Dengan menggunakan situs ini, kamu menyetujui Kebijakan Privasi and Ketentuan Penggunaan OWRITE.
Accept
Rabu, 15 Apr 2026
Linkbio
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum
  • Ekbis
  • WARGA SPILLNew
  • Lainnya
    • Hype
    • Internasional
    • Megapolitan
    • Daerah
Sign In
  •   ❍
  • Indeks Berita
  • Akun saya
  • Kirim Tulisan
  • KPK
  • Headline
  • Korupsi
  • Purbaya
  • DPR
  • Spill
  • BMKG
  • iran
  • Banjir
  • sumatera
OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan DuniaOWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia
Font ResizerAa
  • Indeks Berita
  • Baca ulang
  • Koleksi
  • Eksplor
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Hype
  • Ekonomi Bisnis
  • Megapolitan
  • Olahraga
  • Daerah
Search
  • Warga SpillNew
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi Bisnis
  • Hype
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Olahraga
  • Kelola Tulisan
  • Kirim Tulisan
  • Akun Saya
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
© 2025 PT. OWRITE Media Digital.
Home / Kasus Campak Meningkat, Epidemiolog Jelaskan Penyebabnya
Kesehatan

Kasus Campak Meningkat, Epidemiolog Jelaskan Penyebabnya

Syifa FauziahIvan OWRITE
Last updated: Februari 16, 2026 2:55 pm
Syifa Fauziah
Ivan
Share
Ilustrasi deorang wanita terkena wabah campak
Ilustrasi deorang wanita terkena wabah campak (Foto: Freepik)
SHARE

Kasus campak kembali ditemukan di Nusa Tenggara Timur (NTB). Kasus ini meningkat dalam kurun waktu setahun terakhir di Indonesia.

Berdasarkan data periode Oktober 2025 hingga 32 Januari 2026, tercatat 306 kasus campak ditemukan di Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB).

Hal itu menyebabkan satu warga meninggal dunia. Pemerintah Kabupaten Bima pun menetapkan wabah campak sebagai kejadian luar biasa (KLB).

Berdasarkan data Kementerian Kesehatan, Selasa, 28 Agustus 2025, jumlah kasus campak pada 2022, tercatat lebih dari 4.800 kasus campak, melonjak signifikan pada 2023 hingga menembus lebih dari 10.600 kasus.

Memasuki 2024, jumlah kasus sempat menurun menjadi lebih dari 3.500 kasus. Namun, tren kembali berbalik pada 2025.

Epidemiolog dari Universitas Griffth, Australia, Dicky Budiman mengatakan terkait wabah campak dan penetapan status KLB akibat adanya kasus campak.

Dicky mengatakan ada beberapa faktor utama penyebabnya.

Pertama, yang menyebabkan kasus campak kembali meningkat di satu negara, wilayah, atau daerah itu karena herd immunity atau kekebalan populasinya yang menurun yang disebabkan oleh cakupan vaksinasi yang belum optimal,”

ujar Dicky kepada owrite, Senin 16 Februari 2026.

Dicky mengatakan campak memiliki tingkat penularan yang sangat tinggi, dengan angka reproduksi campak bisa mencapai 19-20.

Artinya, dari satu orang terinfeksi dapat menularkan belasan orang lainnya yang tidak memiliki kekebalan.

Penularannya melalui droplet dan juga kontak langsung jadi hanya sedikit kontak yang diperlukan untuk menyebarkan virus antar individu tertentu tanpa adanya imunitas,”

tambah Dicky.

Untuk mencapai kekebalan kelompok atau komunal, Dicky mengatakan perlu dia dosis vaksin, yaitu MR1 dan MR2, dengan cakupan harus diatas atau sama dengan 95% yang sudah divaksin lengkapnya.

Sayangnya kebanyakan masyarakat Indonesia baru menjalankan vaksin MR1, sementara MR2 cakupan vaksinasinya masih sangat rendah.

Jauh dibawah target dan ini yang menyebabkan adanya celah imunitas yang mempermudah virus menyebar, dan ini yang menyebabkan meskipun MR1 nya relatif lebih tinggi karena MR2 nya rendah, sehingga banyak anak atau remaja yang belum memiliki perlindungan lengkap terhadap virus campak ini yang menjadi kontributor utama lonjakan kasus,”

paparnya.

Lebih lanjut Dicky mengatakan mobilitas penduduk yang tinggi disertai cakupan vaksin antarwilayah juga bida jadi penyebabnya.

Perpindahan penduduk antar desa, kota, hingga provinsi mempercepat penyebaran virus dari satu komunitas ke komunitas lain, terutama ketika terdapat kelompok masyarakat dengan imunitas rendah,”

tuturnya.

