Kementerian Pertahanan Uni Emirat Arab (UEA) berhasil melakukan pertahanan udara setelah wilayahnya menjadi sasaran rudal balistik Iran.
Dalam pernyataan resminya per 01.51 waktu UEA, Angkatan Udara dan pasukan Pertahanan UEA telah berhasil mencegat dan menghancurkan 137 rudal balistik dan 209 drone yang diluncurkan ke wilayah negara tersebut.
Hal tersebut menegaskan kesiapan tinggi sistem pertahanan udara dan kemampuannya untuk menangani berbagai ancaman.
Kementerian menjelaskan bahwa sejak awal serangan, 137 rudal balistik Iran terdeteksi dan diluncurkan ke arah negara tersebut, dengan 132 di antaranya dihancurkan, sementara 5 jatuh ke laut.
Selain itu, 209 drone Iran terdeteksi, 195 di antaranya dicegat, sementara 14 jatuh di wilayah dan perairan negara tersebut, menyebabkan beberapa kerusakan tambahan.
Kementerian tersebut menyatakan bahwa sebagai hasil dari pencegahan rudal dan drone yang efektif, beberapa puing berjatuhan di berbagai wilayah negara, menyebabkan kerusakan material ringan pada sejumlah properti sipil.
Dalam pernyataan tersebut menegaskan bahwa pihak berwenang terkait segera bergerak dengan kesiapan dan kemampuan penuh untuk menangani situasi sesuai dengan prosedur yang disetujui dalam kasus-kasus seperti itu.
Selain itu juga langkah-langkah yang diperlukan telah diambil untuk memastikan keselamatan penduduk dan mengamankan lokasi yang terkena dampak.
Kementerian tersebut mengutuk serangan ini dengan sekeras-kerasnya, menegaskan penolakan kategoris negara terhadap tindakan-tindakan tersebut yang merupakan eskalasi berbahaya dan tindakan pengecut yang mengancam keamanan dan keselamatan warga sipil serta merusak stabilitas,”
demikian isi pernyataan dari Kementerian UEA seperti dikutip dari Al Jazeera, Minggu, 1 Maret 2026.
Lebih lanjut Kementerian UEA menekankan, bahwa penargetan ini merupakan pelanggaran mencolok terhadap kedaulatan nasional dan hukum internasional. Dan negara berhak sepenuhnya untuk menanggapi eskalasi ini dan mengambil semua tindakan yang diperlukan untuk melindungi wilayah dan rakyatnya serta penduduk di dalamnya, dengan cara yang memastikan pelestarian kedaulatan, keamanan, dan stabilitasnya, serta melindungi kepentingan dan kemampuan nasionalnya.
Kami berada dalam keadaan siaga tinggi dan siap menghadapi ancaman apa pun, dan bahwa pihaknya mengambil semua langkah yang diperlukan untuk menghadapi dengan tegas segala sesuatu yang menargetkan gangguan terhadap keamanan dan stabilitas negara, dan menegaskan bahwa keselamatan warga negara, penduduk, dan pengunjung merupakan prioritas utama yang tidak dapat dikompromikan,”
tambahnya.


