Tak terasa bulan suci Ramadan telah memasuki hari ke-21, Rabu 11 Maret 2026 waktu seakan berjalan begitu cepat sejak awal bulan, sementara umat Muslim terus menjalankan ibadah puasa dengan penuh kesungguhan.
Memasuki fase pertengahan hingga akhir Ramadan ini, banyak orang mulai meningkatkan kualitas ibadah sekaligus mempersiapkan diri menyambut malam-malam terakhir yang penuh keutamaan.
Bagi umat Muslim di wilayah DKI Jakarta dan sekitarnya, mengetahui jadwal imsakiyah menjadi hal penting agar ibadah puasa dapat dijalankan dengan tertib dan tepat waktu.
Jadwal imsak berfungsi sebagai penanda batas akhir waktu sahur sebelum masuknya waktu Subuh, sekaligus panduan bagi masyarakat dalam mengatur aktivitas selama menjalankan ibadah puasa.
Pada Ramadan hari ke-21 ini, jadwal imsakiyah kembali menjadi acuan bagi warga Jakarta untuk memulai rangkaian ibadah sejak dini hari hingga waktu berbuka.
Dengan mengetahui waktu imsak, sholat lima waktu, hingga magrib, umat Muslim dapat menjalani puasa dengan lebih teratur sembari memaksimalkan amalan di sisa hari Ramadan yang semakin mendekati penghujungnya.
Jadwal imsak hari ini di wilayah Jakarta dan sekitarnya jatuh pukul 04.33 WIB, waktu Subuh 04.43 WIB, dan waktu terbit pukul 05.00 WIB.
Umat muslim yang ingin menjalankan sholat Dhuha bisa dimulai pukul 06.22 WIB. Sementara jadwal sholat Zuhur pukul 12.06 WIB, Ashar 15.10 WIB.
Waktu berbuka yang juga bertepatan dengan sholat Magrib pukul 18.11 WIB, dan Isya pukul 19.20 WIB.
Bacaan Niat Puasa
Dilansir dari laman MUI Digital, sebelum menjalankan ibadah puasa, sebaiknya selalu berniat di setiap malam bulan Ramadan. Niat ini dilafalkan setiap selesai sholat tarawih atau ketika makan sahur.
Adapun bacaan niat puasa Ramadan, sebagai berikut:
نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ أَدَاءِ فَرْضِ شَهْرِ رَمَضَانَ هَذِهِ السَّنَةِ لِلّٰهِ تَعَالَى
Nawaitu shauma ghadin ‘an ada’i fardhi syahri Ramadhana hadzihis sanati lillahi ta’ala.
Artinya: “Aku niat berpuasa esok hari untuk menunaikan kewajiban puasa bulan Ramadan tahun ini, karena Allah Ta’ala”
Sementara niat puasa untuk satu bulan penuh, sebagai berikut,
نَوَيْتُ صَوْمَ جَمِيْعِ شَهْرِ رَمَضَانِ هٰذِهِ السَّنَةِ فَرْضًا لِلّٰهِ تَعَالَى
Nawaitu shauma jami’i syahri ramadhani hadzihis sanati fardhan lillahi ta’ala.
Artinya: “Aku niat berpuasa di sepanjang bulan Ramadan tahun ini dengan mengikuti pendapat Imam Malik, wajib karena Allah Ta’ala.”

