Dengan menggunakan situs ini, kamu menyetujui Kebijakan Privasi and Ketentuan Penggunaan OWRITE.
Accept
Rabu, 24 Jun 2026
Linkbio
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum
  • Ekbis
  • WARGA SPILLNew
  • Sefruit
  • Lainnya
    • Hype
    • Internasional
    • Megapolitan
    • Daerah
Sign In
  •   ❍
  • Indeks Berita
  • Akun saya
  • Kirim Tulisan
  • Jadwal Piala Dunia
  • Headline
  • KPK
  • Korupsi
  • Sepak Bola
  • DPR
  • Purbaya
  • MBG
  • prabowo
  • iran
  • Prabowo Subianto
OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan DuniaOWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia
Font ResizerAa
  • Indeks Berita
  • Baca ulang
  • Koleksi
  • Eksplor
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Hype
  • Ekonomi Bisnis
  • Megapolitan
  • Olahraga
  • Daerah
Search
  • Warga SpillNew
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi Bisnis
  • Hype
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Olahraga
  • Kelola Tulisan
  • Kirim Tulisan
  • Akun Saya
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
© 2025 PT. OWRITE Media Digital.
Home / Olahraga / (Part I) Liga 4 Brutal Penuh kekerasan: Saat Impian jadi Pemain Profesional Dibayangi jadi Penghuni “Kuburan”
Olahraga

(Part I) Liga 4 Brutal Penuh kekerasan: Saat Impian jadi Pemain Profesional Dibayangi jadi Penghuni “Kuburan”

hadi-febriansyah-owriteAmin-Suciady-Owrite
Last updated: Januari 30, 2026 7:24 pm
By
Hadi Febriansyah
hadi-febriansyah-owrite
ByHadi Febriansyah
Reporter
Jurnalis OWRITE yang meliput pemberitaan seputar dunia Olahraga mulai dari Sepak Bola, hingga Bulu Tangkis.
Follow:
Amin Suciady
Amin-Suciady-Owrite
ByAmin Suciady
Redaktur Pelaksana
Amin Suciady adalah jurnalis di OWRITE yang meliput politik, hukum, ekonomi, dan peristiwa. Ia juga dikenal sebagai peneliti sejarah lokal Jakarta — diwujudkan lewat dua bukunya,...
Follow:
5 bulan lalu
Share
Insiden tendangan kungfu di Liga 4 Jawa Timur, pada laga Putra Jaya Kabupaten Pasuruan melawan Perseta 1970 Tulungagung di putaran 32 besar Grup CC Liga 4 PSSI Jatim, Stadion Gelora Bangkalan, Senin, 5 Januari 2026. (Dokumen istimewa)
Insiden tendangan kungfu di Liga 4 Jawa Timur, pada laga Putra Jaya Kabupaten Pasuruan melawan Perseta 1970 Tulungagung di putaran 32 besar Grup CC Liga 4 PSSI Jatim, Stadion Gelora Bangkalan, Senin, 5 Januari 2026. (Dokumen istimewa)
SHARE

Kekerasan, anarkisme, dan aksi vandalisme kembali mencoreng kompetisi Liga 4. Fenomena ini bukan kejadian baru, melainkan masalah berulang yang hampir muncul setiap tahun di kasta terbawah sepak bola Indonesia.

Daftar isi Konten
  • Tindakan Tegas Wajib Tanpa Kecuali
  • PSSI Diminta Ambil Alih Kendali Liga 4

Ironisnya, persoalan serius ini seolah belum menjadi perhatian utama federasi sepak bola nasional, PSSI Pusat.

Banyak pihak menilai, karena Liga 4 berada di level terendah dalam struktur kompetisi nasional, turnamen ini kerap dianggap bukan prioritas.

Minim sorotan publik dan rendahnya nilai komersial membuat Liga 4 berjalan sekadarnya, tanpa standar profesional yang memadai.

Salah satu pengamat sepak bola Indonesia, Akmal Marhali, mengatakan hal ini sangat berbeda dengan liga profesional di atasnya. Menang Liga 4 tidak sepenuhnya berada di bawah kendali langsung PSSI Pusat.

