Ketua BEM Universitas Gadjah Mada (UGM), Tiyo Ardianto menyebut pendistribusian Makan Bergizi Gratis (MBG) selama bulan Ramadan bentuk penghinaan buat orang muslim. Pasalnya anak-anak sekolah mendapatkan MBG saat mereka sedang belajar puasa.
Saya sebut (pelajar) tidak sedang puasa tapi sedang belajar puasa. Tentu sangat berbeda orang yang sedang belajar puasa ketimbang orang dewasa yang berpuasa. Kalau orang dewasa yang berpuasa, siang-siang dia dikasih nasi padang juga bisa nolak. Tapi kalau anak yang sedang belajar puasa, dikasih susu dengan sangat mudah untuk, ‘ah, mokel aja lah’. Nah, ini menurut saya penghinaan bagi kaum muslim,”
ujar Tyo kepada owrite.
Tyo menambahkan, ia mendapat informasi dari beberapa orang bahwa, MBG yang diberikan selama bulan Ramadan ini adalah MBG kering yang imbauannya harus dimakan secepat-cepatnya.
Mohon maaf, menurut saya orang muslim harus marah. Masyarakat muslim harus marah karena MBG dipaksakan terlaksana selama bulan Ramadan,”
tambahnya.
Lebih lanjut Tyo mengatakan, bahwa pemerintah memberikan MBG saat Ramadan agar gizi bisa terpenuhi. Padahal menurutnya makanan kering yang dibagikan ketika MBG, itu lebih tidak bergizi ketimbang buka puasa yang bisa dihadirkan oleh orang tua mereka.
Justru malah ketika sahur dan ketika buka, makanan yang paling tidak bergizi adalah makanan bergizi gratis itu. Karena sahur dan buka puasa yang dari orang tua mereka lebih bergizi,”
ujarnya.



