Dengan menggunakan situs ini, kamu menyetujui Kebijakan Privasi and Ketentuan Penggunaan OWRITE.
Accept
Minggu, 22 Mar 2026
Linkbio
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum
  • Ekbis
  • WARGA SPILLNew
  • Lainnya
    • Hype
    • Internasional
    • Megapolitan
    • Daerah
Sign In
  •   ❍
  • Indeks Berita
  • Akun saya
  • Kirim Tulisan
  • KPK
  • Headline
  • Korupsi
  • Purbaya
  • Spill
  • DPR
  • Banjir
  • BMKG
  • sumatera
  • Prabowo Subianto
OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan DuniaOWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia
Font ResizerAa
  • Indeks Berita
  • Baca ulang
  • Koleksi
  • Eksplor
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Hype
  • Ekonomi Bisnis
  • Megapolitan
  • Olahraga
  • Daerah
Search
  • Warga SpillNew
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi Bisnis
  • Hype
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Olahraga
  • Kelola Tulisan
  • Kirim Tulisan
  • Akun Saya
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
© 2025 PT. OWRITE Media Digital.
Home / Ekonom Ungkap Masalah di Balik Program Makan Bergizi Gratis
Nasional

Ekonom Ungkap Masalah di Balik Program Makan Bergizi Gratis

hadi-febriansyah-owriteIvan OWRITE
Last updated: Maret 17, 2026 8:56 am
Hadi Febriansyah
Ivan
Share
Diskusi Balik Program Makan Bergizi Gratis
Diskusi Balik Program Makan Bergizi Gratis (Foto: OWRITE/Hadi Febriansyah)
SHARE

Program Makan Bergizi Gratis (MBG) pada dasarnya dipandang sebagai gagasan kebijakan yang positif. Program ini dirancang untuk memperkuat ketahanan pangan sekaligus memberikan manfaat langsung kepada masyarakat.

Daftar isi Konten
  • Tantangan Implementasi Mulai Terlihat
  • Koordinasi Menu
  • Perencanaan Program
  • Kualitas Makanan
  • Pentingnya Audit dan Transparansi Program
  • Integrasi Data Bisa Jadi Solusi

Secara konsep, kebijakan tersebut juga dinilai mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat serta mendorong aktivitas ekonomi lokal melalui keterlibatan pelaku usaha di sektor pangan.

Namun, seperti halnya kebijakan publik lainnya, keberhasilan program tidak hanya bergantung pada ide atau konsep yang baik. Tantangan utama justru sering muncul ketika program mulai dijalankan di lapangan.

Tantangan Implementasi Mulai Terlihat

Dalam pelaksanaan program MBG, sejumlah persoalan teknis mulai muncul. Beberapa di antaranya berkaitan dengan koordinasi antar penyelenggara, pengelolaan pasokan bahan pangan, serta perencanaan logistik distribusi.

Pengamat ekonomi senior Haris Maraden menilai persoalan utama yang muncul saat ini berkaitan dengan ketidakseimbangan antara pasokan dan permintaan bahan baku pangan.

Menurutnya, masalah tersebut terlihat sederhana, tetapi dapat berdampak besar terhadap kelancaran distribusi makanan dalam program tersebut.

Program MBG saat ini dilaksanakan oleh berbagai organisasi dan yayasan yang tersebar di banyak wilayah. Pola pelaksanaan yang terdesentralisasi ini sebenarnya memiliki kelebihan karena memungkinkan jangkauan program menjadi lebih luas. Namun di sisi lain, kondisi tersebut juga menimbulkan persoalan koordinasi,”

kata Haris saat ditemui owrite.id, Senin 16 Maret 2026 di Jakarta.

Koordinasi Menu

Haris menjelaskan bahwa dalam praktiknya penentuan menu makanan sering kali tidak terkoordinasi dengan baik antar penyelenggara program.

Akibatnya, dalam satu waktu yang sama beberapa penyelenggara dapat memilih bahan pangan yang serupa sebagai menu utama.

Sebagai contoh, sejumlah penyelenggara bisa saja secara bersamaan memilih tempe sebagai bahan utama makanan yang dibagikan kepada penerima manfaat.

Ketika hal tersebut terjadi secara serentak, permintaan terhadap bahan baku tertentu akan melonjak secara tiba-tiba.

Lonjakan permintaan tersebut sering kali tidak sejalan dengan kemampuan produksi para pemasok, terutama pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah yang menjadi penyedia bahan pangan.

Produsen kecil biasanya memiliki kapasitas produksi yang relatif tetap setiap harinya. Jika kapasitas produksi normal hanya sekitar 100 kilogram per hari, maka akan sulit bagi mereka untuk memenuhi permintaan yang meningkat hingga dua kali lipat secara mendadak.

Situasi ini berpotensi menimbulkan kekurangan pasokan bahan pangan yang pada akhirnya menghambat kelancaran distribusi makanan.

Kondisi serupa juga dapat terjadi pada berbagai jenis bahan pangan lainnya, seperti sayuran maupun produk olahan.

