Dengan menggunakan situs ini, kamu menyetujui Kebijakan Privasi and Ketentuan Penggunaan OWRITE.
Accept
Jumat, 17 Jul 2026
Linkbio
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum
  • Ekbis
  • WARGA SPILLNew
  • Sefruit
  • Lainnya
    • Hype
    • Internasional
    • Megapolitan
    • Daerah
Sign In
  •   ❍
  • Indeks Berita
  • Akun saya
  • Kirim Tulisan
  • Jadwal Piala Dunia
  • Headline
  • KPK
  • Sepak Bola
  • DPR
  • Korupsi
  • prabowo
  • Piala Dunia 2026
  • MBG
  • Purbaya
  • iran
OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan DuniaOWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia
Font ResizerAa
  • Indeks Berita
  • Baca ulang
  • Koleksi
  • Eksplor
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Hype
  • Ekonomi Bisnis
  • Megapolitan
  • Olahraga
  • Daerah
Search
  • Warga SpillNew
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi Bisnis
  • Hype
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Olahraga
  • Kelola Tulisan
  • Kirim Tulisan
  • Akun Saya
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
© 2025 PT. OWRITE Media Digital.
Home / Kesehatan / Kasus Campak Meningkat, Epidemiolog Jelaskan Penyebabnya
Kesehatan

Kasus Campak Meningkat, Epidemiolog Jelaskan Penyebabnya

Syifa FauziahIvan OWRITE
Last updated: Februari 16, 2026 2:55 pm
By
Syifa Fauziah
Syifa Fauziah
BySyifa Fauziah
Reporter
Seorang jurnalis di OWRITE Media, yang meliput pemberitaan seputar Gaya Hidup dan Entertainment.
Follow:
Ivan Syahruna Lubis
Ivan OWRITE
ByIvan Syahruna Lubis
Redaktur
Editor berita di OWRITE Media, meliput pemberitaan gaya hidup dan Peristiwa.
Follow:
5 bulan lalu
Share
Ilustrasi deorang wanita terkena wabah campak
Ilustrasi deorang wanita terkena wabah campak (Foto: Freepik)
SHARE

Kasus campak kembali ditemukan di Nusa Tenggara Timur (NTB). Kasus ini meningkat dalam kurun waktu setahun terakhir di Indonesia.

Berdasarkan data periode Oktober 2025 hingga 32 Januari 2026, tercatat 306 kasus campak ditemukan di Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB).

Hal itu menyebabkan satu warga meninggal dunia. Pemerintah Kabupaten Bima pun menetapkan wabah campak sebagai kejadian luar biasa (KLB).

Berdasarkan data Kementerian Kesehatan, Selasa, 28 Agustus 2025, jumlah kasus campak pada 2022, tercatat lebih dari 4.800 kasus campak, melonjak signifikan pada 2023 hingga menembus lebih dari 10.600 kasus.

Memasuki 2024, jumlah kasus sempat menurun menjadi lebih dari 3.500 kasus. Namun, tren kembali berbalik pada 2025.

Epidemiolog dari Universitas Griffth, Australia, Dicky Budiman mengatakan terkait wabah campak dan penetapan status KLB akibat adanya kasus campak.

Dicky mengatakan ada beberapa faktor utama penyebabnya.

Pertama, yang menyebabkan kasus campak kembali meningkat di satu negara, wilayah, atau daerah itu karena herd immunity atau kekebalan populasinya yang menurun yang disebabkan oleh cakupan vaksinasi yang belum optimal,”

ujar Dicky kepada owrite, Senin 16 Februari 2026.

Dicky mengatakan campak memiliki tingkat penularan yang sangat tinggi, dengan angka reproduksi campak bisa mencapai 19-20.

Artinya, dari satu orang terinfeksi dapat menularkan belasan orang lainnya yang tidak memiliki kekebalan.

Penularannya melalui droplet dan juga kontak langsung jadi hanya sedikit kontak yang diperlukan untuk menyebarkan virus antar individu tertentu tanpa adanya imunitas,”

tambah Dicky.

Untuk mencapai kekebalan kelompok atau komunal, Dicky mengatakan perlu dia dosis vaksin, yaitu MR1 dan MR2, dengan cakupan harus diatas atau sama dengan 95% yang sudah divaksin lengkapnya.

Sayangnya kebanyakan masyarakat Indonesia baru menjalankan vaksin MR1, sementara MR2 cakupan vaksinasinya masih sangat rendah.

Jauh dibawah target dan ini yang menyebabkan adanya celah imunitas yang mempermudah virus menyebar, dan ini yang menyebabkan meskipun MR1 nya relatif lebih tinggi karena MR2 nya rendah, sehingga banyak anak atau remaja yang belum memiliki perlindungan lengkap terhadap virus campak ini yang menjadi kontributor utama lonjakan kasus,”

paparnya.

Lebih lanjut Dicky mengatakan mobilitas penduduk yang tinggi disertai cakupan vaksin antarwilayah juga bida jadi penyebabnya.

