Majelis Ulama Indonesia (MUI) akan melebarkan fungsi dan tugasnya dengan menggandeng pihak Kepolisian Republik Indonesia, dimana nantinya anggota MUI akan dilatih menjadi personel yang siap dalam menghadapi bencana melalui Muslim Disaster Rescue (MDR).
Hal itu diungkapkan Wakil Ketua Umum MUI, Marsudi Syuhud saat melakukan audiensi dengan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, di Gedung Utama Mabes Polri, Jakarta Selatan, Kamis, 5 Februari 2026.
Marsudi menyebutkan, unit tanggap bencana yang dibentuk ini, diharapkan dapat meringankan dan membantu masyarakat yang terkena musibah bencana.
Dalam hal ini Marsudi juga meminta Jenderal Sigit, agar Polri dapat melatih anggota MDR tersebut.
Kita mengharapkan bisa kerja sama antara Majelis Ulama Indonesia dengan Bapak Kapolri, dengan Kepolisian Republik Indonesia, untuk membuat satu tim rescue yang telah didirikan MUI,”
kata Marsudi.
Lanjut Marsudi, nanti kerja sama ini akan dituangkan kedalam Nota Memorandum of Understanding (MoU).
Sementara itu, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menyambut baik rencana MUI, yang akan membentuk personel tanggap bencana.
Menurutnya dalam menjaga situasi ketertiban dan keamanan masyarakat agar tetap kondusif, dibutuhkan sinegritas dari seluruh elemen masyarakat.
Tentunya kita akan tindak lanjuti dengan hal-hal yang sifatnya lebih teknis, apakah itu latihan dan hal-hal lain yang diperlukan untuk menindaklanjuti MoU ataupun kerja sama yang akan kita laksanakan,”
ujarnya.
Dalam kesempatan itu, Kapolri juga menyebutkan pihaknya akan menempatkan sejumlah personel dalam acara pengukuhan pengurus Dewan Pimpinan Pusat Majelis Ulama Indonesia, periode 2025-2030 yang akan digelar pada Sabtu, 7 Februari 2026 mendatang.
Sekali lagi kami mengucapkan selamat dan sukses untuk kepengurusan Majelis Ulama Indonesia yang baru,”
tambah Sigit.