Kompetisi ini lebih banyak dikelola oleh PSSI daerah mulai dari asosiasi kota, kabupaten, hingga provinsi dan baru tersambung ke federasi pusat pada level nasional.

Kondisi ini membuat banyak aspek krusial jauh dari kata profesional. Permainan keras, tekel brutal, hingga aksi yang berpotensi mengancam nyawa pemain kerap terjadi di lapangan. Tak berlebihan jika Liga 4 kerap disebut lebih mirip arena MMA ketimbang kompetisi sepak bola,”

kata Akmal kepada owrite.id.

Dengan aadanya hal seperti ini, sangat jelas terlihat wajah buram sepak bola Indonesia di level akar rumput. Hal ini juga sekaligus mejadi salah satu alasan mengapa pembinaan sepak bola nasional dinilai stagnan.

Tindakan Tegas Wajib Tanpa Kecuali

Senada dengan Akmal Marhali, pengamat sepak bola lainnya, Kesit Handoyo menilai pelaksanaan Liga 4 harus diawasi secara ketat oleh PSSI karena masih banyak insiden yang mencederai nilai fair play. Pelanggaran tidak hanya dilakukan oleh pemain, tetapi juga melibatkan ofisial, wasit, hingga penonton.

Lebih lanjut, Kesit mengatakan tindakan tegas wajib diberikan kepada siapa pun yang bertindak brutal. Kasus-kasus kekerasan yang terjadi di Jawa Timur dan Daerah Istimewa Yogyakarta seharusnya sudah cukup menjadi peringatan bagi seluruh peserta Liga 4.

Penerapan sanksi berat, termasuk hukuman larangan seumur hidup, merupakan langkah yang tepat untuk menimbulkan efek jera. Sepak bola Indonesia tidak membutuhkan pemain-pemain brutal. Masih banyak pemain lain yang menjunjung tinggi sportivitas dan nilai fair play di lapangan,”

kata Kesit kepada owrite.id.

Tidak sampai disitu saja, Kesit juga menambahkan Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, juga perlu memberi perhatian serius pada kompetisi di level bawah, tidak hanya fokus pada kompetisi kasta atas.

Liga 4 merupakan fondasi utama piramida kompetisi sepak bola Indonesia. Jika fondasi ini rapuh, maka mustahil membangun sepak bola nasional yang sehat dan berkelanjutan.

PSSI Diminta Ambil Alih Kendali Liga 4

Hingga saat ini, Liga 4 hingga kini belum mendapatkan perhatian serius dalam aspek pengelolaan, baik dari sisi manajemen waktu, finansial, hingga profesionalisme klub. Situasi ini membuat pelaksanaan kompetisi berjalan tanpa arah yang jelas.

Ke depan, PSSI dinilai harus mengambil peran jauh lebih besar dalam memproyeksikan Liga 4. Dibutuhkan pedoman teknis yang seragam dan mengikat bagi seluruh Asprov agar standar kompetisi tidak berbeda-beda.

Dengan adanya acuan yang jelas, setiap pelanggaran—mulai dari tekel keras, tindakan brutal yang mencederai lawan, hingga aksi yang membahayakan nyawa—dapat langsung dijatuhi sanksi tegas dan berat.

