Kasus anak bupati di Pekanbaru, yang disebut positif narkoba karena terpapar asap ganja di toilet tempat hiburan malam memicu rasa penasaran publik.
Banyak yang bertanya-tanya, apakah seseorang benar-benar bisa dinyatakan positif ganja hanya karena berada di dekat orang yang sedang menghisapnya?
Mengutip dari berbagai sumber, secara medis hal ini mungkin terjadi, menghirup asap ganja bisa memberikan hasil positif pada pemeriksaan urin.
Namun ada sejumlah syarat dan kondisi tertentu yang membuat paparan asap ganja bisa terdeteksi lewat urin, seperti jika menghirup asap tersebut pada ruangan tertutup dan jangka waktu lama.
Cara Kerja Ganja
Ganja mengandung zat aktif bernama THC (tetrahydrocannabinol), yaitu senyawa yang mempengaruhi sistem saraf dan menimbulkan efek “high” atau melayang.
Saat ganja dibakar, asapnya mengandung THC yang bisa terhirup oleh orang di sekitarnya. Ketika masuk melalui paru-paru, THC akan cepat diserap ke aliran darah lalu menyebar ke otak dan organ tubuh lainnya.
Tubuh kemudian memecah THC menjadi metabolit, yaitu sisa zat yang nantinya dibuang lewat urin, keringat, dan feses. Nah, metabolit inilah yang dicari dalam tes urin narkoba.
Apakah Asap Ganja Membuat Tes Urin Positif?
Bisa, tetapi tidak semudah yang dibayangkan. Dalam sejumlah penelitian, orang yang berada di ruangan tertutup tanpa ventilasi dan terpapar asap ganja dalam jumlah besar serta dalam waktu cukup lama, dapat menghasilkan tes urin positif.
Namun pada kondisi normal misalnya hanya lewat sebentar atau berada di ruang terbuka kemungkinan untuk membuat hasil positif sangat kecil.
Artinya, faktor lingkungan sangat berpengaruh. Toilet sempit tanpa sirkulasi udara misalnya, dapat membuat asap terkumpul dan meningkatkan kemungkinan orang lain ikut menghirup THC pasif.
Meski begitu, kadar THC dari paparan pasif biasanya jauh lebih rendah dibanding pengguna aktif.
Kenapa Tes Urin Bisa Tetap Positif?
Tes urin tidak mencari asap ganja, melainkan metabolit THC yang tersisa di tubuh setelah terpapar.
Jika jumlah THC yang masuk cukup banyak, tubuh akan memprosesnya dan meninggalkan jejak metabolit di urin. Pada alat tes dengan sensitivitas tinggi, kadar kecil pun bisa terbaca.
Tetapi dalam praktik medis dan forensik, hasil positif biasanya tidak hanya dilihat dari ada atau tidaknya zat, melainkan juga kadar konsentrasinya.
Karena itu, pemeriksaan lanjutan sering diperlukan untuk membedakan apakah seseorang pengguna aktif atau hanya terpapar pasif.
Berapa Lama THC Bertahan di Tubuh?
- THC termasuk zat yang cukup lama bertahan di tubuh karena tersimpan dalam jaringan lemak. Lama deteksinya bisa berbeda-beda tergantung frekuensi paparan, metabolisme tubuh, berat badan, hingga kadar THC yang masuk.
- Paparan ringan atau pasif: bisa terdeteksi sekitar 1-3 hari
- Pengguna sesekali: sekitar 3-7 hari
- Pengguna rutin: bisa lebih dari 30 hari
- Selain lewat urin, THC juga dapat dideteksi melalui darah, air liur, hingga rambut.
Seberapa Akurat Tes Urin Ganja?
Tes urin menjadi metode paling umum karena praktis dan cepat. Namun hasilnya tetap perlu dibaca secara hati-hati.
Paparan pasif memang memungkinkan memicu hasil positif, tetapi perlu dicatat ini bisa terjadi hanya dalam kondisi ekstrem seperti ruangan tertutup dengan asap pekat dan paparan lama.
Karena itu, hasil tes urin umumnya perlu dilengkapi dengan pemeriksaan laboratorium lanjutan, wawancara medis, dan analisis kadar zat agar tidak terjadi salah kesimpulan.


