Kementerian Perhubungan (Kemenhub) menyiapkan skema buffer zone atau zona penyangga secara berlapis di pelabuhan Merak. Hal ini dilakukan mencegah kemacetan kendaraan di pelabuhan saat arus mudik Lebaran 2026.
Menteri Perhubungan, Dudy Purwagandhi mengatakan pada Lebaran 2026, masyarakat yang mudik diperkirakan sebanyak 50,60 persen penduduk Indonesia atau setara dengan 143,91 juta orang. Angka ini turun 1,75 persen dibandingkan Lebaran 2025 yang sekitar 146 juta orang.
Untuk itu, pemerintah melakukan berbagai kesiapan mulai dari sarana dan prasarana transportasi meliputi darat, laut, udara dan penyeberangan, pemeriksaan kelaikan setiap moda transportasi. Kemudian pemberlakuan work from anywhere (WFA), kebijakan rekayasa lalu lintas, penyediaan armada tambahan, hingga pengaturan operasional kendaraan angkutan barang.
Untuk memperlancar lalu lintas menuju pelabuhan penyeberangan, pemerintah telah menyiapkan skema buffer zone secara berlapis di pelabuhan Merak,”
ujar Dudy dalam keterangannya dikutip Kamis, 12 Maret 2026.
Dudy menjelaskan, buffer zone di jalan tol disiapkan dengan memanfaatkan rest area mulai dari Kilometer (KM) 13, KM 43, hingga KM 63.
Buffer zone pelabuhan juga disediakan di kawasan Pelabuhan Merak, Indah Kiat, BBJ, dan Ciwandan, serta beberapa titik di jalan arteri sebagai langkah tambahan untuk menjaga kelancaran arus dan mencegah penumpukan kendaraan di titik pelabuhan.
Pemerintah Siapkan Lima Jalur Penyeberangan
Di samping itu, pemerintah bekerja sama dengan berbagai pihak terkait menyiapkan lima jalur penyeberangan dari Pulau Jawa ke Pulau Sumatera pada Angkutan Lebaran 2026. Hal ini terdiri dari Merak-Bakauheni, Ciwandan-PT. Wijaya Karya Beton, Ciwandan-Bakauheni, BBJ Bojonegara-BBJ Muara Pilu, serta PT. Krakatau Bandar Samudera-Panjang sebagai contingency plan.
Untuk lintas penyeberangan dari Pulau Jawa ke Bali dan NTB pada Angkutan Lebaran 2026, Kementerian Perhubungan bekerjasama dengan berbagai pihak terkait menyiapkan Jalur Penyeberangan, yaitu Ketapang-Gilimanuk dan Jangkar-Lembar.
Di samping itu, Kemenhub juga menyiapkan 841 kapal dengan total kapasitas angkut sekitar 3,2 juta penumpang di Lebaran 2026. Menurutnya, moda angkutan laut memegang peran strategis, terutama dalam melayani wilayah kepulauan, daerah terpencil, terluar, dan perbatasan.
Khusus untuk operasional angkutan laut Lebaran, pemerintah telah menyiapkan 841 kapal dengan total kapasitas angkut mencapai sekitar 3,2 juta penumpang. Oleh sebab itu, pemerintah memastikan kesiapan armada dan layanan pelabuhan untuk mendukung kelancaran perjalanan masyarakat selama periode Lebaran,”
tuturnya.