Tag:Headlineliga 4olahragaPSSISepak BolaSpill
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Salin Tautan
hadi-febriansyah-owrite
ByHadi Febriansyah
Reporter
Follow:
Jurnalis OWRITE yang meliput pemberitaan seputar dunia Olahraga mulai dari Sepak Bola, hingga Bulu Tangkis.
Amin-Suciady-Owrite
ByAmin Suciady
Redaktur Pelaksana
Follow:
Amin Suciady adalah jurnalis di OWRITE yang meliput politik, hukum, ekonomi, dan peristiwa. Ia juga dikenal sebagai peneliti sejarah lokal Jakarta — diwujudkan lewat dua bukunya, Toponimi Jakarta Barat dan Toponimi Jakarta Timur, yang mendokumentasikan asal-usul nama wilayah dan jejak budaya ibu kota.
Trending di OWRITE
Geger Pengakuan BEM UBK soal Duit Demo, Gibran Diminta Buka Fakta Sebenarnya, Berani?
By Hardani Triyoga
Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka (tengah) berbincang dengan perwakilan mahasiswa pengunjuk rasa usai pertemuan di Istana Wakil Presiden, Jakarta, Senin (15/6/2026).
1
Sadis Aniaya Pacar, Taufik Akan Diperiksa Kejiwaan dan Ditahan di Sel Khusus
By Rahmat Baihaqi
Petugas menggiring tersangka kasus dugaan penyekapan dan penganiayaan berat Taufik Hidayat (tengah) setibanya di Polda Jabar, Bandung.
2
Harga Gas Industri Meroket, DPR Turun Tangan Usai 55 Ribu Buruh Terancam PHK
By Rika Pangesti
Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco (kedua kanan) dan Cucun Ahmad Syamsurijal (kanan) tiba untuk menyampaikan keterangan pers terkait potongan komisi untuk layanan ojek online (ojol) di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta
3
2 Peserta SPPI Kopdes dan Kampung Nelayan Meninggal saat Latihan Militer, Begini Penjelasan Kemhan
By Rahmat Baihaqi
Gedung Koperasi Merah Putih Kelurahan Baruga yang telah rampung dibangun di Kendari, Sulawesi Tenggara
4
Prabowo Ungkap Ciri Koruptor: Biasanya Orang Pintar Tahu Cara Mencuri
By Rahmat Baihaqi
Presiden Prabowo hadir dalam Puncak Pekan Nasional Petani Nelayan, di Gorontalo, 24 Juni 2026.
5

BERITA LAINNYA

Paraguay jadi salah satu tim yang jadi korban jersey sobek di Piala Dunia 2026
Olahraga

Heboh di Piala Dunia 2026! Jersey Pemain Berulang Kali Robek, Ini Penyebabnya

Piala Dunia 2026 semakin memanas memasuki penghujung fase grup. Sejumlah tim unggulan…

hadi-febriansyah-owriteIvan OWRITE
By
Hadi Febriansyah
Ivan Syahruna Lubis
8 jam lalu
Presiden Amerika Serikat, Donald Trump.
Olahraga

Alasan Donald Trump Belum Muncul Langsung di Piala Dunia 2026 Akhirnya Terkuak

Piala Dunia 2026 sudah memasuki penghujung fase grup dan menjadi sorotan dunia.…

hadi-febriansyah-owriteHardani Triyoga
By
Hadi Febriansyah
Hardani Triyoga
9 jam lalu
Selebrasi Cristiano Ronaldo bersama pemain lain usai Portugal menang telak 5-0 atas Uzbekistan
Olahraga

Bukan Messi yang Dikejar Ronaldo, Martinez Ungkap Fakta Sebenarnya

Cristiano Ronaldo akhirnya berhasil “pecah telur” di Piala Dunia 2026 setelah mencetak…

hadi-febriansyah-owriteIvan OWRITE
By
Hadi Febriansyah
Ivan Syahruna Lubis
9 jam lalu
Cristiano Ronaldo akhirnya berhasil membuka keran golnya di ajang Piala Dunia 2026
Olahraga

Ditanya Soal Persaingan dengan Messi, Ronaldo Malah Buang Muka

Cristiano Ronaldo akhirnya berhasil membuka keran golnya di ajang Piala Dunia 2026.…

hadi-febriansyah-owriteIvan OWRITE
By
Hadi Febriansyah
Ivan Syahruna Lubis
10 jam lalu
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x

Your Reading Dose, Right Here:
Tetap terhubung dengan berita terkini dan informasi terkini secara langsung. Dari politik dan teknologi hingga hiburan dan lainnya, kami menyediakan liputan langsung yang dapat Anda andalkan, menjadikan kami sumber berita tepercaya.

Info lainnya

  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
FacebookLike
InstagramFollow
YoutubeSubscribe
TiktokFollow
© PT. OWRITE Media Digital. All Rights Reserved.
OWRITE Logo OWRITE Dark Background Logo 2x
Everything's gonna be owrite!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?

Not a member? Sign Up