Beras mungkin relatif lebih stabil karena memiliki jaringan pasokan yang luas. Namun untuk bahan pangan lainnya, ketersediaan sering kali lebih terbatas.

Contoh lain dapat terlihat pada situasi bulan puasa. Jika makanan dibagikan pada siang hari sementara makanan yang cocok untuk berbuka adalah makanan ringan seperti roti, maka permintaan terhadap roti dapat meningkat secara mendadak.

Di sisi lain, pabrik roti memiliki kapasitas produksi terbatas sehingga tidak selalu mampu memenuhi lonjakan permintaan dalam waktu singkat.

Perencanaan Program

Fenomena tersebut menunjukkan bahwa persoalan utama dalam program MBG bukan terletak pada konsepnya, melainkan pada perencanaan serta koordinasi pelaksanaannya.

Tanpa sistem perencanaan yang matang, program yang memiliki tujuan baik sekalipun dapat menghadapi berbagai hambatan dalam implementasi.

Situasi ini juga dapat dipahami mengingat lembaga pelaksana program masih tergolong baru. Program diluncurkan dalam waktu yang relatif cepat dan belum sepenuhnya didukung oleh riset yang mendalam maupun perencanaan logistik yang komprehensif. Dalam praktiknya, pelaksanaan program cenderung menggunakan pendekatan learning by doing,”

ujar Haris.

Pendekatan learning by doing memang lazim digunakan pada tahap awal pelaksanaan kebijakan publik. Namun, menurut Haris, proses pembelajaran tersebut harus diiringi dengan mekanisme evaluasi yang jelas, sistematis, dan transparan.

Tanpa evaluasi yang memadai, berbagai kekurangan yang terjadi di lapangan berpotensi terus berulang. Dampak dari lemahnya koordinasi dan pasokan juga dapat memengaruhi kualitas makanan yang diterima masyarakat.

Dalam beberapa kasus, makanan yang dibagikan tidak sepenuhnya memenuhi standar gizi yang telah ditetapkan.

Kualitas Makanan

Haris memberikan contoh bahwa roti yang seharusnya memiliki berat sekitar 125 gram dalam praktiknya bisa saja hanya sekitar 75 gram karena keterbatasan kapasitas produksi.

Selain itu, kualitas produk juga dapat berbeda-beda tergantung bahan baku serta proses produksi yang digunakan oleh masing-masing produsen.

Akibatnya, dalam praktik di lapangan sering kali prioritas utama adalah memastikan makanan dapat sampai kepada penerima. Sementara itu, aspek kualitas baik dari sisi kuantitas maupun mutu tidak selalu terjaga secara konsisten.

Pentingnya Audit dan Transparansi Program

Dalam kondisi tersebut, audit terhadap pelaksanaan program menjadi sangat penting.
Audit tidak hanya berfungsi sebagai alat pengawasan internal, tetapi juga sebagai bentuk akuntabilitas kepada publik.

Transparansi dalam pelaporan hasil evaluasi dinilai dapat meningkatkan kepercayaan masyarakat sekaligus membantu memperbaiki pelaksanaan program di masa mendatang.

Pelaksanaan program juga membutuhkan perencanaan logistik yang lebih matang. Sistem distribusi bahan baku harus disusun secara lebih terstruktur agar mampu mengantisipasi fluktuasi permintaan di lapangan,”

tutur Haris.

Selain itu, ketergantungan yang terlalu besar pada pemasok besar juga perlu dikurangi.
Distribusi yang terlalu terpusat dapat membuat sistem pasokan menjadi kurang fleksibel dalam memenuhi kebutuhan di berbagai daerah.

Sebaliknya, pelibatan produsen lokal perlu diperkuat agar rantai pasok lebih adaptif sekaligus memberikan manfaat ekonomi yang lebih luas bagi masyarakat daerah.

Integrasi Data Bisa Jadi Solusi

Salah satu langkah yang dapat dipertimbangkan adalah mengintegrasikan data kebutuhan harian dengan kapasitas produksi lokal.

Dengan sistem data yang terintegrasi, kebutuhan bahan pangan dapat diprediksi secara lebih akurat.

Di sisi lain, kapasitas produksi dari pelaku usaha lokal juga dapat dipetakan secara lebih jelas. Jika suatu bahan pangan tidak tersedia di wilayah tertentu, maka alternatif sumber pasokan atau bahan pengganti yang tersedia secara lokal dapat segera disiapkan.

Pada akhirnya, keberhasilan sebuah program publik tidak hanya ditentukan oleh niat baik atau besarnya anggaran yang dialokasikan.

Keberhasilan program sangat dipengaruhi oleh kualitas perencanaan, efektivitas koordinasi, serta kemampuan melakukan evaluasi dan perbaikan secara berkelanjutan.

