Dengan menggunakan situs ini, kamu menyetujui Kebijakan Privasi and Ketentuan Penggunaan OWRITE.
Accept
Kamis, 18 Jun 2026
Linkbio
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum
  • Ekbis
  • WARGA SPILLNew
  • Sefruit
  • Lainnya
    • Hype
    • Internasional
    • Megapolitan
    • Daerah
Sign In
  •   ❍
  • Indeks Berita
  • Akun saya
  • Kirim Tulisan
  • Jadwal Piala Dunia
  • Headline
  • KPK
  • Korupsi
  • Sepak Bola
  • Purbaya
  • DPR
  • prabowo
  • MBG
  • iran
  • Prabowo Subianto
OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan DuniaOWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia
Font ResizerAa
  • Indeks Berita
  • Baca ulang
  • Koleksi
  • Eksplor
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Hype
  • Ekonomi Bisnis
  • Megapolitan
  • Olahraga
  • Daerah
Search
  • Warga SpillNew
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi Bisnis
  • Hype
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Olahraga
  • Kelola Tulisan
  • Kirim Tulisan
  • Akun Saya
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
© 2025 PT. OWRITE Media Digital.
Home / Nasional / Miris, Pekerja Migran RI Masih Rentan Eksploitasi, Migrant CARE Soroti Kebijakan Pemerintah
Nasional

Miris, Pekerja Migran RI Masih Rentan Eksploitasi, Migrant CARE Soroti Kebijakan Pemerintah

hadi-febriansyah-owriteSyifa Fauziah
Last updated: Mei 1, 2026 6:12 pm
Hadi Febriansyah
Syifa Fauziah
Share
Ilustrasi pekerja migran
Ilustrasi pekerja migran (Foto: Freepik)
SHARE

Dalam momentum May Day 2026, Migrant CARE kembali menyoroti lemahnya perlindungan negara terhadap pekerja migran Indonesia. Organisasi tersebut menilai, hingga kini pemerintah belum mampu memberikan jaminan perlindungan yang komprehensif, terutama bagi pekerja migran.

Selain itu, Migrant Care juga menjelaskan bahwa generasi muda semakin rentan menjadi korban eksploitasi, perdagangan orang, kerja paksa, hingga praktik forced criminality lintas negara.

Migrant CARE menilai kebijakan pemerintahan Prabowo Subianto yang memprioritaskan anggaran pada program-program seperti Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Desa Merah Putih justru berdampak pada berkurangnya alokasi di sektor perlindungan sosial.

“Pengalihan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) ini dinilai menyebabkan penurunan signifikan pada pembiayaan sektor penting, seperti jaminan sosial, perlindungan pekerja migran, penanganan tindak pidana perdagangan orang (TPPO). Akibatnya, perlindungan terhadap kelompok rentan dinilai semakin melemah,”

tulis keterangan dari Migrant Care.

Ancaman Baru: Forced Criminality di Kawasan Mekong

Menurut Migrant CARE, isu ketenagakerjaan saat ini tidak hanya sebatas tuntutan kenaikan upah, tetapi juga terkait minimnya ketersediaan pekerjaan layak di dalam negeri.

Kondisi tersebut mendorong jutaan anak muda menjadi pengangguran. Lebih parah lagi, sebagian dari mereka terjebak dalam praktik forced criminality, yakni dipaksa melakukan tindakan kriminal seperti penipuan di bawah kendali jaringan tertentu.

Fenomena ini banyak terjadi di kawasan Mekong, meliputi Myanmar, Kamboja, dan Laos. Modus ini disebut sebagai bentuk terbaru perdagangan orang yang memanfaatkan platform digital untuk merekrut korban.

“Ironisnya, hingga saat ini belum ada payung hukum yang secara spesifik melindungi korban forced criminality. Para pelaku justru masih leluasa beroperasi, bahkan diduga terhubung dengan praktik ekonomi ilegal seperti judi online,” tambah pernyataan tersebut.

Legislasi Dinilai Lambat, Revisi UU TPPO Belum Prioritas

Di tingkat parlemen, dorongan untuk merevisi UU Pemberantasan Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) belum mendapat perhatian serius.

Padahal, jumlah kasus TPPO terus meningkat, terutama yang berkaitan dengan praktik forced criminality.

Kondisi ini menunjukkan adanya kesenjangan antara kebutuhan perlindungan di lapangan dengan respons kebijakan yang ada. Secara kelembagaan, perubahan dari BP2MI menjadi KP2MI masih dalam tahap konsolidasi.

Proses penyesuaian fungsi dan koordinasi antar lembaga dinilai belum stabil, sehingga berdampak pada efektivitas perlindungan pekerja migran di lapangan. Situasi ini semakin kompleks setelah adanya pergantian menteri pada 8 September 2025, yang turut memengaruhi arah kebijakan.

Migrant CARE bahkan menilai terjadi pergeseran paradigma, dari fokus perlindungan menjadi orientasi pengiriman tenaga kerja secara besar-besaran, dengan target mencapai 500.000 pekerja migran per tahun.

Fenomena ini menunjukkan bahwa migrasi kerap dijadikan solusi cepat atas krisis lapangan kerja dalam negeri. Namun di sisi lain, negara dinilai belum hadir secara optimal dalam memastikan perlindungan terhadap warganya yang bekerja di luar negeri.