Perpindahan penduduk antar desa, kota, hingga provinsi mempercepat penyebaran virus dari satu komunitas ke komunitas lain, terutama ketika terdapat kelompok masyarakat dengan imunitas rendah,”

tuturnya.

Selanjutnya, adanya penundaan atau gangguan layanan imunisasi, yang dapat disebabkan oleh prioritas program kesehatan lain, keterbatasan sumber daya manusia, maupun kendala sistem layanan.

Selain itu, masih terdapat keraguan atau kurangnya pemahaman masyarakat terhadap pentingnya vaksin campak, yang memicu vaccine hesitancy dan memperlambat pencapaian cakupan imunisasi yang optimal,”

Tag:CampakEpidemiologKasus Campak MeningkatKejadian Luar Biasa
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Salin Tautan
Syifa Fauziah
BySyifa Fauziah
Reporter
Follow:
Seorang jurnalis di OWRITE Media, yang meliput pemberitaan seputar Gaya Hidup dan Entertainment.
Ivan OWRITE
ByIvan Syahruna Lubis
Redaktur
Follow:
Editor berita di OWRITE Media, meliput pemberitaan gaya hidup dan Peristiwa.
Trending di OWRITE
Tangis Inggris Pecah! Argentina Menang Dramatis 2-1 dan Tantang Spanyol di Final
By Hadi Febriansyah
Pemain Timnas Argentina melakukan comeback di menit akhir dengan mengalahkan Inggris di semifinal Piala Dunia 2026.
1
PDIP Curiga Pengadaan Kipas Angin Kopdes Rp1,8 Triliun, Jawaban Menkop Bikin Kaget
By Natania Longdong
Menteri Koperasi Fery Juliantono saat Rapat Kerja dengan Komisi VI DPR.
2
Prabowo Beri Ultimatum 1 Bulan ke BGN, MBG Wajib Berbenah dan Harus Tepat Sasaran
By Rika Pangesti
Petugas di SPPG saat menyiapkan menu MBG. (Sumber: Dok. BGN)
3
Tiga Sprindik Versi Kejagung, Eks Jampidsus Febrie Belum Lepas dari Status Tersangka
By Rahmat Baihaqi
Kapuspenkum Kejaksaan Agung Anang Supriatna memberikan keterangan pers terkait penetapan tersangka baru kasus korupsi MBG di Gedung Bundar Kejaksaan Agung, Jakarta, Kamis (11/6/2026).
4
Mutasi Ratusan Pejabat Kementerian PU, Dody: Masa 38 Ribu Pegawai Enggak Boleh Dimutasi?
By Natania Longdong
Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo bersiap mengikuti rapat kerja dengan Komisi V DPR
5

BERITA LAINNYA

Warga menyaksikan pertandingan Piala Dunia 2026 pada babak semi final antara Spanyol melawan Prancis di kawasan Pasar Klandasan, Balikpapan, Kalimantan Timur
Kesehatan

Tiga Tips Begadang Nonton Final Piala Dunia 2026 ala Menkes Budi Gunadi Sadikin, Biar Tetap Fit

Gelaran final Piala Dunia 2026 akan berlangsung pada Senin, 20 Juli 2026…

Syifa FauziahIvan OWRITE
By
Syifa Fauziah
Ivan Syahruna Lubis
12 jam lalu
Ilustrasi penyakit Kanker
Kesehatan

80 Persen Pasien Baru Terdiagnosis Stadium Lanjut, Kenali Gejala Kanker Sebelum Terlambat

Kanker masih menjadi salah satu penyebab kematian terbesar di Indonesia. Data GLOBOCAN…

Syifa FauziahIvan OWRITE
By
Syifa Fauziah
Ivan Syahruna Lubis
13 jam lalu
Kesehatan

Jangan Kurang Tidur! Ini Durasi Tidur Ideal untuk Orang Dewasa

Kesibukan pekerjaan, tugas kuliah, hingga aktivitas sehari-hari membuat banyak orang dewasa kerap…

Ossid Duha Jussas SalmaIvan OWRITE
By
Ossid Duha Jussas Salma
Ivan Syahruna Lubis
1 hari lalu
Buah Melon
Kesehatan

Kaya Nutrisi, Ini Kandungan Gizi Buah Melon yang Baik untuk Kesehatan

Melon merupakan salah satu buah yang banyak digemari karena rasanya manis, segar,…

Ossid Duha Jussas SalmaIvan OWRITE
By
Ossid Duha Jussas Salma
Ivan Syahruna Lubis
1 hari lalu
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x

Your Reading Dose, Right Here:
Tetap terhubung dengan berita terkini dan informasi terkini secara langsung. Dari politik dan teknologi hingga hiburan dan lainnya, kami menyediakan liputan langsung yang dapat Anda andalkan, menjadikan kami sumber berita tepercaya.

Info lainnya

  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
FacebookLike
InstagramFollow
YoutubeSubscribe
TiktokFollow
© PT. OWRITE Media Digital. All Rights Reserved.
OWRITE Logo OWRITE Dark Background Logo 2x
Everything's gonna be owrite!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?

Not a member? Sign Up