Ramadan 1447 Hijriah menjadi momen yang kembali dinanti umat muslim di seluruh dunia.
Selain sebagai bulan penuh ampunan dan keberkahan, Ramadan juga identik dengan penyesuaian ritme harian, mulai dari waktu sahur, berbuka, hingga pelaksanaan shalat lima waktu.
Karena itu, jadwal imsakiya dan jadwal salat menjadi panduan penting agar ibadah berjalan tertib dan tepat waktu, terutama di tengah kesibukan aktivitas sehari-hari.
Jadwal imsakiya berfungsi sebagai pengingat batas akhir makan sahur sebelum masuk waktu Subuh, sekaligus penanda awal dimulainya puasa.
Sementara itu, jadwal salat Ramadan membantu umat Islam menjaga konsistensi ibadah wajib maupun sunnah, termasuk Tarawih dan Witir di malam hari.
Perbedaan waktu di setiap daerah membuat masyarakat perlu merujuk pada jadwal resmi yang disesuaikan dengan lokasi masing-masing.
Dilansir dari laman Kementerian Agama (Kemenag), tertulis jelas jadwal imsakiyah, sholat, dan berbuka.
Memasuki hari kedelapan, waktu imsak jatuh pukul 04:32 WIB, sedangkan waktu Subuh pukul 04:42 WIB. Untuk waktu terbit sendiri pukul 05:55 WIB.
Bagi Anda yang ingin menjalankan sholat Dhuha, bisa dimulai dari pukul 06:23 WIB. Sholat Zuhur bisa dilakukan pukul 12:09 WIB, dan Ashar 15:15.
Untuk jadwal sholat Magrib yang juga bertepatan dengan waktu berbuka puasa, jatuh pukul 18:16. Dan waktu Isya masuk pukul 19:25 WIB.
Bacaan Niat Puasa
Dilansir dari laman MUI Digital, menurut pendapat Mazhab Syafii, kita juga harus membiasakan diri untuk selalu berniat puasa di setiap malam bulan Ramadhan. Biasanya ini dilakukan setiap selesai shalat tarawih atau ketika makan sahur.
Adapun bacaan niat puasa Ramadhan, sebagai berikut:
نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ أَدَاءِ فَرْضِ شَهْرِ رَمَضَانَ هَذِهِ السَّنَةِ لِلّٰهِ تَعَالَى
Nawaitu shauma ghadin ‘an ada’i fardhi syahri Ramadhana hadzihis sanati lillahi ta’ala.
Artinya: “Aku niat berpuasa esok hari untuk menunaikan kewajiban puasa bulan Ramadhan tahun ini, karena Allah Ta’ala”
Sementara niat puasa untuk satu bulan penuh, sebagai berikut
نَوَيْتُ صَوْمَ جَمِيْعِ شَهْرِ رَمَضَانِ هٰذِهِ السَّنَةِ فَرْضًا لِلّٰهِ تَعَالَى
Nawaitu shauma jami’i syahri ramadhani hadzihis sanati fardhan lillahi ta’ala.
Artinya: “Aku niat berpuasa di sepanjang bulan Ramadhan tahun ini dengan mengikuti pendapat Imam Malik, wajib karena Allah Ta’ala.”
Bacaan Berbuka Puasa
Membaca doa berbuka puasa merupakan amalan yang sangat dianjurkan dalam Islam. Momen berbuka puasa dianggap sebagai salah satu waktu mustajab untuk memanjatkan doa. Oleh karena itu, kita disarankan untuk tidak melewatkan kesempatan ini dengan membaca doa sebelum menikmati hidangan berbuka.
Salah satu doa berbuka puasa yang populer adalah:
”اَللّهُمَّ لَكَ صُمْتُ وَبِكَ آمَنْتُ وَعَلَى رِزْقِكَ أَفْطَرْتُ بِرَحْمَتِكَ يَا اَرْحَمَ الرَّحِمِيْنَ”.
Bacaan Latinnya adalah:
“Allahummalakasumtu wabika aamantu wa’ala rizqika afthartu birohmatikaya arhamarrahimin.”
Artinya:
“Ya Allah, untuk-Mu aku berpuasa, kepada-Mu aku beriman, dan dengan rezeki serta rahmat-Mu aku berbuka, wahai Yang Maha Pengasih.”
Selain doa tersebut, terdapat juga doa berbuka puasa yang diriwayatkan oleh Abu Dawud, yang menekankan hilangnya dahaga dan harapan akan pahala:
”ذَهَبَ الظَّمَأُ، وَابْتَلَّتِ الْعُرُوقُ، وَثَبَتَ الْأَجْرُ إِنْ شَاءَ اللَّهُ”.
Bacaan Latinnya adalah:
“Dzahabazh zhama’u wabtallatil ‘uruuqu, wa tsabatal ajru in syaa Allah.”
Artinya:
“Telah hilang dahaga, telah basah tenggorokan, dan telah tetap pahala insya Allah.”