Berdasarkan berbagai persoalan tersebut, Migrant CARE menyampaikan sejumlah tuntutan kepada pemerintah:

  1. Melakukan reformasi menyeluruh terhadap sistem perlindungan pekerja migran, termasuk implementasi penuh UU PPMI, penguatan diplomasi perlindungan, dan penciptaan lapangan kerja layak di dalam negeri.
  2. Mengakui forced criminality sebagai bagian dari TPPO, agar korban tidak dikriminalisasi serta mendapatkan perlindungan hukum dan pemulihan yang layak melalui revisi UU TPPO.
  3. Memastikan alokasi anggaran yang memadai, baik di tingkat pusat maupun daerah, untuk perlindungan pekerja migran, termasuk pencegahan TPPO, bantuan hukum, jaminan sosial, serta reintegrasi korban.
  4. Memperkuat diplomasi berbasis Hak Asasi Manusia di negara-negara tujuan pekerja migran.

Tag:APBNforced criminalityMay Day 2026pekerja migran indonesiaPrabowo Subianto
Share This Article
Email Salin Tautan Print
hadi-febriansyah-owrite
ByHadi Febriansyah
Reporter
Follow:
Jurnalis OWRITE yang meliput pemberitaan seputar dunia Olahraga mulai dari Sepak Bola, hingga Bulu Tangkis.
Syifa Fauziah
BySyifa Fauziah
Asred
Follow:
Seorang jurnalis di OWRITE Media, yang meliput pemberitaan seputar Gaya Hidup dan Entertainment.
Trending di OWRITE
Ricuh Diskusi UGM dan Cap Pengkhianat Reformasi, Substansi Kritik Mahasiswa Jangan Dikaburkan
By Hardani Triyoga
Mahasiswa geruduk acara diskusi di UGM yang dihadiri Budiman Sudjatmiko.
1
Prabowo Ngaku Terbuka pada Kritik, Pengerahan TNI saat Demo Mahasiswa Jadi Sorotan
By Rahmat Tunny
Pasukan TNI ikut melakukan penghadangan kepada mahasiswa yang akan melakukan aksi demonstrasi di Bundaran HI.
2
Tanpa Ikon Pemersatu, Gerakan Mahasiswa Saat Ini Tak Sehebat Reformasi 1998
By Rahmat Tunny
Aksi demonstrate mahasiswa UI di Jan. MH. Thamrin, Jakarta Pusat.
3
Jokowi Mau Safari Politik Bareng PSI, Politikus PDIP: Sebaiknya Bertaubat Saja
By Hardani Triyoga
Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi)(sumber: Tangkapan layar dari siaran YouTube PSI)
4
Pertamina Jelaskan Alasan Pertamax Naik Saat Harga Minyak Dunia Melemah
By Natania Longdong
Petugas berdiri di samping mesin pengisian bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertamax ke tangki sepeda motor di SPBU Batu Anteru, Ternate, Maluku Utara, Rabu (10/6/2026). (Sumber: Antara Foto/Andri Saputra/nz)
5

BERITA LAINNYA

Terdakwa kasus penyiraman air keras kepada aktivis KontraS Andrie Yunus, Lettu Sami Lakka (kiri), Kapten Nandala Dwi Prasetya (kedua kiri), Lettu Budhi Hariyanto Widhi Cahyono (kedua kanan) dan Serda Edi Sudarko (kanan) menjalani sidang pembacaan putusan di Pengadilan Militer II-08, Jakarta, Rabu (10/6/2026).
Nasional

Eks Kepala BAIS Didesak Diperiksa, Dugaan Rantai Komando Kasus Andrie Yunus Disorot

Tim Advokasi Untuk Demokrasi (TAUD) mendesak Polda Metro Jaya memperluas penyelidikan kasus…

rahmat-baihaqi-jurnalis-owriteHardani Triyoga
By
Rahmat Baihaqi
Hardani Triyoga
7 jam lalu
Rapat DPR Komisi III
Nasional

DPR Minta Semua Polisi Pakai Bodycam Saat Penangkapan, Cegah Polemik Kekerasan Aparat

Anggota Komisi III DPR RI Fraksi PDI Perjuangan, Safaruddin, mendorong Polri segera…

Rika PangestiIvan OWRITE
By
Rika Pangesti
Ivan Syahruna Lubis
8 jam lalu
Menteri Hak Asasi Manusia (HAM) RI Natalius Pigai.
Nasional

Komnas HAM Sebut MBG Ada Indikasi Langgar HAM, Pigai Balik Menyerang: Mereka Tak Paham!

Menteri Hak Asasi Manusia (HAM) RI Natalius Pigai membantah penilaian Komnas HAM…

Rika PangestiHardani Triyoga
By
Rika Pangesti
Hardani Triyoga
11 jam lalu
Komisi III DPR rapat dengan PPATK terkait pagu anggaran tahun 2027.
Nasional

PPATK Menjerit! Anggaran 2027 Cuma Sepertiga Kebutuhan, Perang Lawan Judi Online Terancam

Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) mengeluhkan minimnya pagu anggaran tahun…

Rika PangestiHardani Triyoga
By
Rika Pangesti
Hardani Triyoga
11 jam lalu
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x

Your Reading Dose, Right Here:
Tetap terhubung dengan berita terkini dan informasi terkini secara langsung. Dari politik dan teknologi hingga hiburan dan lainnya, kami menyediakan liputan langsung yang dapat Anda andalkan, menjadikan kami sumber berita tepercaya.

Info lainnya

  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
FacebookLike
InstagramFollow
YoutubeSubscribe
TiktokFollow
© PT. OWRITE Media Digital. All Rights Reserved.
OWRITE Logo OWRITE Dark Background Logo 2x
Everything's gonna be owrite!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?

Not a member? Sign Up