Program MBG memiliki tujuan yang baik serta potensi manfaat yang besar bagi masyarakat. Namun agar tujuan tersebut benar-benar tercapai, berbagai tantangan dalam implementasinya perlu diatasi dengan pendekatan yang lebih sistematis, transparan, dan berbasis data

Tag:Kesejahteraan MasyarakatKetahanan PanganMBGPerencanaan ProgramSektor Pangan
Share This Article
Email Salin Tautan Print
hadi-febriansyah-owrite
ByHadi Febriansyah
Reporter
Follow:
Jurnalis OWRITE yang meliput pemberitaan seputar dunia Olahraga mulai dari Sepak Bola, hingga Bulu Tangkis.
Ivan OWRITE
ByIvan
Redaktur
Follow:
Editor senior di OWRITE Media, meliput pemberitaan Politik dan Peristiwa.
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Anda harus masuk untuk berkomentar.

BERITA TERKINI

Indeks berita
Penumpang berjalan untuk menaiki pesawat di Bandara Internasional Juanda Surabaya, Jawa Timur
Nasional

Kemenhub Sebut 10 Juta Pemudik Padati Angkutan Lebaran 2026

Kementerian Perhubungan melalui Posko Pusat Angkutan Lebaran Terpadu 2026 mencatat pergerakan penumpang angkutan umum secara kumulatif, sejak H-8 (13 Maret 2026) hingga H-1 Lebaran (20 Maret 2026) tercatat mencapai 10.003.583…

By
Iren Natania
Ivan
3 Min Read
Juru Bicara (Jubir) Satgas Operasi Ketupat 2026, Kombes Pol Marupa Sagala.
Nasional

292 Kecelakaan Lalu Lintas Selama Arus Mudik, 8 Orang Meninggal Dunia

Polri mencatat 292 kasus kecelakaan lalu lintas dengan korban meninggal dunia hingga luka ringan selama musim mudik Lebaran 2026. Data tersebut berdasarkan pelaksanaan Operasi Ketupat 2026 per Minggu, 22 Maret…

By
Rahmat
Amin Suciady
2 Min Read
Tersangka kasus dugaan korupsi kuota haji dan penyelenggaraan ibadah haji Yaqut Cholil Qoumas memasuki mobil tahanan usai menjalani pemeriksaan di Gedung Merah Putih KPK
Hukum

Tahanan Rumah Yaqut Cuma Bebani Uang Negara dan Lukai Semangat Antikorupsi

Direktur Lingkar Madani Indonesia (LIMA), Ray Rangkuti, menilai pengalihan status penahanan eks Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas (YCQ), sekaligus tersangka kasus dugaan korupsi kuota haji tambahan, yang sebelumnya mejadi…

By
Amin Suciady
Rahmat
2 Min Read

BERITA LAINNYA

Sejumlah kendaraan pemudik melaju saat penerapan sistem satu arah di Jalan Tol Trans Jawa ruas Semarang-Batang, Semarang, Jawa Tengah.
Nasional

Polri Siapkan Skema One Way Lokal saat Arus Balik 23 Maret 2026, Catat Titiknya  

Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri bakal memberlakukan skema one way lokal saat…

rahmat-baihaqi-jurnalis-owritedusep-malik
By
Rahmat
Dusep
5 jam lalu
gambar Ilustrasi
Nasional

Jejak Oknum Aparat Dari Kritik ke Teror Hingga Catatan Kasus Kriminal, Negara Gagal Lindungi Warganya?

Kamis, 12 Maret 2026, menjadi catatan kelam bagi kebebasan sipil. Ruang berekspresi…

rahmat-baihaqi-jurnalis-owriteAmin Suciady
By
Rahmat
Amin Suciady
2 hari lalu
Tim Advokasi untuk Demokrasi (TAUD) memberikan pembaruan kondisi Wakil Koordinator Kontras Andrie Yunus setelah disiram air keras, di kantor YLBHI
Nasional

Tolak Peradilan Militer Kasus Andrie Yunus, PSHK Gaungkan Prinsip Yurisdiksi Fungsional

Pusat Studi Hukum dan Kebijakan Indonesia (PSHK) menolak penanganan kasus percobaan pembunuhan…

owrite-adi-briantikaIvan OWRITE
By
Adi Briantika
Ivan
2 hari lalu
Tim Advokasi untuk Demokrasi (TAUD) mendesak pemerintah untuk segera membentuk Tim Gabungan Pencari Fakta (TGPF) independen dalam kasus Wakil Koordinator Kontras Andrie Yunus, Rabu, 18 Maret 2026.
Nasional

Investigasi TAUD Kasus Andrie Yunus: Bukan Empat, Tapi Belasan Terduga Pelaku dalam Operasi Besar

Tim Advokasi Untuk Demokrasi (TAUD) telah melakukan investigasi independen kasus serangan air…

owrite-adi-briantikaAmin Suciady
By
Adi Briantika
Amin Suciady
2 hari lalu
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x

Your Reading Dose, Right Here:
Tetap terhubung dengan berita terkini dan informasi terkini secara langsung. Dari politik dan teknologi hingga hiburan dan lainnya, kami menyediakan liputan langsung yang dapat Anda andalkan, menjadikan kami sumber berita tepercaya.

Info lainnya

  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
FacebookLike
InstagramFollow
YoutubeSubscribe
TiktokFollow
© PT. OWRITE Media Digital. All Rights Reserved.
OWRITE Logo OWRITE Dark Background Logo 2x
Everything's gonna be owrite!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?

Not a member? Sign Up