Lewati ke konten

OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia

Your Reading Dose, Right Here

Internasional

Heboh! Citra Satelit Ungkap Dugaan Kebocoran Minyak Raksasa di Iran

Tumpahan minyak besar-besaran terlihat di dekat Pulau Kharg, Iran terminal ekspor minyak utama negara itu, di tengah perang di Selat hormuz.

Penampakan Gambar kebocoran minyak di Iran. (Sumber: X @Truth_InMedia)
Penampakan Gambar kebocoran minyak di Iran. (Sumber: X @Truth_InMedia)

Tumpahan minyak besar-besaran terlihat di dekat Pulau Kharg, terminal ekspor minyak utama negara itu. Kejadian ini terungkap dari citra satelit yang menunjukkan dugaan kebocoran yang menyebar di perairan Teluk, menurut surat kabar Israel, Yedioth Ahronoth.

Media tersebut menyebut citra yang diambil oleh satelit Eropa Copernicus Sentinel-1, Sentinel-2, dan Sentinel-3 pada 6 dan 8 Mei 2026 menunjukkan jejak menyerupai kebocoran minyak di sebelah barat dan barat daya pulau tersebut.

Perbandingan visual antara citra satelit yang diambil pada 18 April dengan citra terbaru pada 6 Mei 2026 menunjukkan adanya material mencurigakan yang menyebar di permukaan laut hingga beberapa kilometer.

Iklan

Citra Satelit Ungkap Dugaan Kebocoran

Melansir Anadolu Agency, Sabtu, 9 Mei 2026, citra tersebut juga memperlihatkan bercak permukaan berwarna terang yang konsisten dengan karakteristik tumpahan minyak lepas pantai dalam pemantauan satelit.

Perkembangan ini terjadi di tengah meningkatnya ketegangan di sekitar Selat Hormuz menyusul baku tembak baru-baru ini yang melibatkan pasukan Iran dan Amerika Serikat. Situasi tersebut memicu kekhawatiran terhadap keamanan maritim serta pasokan energi global.

Selat Hormuz Kembali Jadi Sorotan

Sebagai informasi, Iran merupakan salah satu pemain penting dalam industri minyak dunia. Negara di kawasan Timur Tengah itu memiliki cadangan minyak dan gas alam yang sangat besar.

Posisi Iran semakin strategis karena berada di sekitar Selat Hormuz, jalur laut yang menjadi salah satu urat nadi perdagangan energi global.

Setiap hari, sekitar 20 juta barel minyak dunia melintas melalui Selat Hormuz. Jumlah tersebut setara dengan sekitar seperempat perdagangan minyak laut global. Karena itu, setiap ketegangan geopolitik yang melibatkan Iran hampir selalu berdampak langsung terhadap harga minyak dunia.

Harga Minyak Bisa Tembus US$200 per Barel

Dalam beberapa bulan terakhir, konflik Iran dengan Amerika Serikat dan Israel membuat pasar energi global kembali bergejolak. Kekhawatiran penutupan Selat Hormuz membuat harga minyak melonjak tajam dan memicu kenaikan harga bahan bakar di berbagai negara. Bahkan, sejumlah analis memperingatkan harga minyak bisa menembus US$200 per barel jika konflik semakin meluas.

Bukan hanya negara-negara Timur Tengah yang terdampak, tetapi juga negara-negara Asia seperti China, India, Jepang, dan Korea Selatan yang sangat bergantung pada pasokan minyak dari kawasan tersebut. Ketika distribusi minyak terganggu, dampaknya dapat menjalar ke berbagai sektor, mulai dari transportasi, logistik, hingga inflasi pangan.

Iklan

Topik terkait

Penulis dan penyunting

  • Reporter

    Natania Longdong adalah jurnalis di Owrite yang berfokus pada isu internasional, energi, dan lingkungan. Dengan pengalaman lebih dari empat

  • Redaktur

    Seorang senior editor di OWRITE Media, yang fokus pada pemberitaan seputar Bisnis, Ekonomi, Politik dan Peristiwa.