Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) menyebut, saat ini kemunculan Hantavirus belum memberikan dampak signifikan terhadap sektor pariwisata di Indonesia.
Sekretaris Jenderal PHRI, Maulana Yusran mengatakan isu virus tersebut memang mulai ramai diperbincangkan, namun belum memengaruhi pergerakan wisatawan maupun tingkat kunjungan ke destinasi wisata.
“Sampai saat ini sih belum ada impact kepada wisatawannya atau potensinya belum ada,”
kata Yusran kepada Owrite.id.
Meski demikian, PHRI meminta pemerintah tetap meningkatkan kewaspadaan dan menyiapkan langkah antisipasi guna mencegah potensi terganggunya industri pariwisata. Menurutnya, Indonesia telah memiliki pengalaman menghadapi berbagai wabah virus yang sebelumnya sempat berdampak terhadap sektor wisata.
“Kalau kita berbicara virus tentu kita sudah punya pengalaman banyak terkait masalah virus yang mengancam industri pariwisata atau di sektor pariwisata. Kita yakini pemerintah tidak tinggal diam untuk hal ini,”
lanjutnya.
Ia menegaskan pemerintah perlu memiliki strategi khusus untuk mengantisipasi penyebaran Hantavirus, terutama setelah adanya laporan mengenai kasus yang masuk ke Indonesia.
“Nah sekali lagi tentu untuk mengantisipasi penyebaran (virus) tertentu, pemerintah harus memiliki satu strategi khusus ya. Karena virus ini merupakan virus baru yang sudah kelihatan ada impact yang dibawa sendiri oleh wisman (wisatawan mancanegara) tersebut kan”
ujarnya.
Ia berharap Hantavirus tidak berevolusi menjadi pandemi baru seperti Covid-19 yang sempat melumpuhkan industri pariwisata dan perhotelan Tanah Air.
Menurut Maulana, saat ini pelaku usaha pariwisata masih belum menganggap Hantavirus sebagai ancaman serius. Namun, kewaspadaan tetap diperlukan agar aktivitas wisata dapat berjalan normal dan pemulihan sektor terus berlanjut.

