat bergantung pada pertukaran data dan komunikasi cepat.

Tanpa internet, dunia akan menjadi lebih terfragmentasi, lambat merespons krisis global, dan cenderung kembali pada kepentingan nasional sempit,”

ujar dia.

Tag:EkonomiindonesiaInternetkeuanganperang duniaSpill
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Salin Tautan
owrite-adi-briantika
ByAdi Briantika
Asred
Follow:
Seorang jurnalis di OWRITE, yang meliput isu nasional, politik, hukum dan kriminal.
Amin-Suciady-Owrite
ByAmin Suciady
Redaktur Pelaksana
Follow:
Amin Suciady adalah jurnalis di OWRITE yang meliput politik, hukum, ekonomi, dan peristiwa. Ia juga dikenal sebagai peneliti sejarah lokal Jakarta — diwujudkan lewat dua bukunya, Toponimi Jakarta Barat dan Toponimi Jakarta Timur, yang mendokumentasikan asal-usul nama wilayah dan jejak budaya ibu kota.
Trending di OWRITE
Wasit Jadi Sorotan! Keputusan VAR di Laga Indonesia vs Singapura Tuai Polemik
By Hadi Febriansyah
Pesepak bola Timnas Indonesia berfoto bersama sebelum laga melawan Timnas Kamboja pada pertandingan Grup A ASEAN Championship atau Piala AFF 2026 di Stadion Gelora Pakansari, Kabupaten Bogor, Jawa Barat
1
Enam Lantai Gedung Bapenda DKI Terbakar, Titik Awal Api Masih Misterius
By Rika Pangesti
Petugas Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) Jakarta bersiap memadamkan kobaran api yang membakar Gedung Badang Pendapatan Daerah (Bapenda) DKI Jakarta di Jalan Abdul Muis, Jakarta
2
Bukan Wasit Elite AFC, Ini Fakta Mohammed Khalfan Salim Pimpin Laga Indonesia vs Singapura
By Hadi Febriansyah
Pesepak bola Timnas Indonesia berfoto bersama sebelum laga melawan Timnas Kamboja pada pertandingan Grup A ASEAN Championship atau Piala AFF 2026 di Stadion Gelora Pakansari, Kabupaten Bogor, Jawa Barat
3
John Herdman Buka Suara Usai Indonesia Tersingkir, Tolak Salahkan Wasit!
By Hadi Febriansyah
Pelatih Timnas Indonesia John Herdman bersiap memimpin anak latihnya melawan Timnas Kamboja pada pertandingan Grup A ASEAN Championship atau Piala AFF 2026 di Stadion Gelora Pakansari, Kabupaten Bogor, Jawa Barat
4
Praperadilan Febrie Dimulai 18 Agustus, Pengacara Klaim Kantongi Sembilan Kejanggalan
By Rika Pangesti
Eks Jampidsus Febrie Adriansyah ditahan usai diperiksa sebagai tersangka.
5

BERITA LAINNYA

Sejumlah petugas mengemas makanan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di salah satu dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) milik Polres Aceh Barat, Aceh
Nasional

950 Dapur MBG Diduga Tak Higienis dan Sanitasi Tak Layak

Badan Gizi Nasional (BGN) menemukan sekitar 950 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG)…

Rika PangestiIvan OWRITE
By
Rika Pangesti
Ivan Syahruna Lubis
3 jam lalu
Anggota DPR RI Abdullah
Nasional

Kasus Yurizal Viral, DPR Desak Kemenkes Benahi Sistem Komunikasi Pelayanan Pasien

Kasus pasien BPJS Kesehatan, Yurizal Tri Chaerawan yang viral di media sosial…

Rika PangestiIvan OWRITE
By
Rika Pangesti
Ivan Syahruna Lubis
8 jam lalu
Siswa menyantap Makan Bergizi Gratis (MBG) di SD Negeri 106162, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara
Nasional

Anak Sering Bawa Pulang MBG untuk Ibunya, BGN Kini Perketat Larangan

Program Makan Bergizi Gratis (MBG) ternyata tak selalu habis disantap anak-anak di…

Rika PangestiIvan OWRITE
By
Rika Pangesti
Ivan Syahruna Lubis
10 jam lalu
Direktur Eksekutif Amnesty International Indonesia Usman Hamid
Nasional

Orang Ditangkap soal Konten Pidato Prabowo, Amnesty: Negara Kembali Blunder

Amnesty International Indonesia mengecam penangkapan dua orang warga di Jawa Barat yang…

Rika PangestiIvan OWRITE
By
Rika Pangesti
Ivan Syahruna Lubis
11 jam lalu
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x

Your Reading Dose, Right Here:
Tetap terhubung dengan berita terkini dan informasi terkini secara langsung. Dari politik dan teknologi hingga hiburan dan lainnya, kami menyediakan liputan langsung yang dapat Anda andalkan, menjadikan kami sumber berita tepercaya.

Info lainnya

  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
FacebookLike
InstagramFollow
YoutubeSubscribe
TiktokFollow
© PT. OWRITE Media Digital. All Rights Reserved.
OWRITE Logo OWRITE Dark Background Logo 2x
Everything's gonna be owrite!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?

Not a member? Sign Up