Selanjutnya, adanya penundaan atau gangguan layanan imunisasi, yang dapat disebabkan oleh prioritas program kesehatan lain, keterbatasan sumber daya manusia, maupun kendala sistem layanan.

Selain itu, masih terdapat keraguan atau kurangnya pemahaman masyarakat terhadap pentingnya vaksin campak, yang memicu vaccine hesitancy dan memperlambat pencapaian cakupan imunisasi yang optimal,”

Tag:CampakEpidemiologKasus Campak MeningkatKejadian Luar Biasa
Share This Article
Email Salin Tautan Print
Syifa Fauziah
BySyifa Fauziah
Reporter
Follow:
Seorang jurnalis di OWRITE Media, yang meliput pemberitaan seputar Gaya Hidup dan Entertainment.
Ivan OWRITE
ByIvan
Redaktur
Follow:
Editor senior di OWRITE Media, meliput pemberitaan Politik dan Peristiwa.

BERITA TERKINI

Indeks berita
Ilustrasi turun hujan
Megapolitan

Prakiraan Cuaca DKI Jakarta Rabu 15 April 2026, Seluruh Wilayah Diguyur Hujan

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) merilis prakiraan cuaca untuk wilayah DKI Jakarta pada hari ini, Rabu, 15 April 2026. Dilansir dari laman BMKG, seluruh wilayah DKI Jakarta diprediksi akan…

By
Syifa Fauziah
Ivan
1 Min Read
Deretan aplikasi media sosial (medsos). (Sumber: Unsplash/Piotr Cichosz)
Nasional

Banyak Konten Berbahaya, Pembatasan Ruang Digital pada Anak Melalui PP TUNAS, Efektifkah?

Pemerintah resmi menerapkan Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2025 tentang Tata Kelola Penyelenggaraan Sistem Elektronik dalam Pelindungan Anak (PP TUNAS). Aturan ini mewajibkan seluruh platform digital membatasi akses anak sesuai…

By
Syifa Fauziah
Amin Suciady
7 Min Read
Ilustrasi Tuberkulosis (TB) merupakan penyakit menular
Kesehatan

Kasus TB Tinggi, Pemerintah Percepat Eliminasi sebagai Darurat Nasional

Tuberkulosis (TB) merupakan penyakit menular yang disebabkan oleh bakteri Mycobacterium tuberculosis. Penyakit ini menular lewat udara, terutama saat penderita batuk, bersin, atau berbicara sehingga orang lain menghirup bakteri tersebut. Kasus…

By
Syifa Fauziah
Ivan
2 Min Read

BERITA LAINNYA

Ilustrasi Oli
Kesehatan

Viral Warga Makassar Minum Oli Demi Kesehatan, Epidemiolog Ungkap Risiko Mematikan di Baliknya

Epidemiolog sekaligus ahli kesehatan, Dicky Budiman memberi tanggapan terkait berita viral di…

Syifa FauziahIvan OWRITE
By
Syifa Fauziah
Ivan
12 jam lalu
Ilustrasi seorang anak bersama ibunya.
Kesehatan

IDAI Tidak Rekomendasikan Balita Naik Gunung Usai Kasus Hipotermia di Gunung Ungaran

Ikatan Dokter Anak Indonesia memberi tanggapan terkait berita viral balita usia 1,5…

Syifa FauziahIvan OWRITE
By
Syifa Fauziah
Ivan
17 jam lalu
Seorang dokter menyiapkan vaksin campak untuk disuntikkan kepada balita di Puskesmas Ibrahim Adjie, Bandung, Jawa Barat
Kesehatan

Kemenkes Prioritaskan 290 Ribu Dosis Vaksin Campak untuk Tenaga Medis

Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) telah menerbitkan izin perluasan indikasi vaksin…

Syifa FauziahIvan OWRITE
By
Syifa Fauziah
Ivan
21 jam lalu
Ilustrasi Penyebab Kista Pada Wanita
Kesehatan

Kenali 5 Penyebab Kista Pada Wanita

Kista di rahim atau Kista ovarium adalah kantung berisi cairan atau bahan…

Ivan OWRITE
By
Ivan
5 hari lalu
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x

Your Reading Dose, Right Here:
Tetap terhubung dengan berita terkini dan informasi terkini secara langsung. Dari politik dan teknologi hingga hiburan dan lainnya, kami menyediakan liputan langsung yang dapat Anda andalkan, menjadikan kami sumber berita tepercaya.

Info lainnya

  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
FacebookLike
InstagramFollow
YoutubeSubscribe
TiktokFollow
© PT. OWRITE Media Digital. All Rights Reserved.
OWRITE Logo OWRITE Dark Background Logo 2x
Everything's gonna be owrite!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?

Not a member? Sign Up