Dengan menggunakan situs ini, kamu menyetujui Kebijakan Privasi and Ketentuan Penggunaan OWRITE.
Accept
Jumat, 10 Jul 2026
Linkbio
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum
  • Ekbis
  • WARGA SPILLNew
  • Sefruit
  • Lainnya
    • Hype
    • Internasional
    • Megapolitan
    • Daerah
Sign In
  •   ❍
  • Indeks Berita
  • Akun saya
  • Kirim Tulisan
  • Jadwal Piala Dunia
  • Headline
  • KPK
  • Sepak Bola
  • DPR
  • Korupsi
  • prabowo
  • Purbaya
  • MBG
  • Piala Dunia 2026
  • iran
OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan DuniaOWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia
Font ResizerAa
  • Indeks Berita
  • Baca ulang
  • Koleksi
  • Eksplor
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Hype
  • Ekonomi Bisnis
  • Megapolitan
  • Olahraga
  • Daerah
Search
  • Warga SpillNew
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi Bisnis
  • Hype
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Olahraga
  • Kelola Tulisan
  • Kirim Tulisan
  • Akun Saya
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
© 2025 PT. OWRITE Media Digital.
Home / Kesehatan / Kemenkes Finalisasi RAN Demam Berdarah 2026–2029
Kesehatan

Kemenkes Finalisasi RAN Demam Berdarah 2026–2029

Syifa FauziahIvan OWRITE
Last updated: Februari 10, 2026 4:15 pm
By
Syifa Fauziah
Syifa Fauziah
BySyifa Fauziah
Reporter
Seorang jurnalis di OWRITE Media, yang meliput pemberitaan seputar Gaya Hidup dan Entertainment.
Follow:
Ivan Syahruna Lubis
Ivan OWRITE
ByIvan Syahruna Lubis
Redaktur
Editor berita di OWRITE Media, meliput pemberitaan gaya hidup dan Peristiwa.
Follow:
5 bulan lalu
Share
Ilustrasi nyamuk demam berdarah
Ilustrasi nyamuk demam berdarah (Foto: Freepik)
SHARE

Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI tengah memfinalisasi Rencana Aksi Nasional (RAN) Pengendalian Dengue periode 2026–2029.

Daftar isi Konten
  • Integrasi Lingkungan, Vektor, dan Manusia
  • Kolaborasi ASEAN dan Tantangan Daerah

Langkah strategis ini diambil sebagai respons terhadap tantangan urbanisasi dan perubahan iklim yang kian nyata, sekaligus upaya mengejar target global “Nol Kematian akibat Dengue pada tahun 2030” (Zero Dengue Deaths by 2030).

Direktur Jenderal Penanggulangan Penyakit (P2) Kemenkes RI, dr. Murti Utami, menegaskan bahwa pengalaman selama ini membuktikan intervensi tunggal tidak lagi cukup untuk membendung penyebaran dengue.

Urbanisasi yang tinggi, perubahan iklim, dan peningkatan mobilitas masyarakat menuntut pendekatan yang lebih terintegrasi dan preventif. Kita harus memadukan surveilans yang kuat, pelibatan masyarakat, kolaborasi lintas sektor, dan inovasi berkelanjutan agar selangkah lebih maju dari penyakit ini (Dengue),”

ujar Murti dalam keterangan resminya, Selasa 10 Februari 2026.

Pertemuan ini dihadiri oleh pejabat tinggi kementerian kesehatan se-ASEAN, Sekretariat ASEAN, WHO, pemerintah daerah, sektor swasta, dan para ahli, yang sepakat untuk menyusun rekomendasi kebijakan terintegrasi demi melindungi sekitar 670 juta penduduk ASEAN dari ancaman demam berdarah.

Empat Pilar Utama Pengendalian Dengue sebagai implementasi dari pendekatan terintegrasi tersebut, RAN 2026–2029 akan berfokus pada empat pilar utama:

  1. Meningkatkan deteksi dini dan diagnosis kasus agar penanganan dapat dilakukan sesegera mungkin.
  2. Memperkuat tata laksana klinis dan sistem rujukan untuk menekan risiko kematian.
  3. Memajukan pencegahan terintegrasi yang mencakup pengendalian vektor (nyamuk), pemanfaatan inovasi teknologi seperti Wolbachia, strategi vaksinasi, serta komunikasi risiko yang efektif kepada masyarakat.
  4. Memperkuat sistem surveilans terpadu dan peringatan dini (early warning system) untuk memastikan respons cepat saat terjadi wabah.

Seluruh upaya dalam empat pilar ini akan ditopang oleh tata kelola yang kuat, pembiayaan yang berkelanjutan, kemitraan strategis, serta riset dan inovasi yang terus-menerus,”

tambah Dirjen Murti Utami.

Integrasi Lingkungan, Vektor, dan Manusia

Melengkapi pilar tersebut, Direktur Penyakit Menular, Prima Yosephine, menekankan pentingnya integrasi dalam pelaksanaan di lapangan.

Menurutnya, pencegahan tidak boleh hanya fokus pada satu aspek.

Kita harus mengontrol lingkungannya, vektor nyamuknya, dan manusianya melalui vaksin. Ketiganya harus jalan bersamaan secara komprehensif. Jangan sampai kita bicara vaksin tapi lingkungannya dibiarkan kumuh,”

tegas Prima.

Terkait inovasi, pemerintah berkomitmen melanjutkan program nyamuk ber-Wolbachia yang saat ini berjalan di lima kota.

Evaluasi dari wilayah ini akan menjadi sasaran untuk perluasan secara bertahap ke 20 hingga 100 kota di masa depan.

