Lewati ke konten

OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia

Your Reading Dose, Right Here

Kesehatan

Jangan Lagi Seduh SKM untuk Anak! Ini Bahaya Susu Kental Manis yang Jarang Disadari Orang Tua

MSusu kental manis (SKM) memiliki rasa manis dan disukai anakanak. Tapi tak banyak yang tahu, menyeduh SKM berbahaya bagi anak-anak.

Bahaya SKM
Bahaya SKM (Foto: Pexels)

Susu kental manis (SKM) sudah lama menjadi bagian dari konsumsi sehari-hari masyarakat Indonesia. Selain harganya murah dan mudah ditemukan di warung, rasanya yang manis membuatnya banyak disukai anak-anak.

Tak sedikit pula orang tua yang masih menyeduh kental manis layaknya susu untuk diminum anak setiap hari. Padahal, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) sudah mengimbau bahwa susu kental manis tidak dianjurkan untuk diseduh sebagai minuman utama, terutama bagi balita.

Lalu, mengapa SKM tidak boleh dijadikan pengganti susu? Adakah alternatif lain yang lebih sehat tetapi tetap terjangkau?

Iklan

Mengapa Kental Manis Tidak Boleh Diseduh?

Menurut dr. Theresia Rina Yunita, susu kental manis sebenarnya lebih tepat digunakan sebagai topping atau campuran makanan dan minuman, bukan sebagai sumber nutrisi utama seperti susu.

“Jadi, susu kental manis tidak boleh diseduh sebagai pengganti susu. Produk ini lebih cocok dijadikan topping atau pelengkap makanan dan minuman,” jelas dr. Theresia seperti merujuk pada laman Klikdokter.

Hal ini karena kandungan gula dalam kental manis sangat tinggi. Dalam proses pembuatannya, sebagian besar air dari susu diuapkan hingga teksturnya menjadi pekat, lalu ditambahkan gula dalam jumlah besar bisa 40-50 persen, ini dilakukan agar susu lebih tahan lama dan memiliki rasa manis yang kuat.

Akibatnya, kandungan gula pada kental manis bisa mencapai dua kali lebih tinggi dibandingkan susu sapi biasa.

Sayangnya, masih banyak masyarakat yang menganggap SKM sama sehatnya dengan susu pertumbuhan atau susu formula. Harga yang murah membuat sebagian orang tua menjadikannya pilihan utama untuk anak.

Padahal, kandungan nutrisi pada kental manis tidak cukup untuk mendukung tumbuh kembang balita. Produk ini minim protein, kalsium, vitamin D, dan zat gizi penting lainnya yang dibutuhkan anak.

Dampak Buruk Konsumsi SKM

Jika dikonsumsi terlalu sering sebagai minuman harian, susu kental manis dapat menimbulkan sejumlah masalah kesehatan pada anak.

1. Memicu Obesitas

Kandungan gulanya yang tinggi membuat asupan kalori anak meningkat drastis. Jika berlangsung terus-menerus, kondisi ini dapat menyebabkan kenaikan berat badan hingga obesitas. Selain itu, anak juga menjadi lebih mudah ketagihan makanan dan minuman manis.

2. Risiko Diabetes dan Resistensi Insulin

Konsumsi gula berlebihan dapat membuat tubuh mengalami resistensi insulin, yaitu kondisi ketika sel tubuh tidak mampu menggunakan gula darah dengan baik. Dalam jangka panjang, kondisi ini dapat meningkatkan risiko diabetes tipe 2, kolesterol tinggi, dan perlemakan hati.

3. Membebani Kerja Ginjal

Ginjal balita masih dalam tahap perkembangan. Kandungan gula dan sodium yang tinggi pada SKM dapat membuat kerja ginjal menjadi lebih berat jika dikonsumsi secara berlebihan.

4. Menyebabkan Batuk dan Lendir

Kandungan gula dan lemak pada kental manis juga dapat meninggalkan lendir di tenggorokan sehingga memicu batuk, terutama saat malam hari.

5. Merusak Gigi

Minuman tinggi gula dapat meningkatkan risiko gigi berlubang dan kerusakan gigi pada anak, terlebih jika kebersihan mulut kurang terjaga.

Alternatif Pengganti SKM

Meski susu penting untuk pertumbuhan, beberapa ahli gizi mengingatkan bahwa kebutuhan nutrisi anak sebenarnya tidak harus selalu dipenuhi dari susu mahal.

Yang terpenting adalah anak mendapatkan protein, lemak sehat, vitamin, dan mineral dari makanan sehari-hari.

Berikut beberapa pilihan alternatif pengganti susu yang lebih sehat dan tetap ramah di kantong dibandingkan SKM:

1. Susu UHT Plain Kemasan Kecil

Susu UHT plain atau full cream kemasan kecil kini banyak dijual di warung dengan harga cukup terjangkau. Selain itu, kandungan proteinnya juga lebih baik dibandingkan SKM dan kadar gula tambahannya lebih rendah, terutama varian plain.

2. Telur

Telur merupakan sumber protein murah dengan kandungan gizi lengkap, mulai dari protein, vitamin D, zat besi, hingga kolin yang penting untuk perkembangan otak anak. Bahkan, telur sering dianggap lebih penting dibandingkan susu jika untuk konsumsi rutin bersama makanan bergizi lain.

3. Tempe dan Tahu

Tempe dan tahu menjadi sumber protein nabati murah yang kaya nutrisi dan mudah didapat. Tempe juga mengandung vitamin B dan serat yang baik untuk pertumbuhan anak.

4. Ikan Lele, Kembung, dan Teri

Jenis ikan murah seperti lele, ikan kembung, dan ikan teri memiliki kandungan protein serta omega-3 yang baik untuk perkembangan otak balita. Bahkan, ikan kembung disebut memiliki omega-3 yang tinggi dan tidak kalah baik jika dibandingkan dengan salmon.

5. Bubur Kacang Hijau

Kacang hijau mengandung protein nabati, zat besi, dan folat yang baik untuk anak dalam masa pertumbuhan. Jika dibuat sendiri di rumah dengan gula secukupnya, menu ini bisa menjadi pilihan camilan sehat dan hemat.

Sebenarnya susu hanyalah pelengkap, bukan satu-satunya sumber gizi anak. Selama anak mendapatkan makanan bergizi seimbang seperti nasi, lauk protein, sayur, buah, dan cukup cairan, kebutuhan nutrisinya tetap bisa terpenuhi meski tidak mengonsumsi susu mahal setiap hari.

Karena itu, orang tua disarankan lebih bijak memilih asupan anak dan tidak menjadikan susu kental manis sebagai minuman utama harian.

Iklan

Topik terkait

Penulis dan penyunting

  • Contributor

    Mahasiswa IISIP Jakarta yang percaya bahwa setiap data punya cerita dan setiap kebijakan punya dampak. Sedang mendalami dinamika sosial

  • Reporter

    Seorang jurnalis di OWRITE Media, yang meliput pemberitaan seputar Gaya Hidup dan Entertainment.