Sedangkan untuk vaksinasi, Kemenkes terus mendorong komitmen pemerintah daerah untuk mulai mengadopsi vaksin dengue secara mandiri di wilayah masing-masing.

Kolaborasi ASEAN dan Tantangan Daerah

Strategi 4 pilar ini juga menjadi bahan diskusi dalam forum regional ini yang melibatkan negara-negara ASEAN.

Kepala Badan Kebijakan Pembangunan Kesehatan, Asnawi Abdullah, menyebut kolaborasi antarnegara sangat penting mengingat dengue adalah masalah kesehatan masyarakat yang melintasi batas negara.

Namun, tantangan terbesar tetap ada pada sinergi di dalam negeri. Ketua KOBAR (Fight Dengue Joint Coalition), Suir Syam mengingatkan bahwa peran pemerintah daerah dan masyarakat sangat krusial.

Mengingat angka kesakitan di Indonesia masih tinggi, tidak mungkin pemerintah pusat bekerja sendiri. Masyarakat dan pemerintah daerah harus bergerak bersama untuk mencegah dengue sejak dari sumbernya,”

pungkas dr. Suir Syam.
Tag:Demam BerdarahFinalisasiKemenkesKolaborasi ASEANProgram NyamukRencana Aksi Nasional
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Salin Tautan
Syifa Fauziah
BySyifa Fauziah
Reporter
Follow:
Seorang jurnalis di OWRITE Media, yang meliput pemberitaan seputar Gaya Hidup dan Entertainment.
Ivan OWRITE
ByIvan Syahruna Lubis
Redaktur
Follow:
Editor berita di OWRITE Media, meliput pemberitaan gaya hidup dan Peristiwa.
Trending di OWRITE
Polisi, Kejaksaan dan TNI Saling Berhadapan, Presiden Dinilai Gagal dan Wajib Bertanggung Jawab
By Rahmat Tunny
TNI jaga kediaman Jaksa Agung Tindak Pidana Khusus Kejaksaan Agung, Febrie Adriansyah, di Kebayoran Baru, Jakarta, Rabu (8/7/2026).
1
Puluhan Prajurit Jaga Ketat Rumah Jampidsus, Mabes TNI: Permintaan Institusi Kejaksaan
By Rahmat Baihaqi
TNI jaga kediaman Jaksa Agung Tindak Pidana Khusus Kejaksaan Agung, Febrie Adriansyah, di Kebayoran Baru, Jakarta, Rabu (8/7/2026).
2
Ketua MPR Jadi Utusan Presiden ke Iran, Ada Paradoks Konstitusi di Era Prabowo
By Rika Pangesti
Pakar hukum tata negara sekaligus Pengajar Sekolah Tinggi Hukum Jentera, Bivitri Susanti
3
Rakyat Sering Dipermainkan Elit Parpol Saat Pilpres, Capres-Cawapres Dibatasi Sesuka Hati
By Rahmat Tunny
Ilsutrasi para Ketua umum Partai duduk berdiskusi.
4
Geledah Kafe dan Money Changer di Jaksel, Polisi Angkut Dolar Korupsi Rp67,2 Miliar
By Rahmat Baihaqi
Tim gabungan Polri berada di dekat barang bukti usai menggeledah salah satu kafe di kawasan Cipete, Jakarta, Rabu (8/7/2026).
5

BERITA LAINNYA

Indonesia-Tiongkok Kembangkan Vaksin Dengue mRNA
Kesehatan

Kemenkes Kembangkan Vaksin DBD Berbasis mRNA, Berpotensi Jadi yang Pertama di Dunia

Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menghadirkan Vaksin Dengue Tetravalen Berbasis mRNA untuk mengurangi kasus…

Syifa FauziahIvan OWRITE
By
Syifa Fauziah
Ivan Syahruna Lubis
12 jam lalu
Ilustrasi seorang wanita saat makan sesudah mandi
Kesehatan

Mandi Habis Makan Berbahaya? Fakta atau Cuma Mitos? Begini Penjelasan Ilmiahnya!

Pernah nggak, habis makan kenyang terus hawanya pengen langsung mandi biar badan…

Ani RatnasariIvan OWRITE
By
Ani Ratnasari
Ivan Syahruna Lubis
1 hari lalu
Anomali suhu muka laut Indonesia Dasarian III Juni 2026
Kesehatan

El Nino Tingkatkan Risiko ISPA hingga Stroke, Epidemiolog Ingatkan Bahaya Polusi Udara

Epidemiolog dan peneliti Indonesia dari Universitas Griffith, Australia, dr. Dicky Budiman, M.Sc.PH, mengatakan…

Syifa FauziahAmin-Suciady-Owrite
By
Syifa Fauziah
Amin Suciady
2 hari lalu
Ilustrasi dokter
Kesehatan

Daerah Masih Dibiarkan Kekurangan Dokter, Pemerintah Harus Benahi Tata Kelola Nakes

Anggota Komisi IX DPR RI Netty Prasetiyani Aher mengingatkan, persoalan layanan kesehatan…

Rahmat Tunny OWRITEAmin-Suciady-Owrite
By
Rahmat Tunny
Amin Suciady
2 hari lalu
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x

Your Reading Dose, Right Here:
Tetap terhubung dengan berita terkini dan informasi terkini secara langsung. Dari politik dan teknologi hingga hiburan dan lainnya, kami menyediakan liputan langsung yang dapat Anda andalkan, menjadikan kami sumber berita tepercaya.

Info lainnya

  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
FacebookLike
InstagramFollow
YoutubeSubscribe
TiktokFollow
© PT. OWRITE Media Digital. All Rights Reserved.
OWRITE Logo OWRITE Dark Background Logo 2x
Everything's gonna be owrite!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?

Not a member? Sign Up