Dengan menggunakan situs ini, kamu menyetujui Kebijakan Privasi and Ketentuan Penggunaan OWRITE.
Accept
Kamis, 14 Mei 2026
Linkbio
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum
  • Ekbis
  • WARGA SPILLNew
  • Sefruit
  • Lainnya
    • Hype
    • Internasional
    • Megapolitan
    • Daerah
Sign In
  •   ❍
  • Indeks Berita
  • Akun saya
  • Kirim Tulisan
  • KPK
  • Headline
  • Korupsi
  • Purbaya
  • DPR
  • Spill
  • iran
  • BMKG
  • Sepak Bola
  • prabowo
OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan DuniaOWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia
Font ResizerAa
  • Indeks Berita
  • Baca ulang
  • Koleksi
  • Eksplor
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Hype
  • Ekonomi Bisnis
  • Megapolitan
  • Olahraga
  • Daerah
Search
  • Warga SpillNew
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi Bisnis
  • Hype
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Olahraga
  • Kelola Tulisan
  • Kirim Tulisan
  • Akun Saya
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
© 2025 PT. OWRITE Media Digital.
Home / Harga Minyak Tembus US$112 Per Barel Usai Irak Stop Ekspor dan Kilang Kuwait Diserang
Ekonomi Bisnis

Harga Minyak Tembus US$112 Per Barel Usai Irak Stop Ekspor dan Kilang Kuwait Diserang

dusep-malik
Last updated: Maret 22, 2026 9:35 am
Dusep - Redaktur
Share
Pengeboran minyak di tengah gurun. (Sumber: Unsplash/Yuan Chen)
Pengeboran minyak di tengah gurun. (Sumber: Unsplash/Yuan Chen)
SHARE

Harga minyak dunia kembali melonjak tajam di tengah eskalasi konflik AS-Israel vs Iran. Pada Jumat, harga minyak menembus level psikologis US$112 per barel setelah Irak menetapkan kondisi force majeure dan serangan drone menghantam fasilitas energi di Kuwait.

Daftar isi Konten
  • Harga Minyak Bisa Melonjak US$180 Per Barel Akhir April
  • 1-3 Bulan ke Depan Citigroup Prediksi Harga Minyak US$150 Per Barel

Dikutip dari CNBC, minyak mentah Brent sebagai acuan global ditutup naik 3,26 persen ke level US$112,19 per barel. Sementara minyak mentah AS (WTI) turut menguat 2,27 persen menjadi US$98,32 per barel.

Lonjakan harga minyak tersebut dipicu gangguan serius pasokan global, dimana Pemerintah Irak dilaporkan tidak mampu mengekspor minyak melalui Selat Hormuz akibat meningkatnya serangan Iran di jalur strategis tersebut. Dampaknya, lalu lintas kapal tanker anjlok drastis.

Selain itu, tekanan semakin besar setelah dua kilang utama di Kuwait yaitu Mina Al-Ahmadi dan Mina Abdullah dihantam serangan drone. Insiden tersebut memicu kebakaran dan memaksa penghentian sebagian operasional sebagai langkah pengamanan.

Harga Minyak Bisa Melonjak US$180 Per Barel Akhir April

Senja di pengeboran minyak. (Sumber: Unsplash/Zbynek Burival)
Senja di pengeboran minyak. (Sumber: Unsplash/Zbynek Burival)

Di tengah situasi tersebut, kekhawatiran pasar semakin meningkat. Pejabat energi Arab Saudi bahkan memperingatkan harga minyak bisa melonjak hingga di atas US$180 per barel jika gangguan pasokan terus berlangsung hingga akhir April.

Pemerintah Amerika Serikat berupaya meredam gejolak pasar. Menteri Keuangan AS, Scott Bessent, membuka peluang pencabutan sanksi terhadap sekitar 140 juta barel minyak Iran yang saat ini tertahan di kapal tanker.

Langkah tersebut dinilai dapat menahan lonjakan harga dalam jangka pendek, sekitar 10 hingga 14 hari ke depan.

Di sisi lain, Israel menyatakan turut membantu upaya pembukaan kembali Selat Hormuz bersama AS. Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengklaim konflik dapat berakhir lebih cepat dari perkiraan, meskipun situasi di lapangan masih penuh ketidakpastian.

1-3 Bulan ke Depan Citigroup Prediksi Harga Minyak US$150 Per Barel

Ilustrasi pengeboran minyak. (Sumber: Unsplash/Mihai)
Ilustrasi pengeboran minyak. (Sumber: Unsplash/Mihai)

Lembaga keuangan global Citigroup melihat konflik ini telah memicu lonjakan tajam harga energi. Citi pun menaikkan proyeksi harga minyak dalam jangka pendek, dengan estimasi Brent dan WTI bisa mencapai US$120 per barel dalam 1–3 bulan ke depan.

Bahkan, dalam skenario terburuk, harga minyak berpotensi menembus US$150 per barel jika gangguan pasokan semakin meluas.

Meski demikian, Citi tetap memperkirakan adanya peluang deeskalasi dalam 4–6 minggu ke depan. Jika itu terjadi, harga minyak diprediksi bisa kembali turun ke kisaran US$70–US$80 per barel pada akhir tahun.

Tag:AS-Israel vs IranBrentDroneHarga MinyakSelat Hormuztimur tengah
Share This Article
Email Salin Tautan Print
dusep-malik
ByDusep
Redaktur
Follow:
Seorang jurnalis di OWRITE Media, yang meliput pemberitaan seputar Bisnis, Ekonomi, Politik dan Peristiwa.
Trending di OWRITE
Update Kasus Ijazah Palsu: Polisi Segera Rilis Keputusan Kelengkapan Perkara Roy Suryo cs
By Rahmat
Roy Suryo Notodiprojo memberikan keterangan kepada wartawan usai sidang uji materi pasal dalam Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) dan Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE),di Gedung Mahkamah Konstitusi, Jakarta, Senin (23/2/2026).
1
Viral Pembubaran Nobar Film “Pesta Babi”, DPR Bakal Panggil Pihak Terkait
By Hadi Febriansyah
Ketua DPR Puan Maharani menyampaikan pidato pada Rapat Paripurna ke-18 di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta
2
Harga Emas Antam Melemah pada Rabu, 13 Mei 2026, Buyback Ikut Anjlok
By Syifa Fauziah
Pramuniaga menunjukkan emas Atntambatangan
3
Ramai Soal Larangan Fotokopi e-KTP, Begini Penjelasan Dukcapil
By Ani Ratnasari
Fotokopi e-KTP
4
Prabowo Klaim Juni 2026 Negara Akan Terima Setoran Rp49 Triliun, Uang Apa?
By Rahmat
Presiden Prabowo Subianto
5

BERITA LAINNYA

Pengeboran Lepas Pantai di Kalimantan Timur, (Sumber: Dok. Pertamina)
Ekonomi Bisnis

Pertamina Bangkit di Kalimantan? Produksi Migas PHI Kuartal I-2026 Lampaui Target

PT Pertamina Hulu Indonesia (PHI) mencatatkan capaian positif pada Kuartal I-2026 dengan…

dusep-malik
By
Dusep
8 jam lalu
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menjawab pertanyaan wartawan di Istana Merdeka, Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (16/4/2026). Menteri ESDM melaporkan hasil pertemuan dengan utusan khusus Presiden Rusia Vladimir Putin dan Menteri ESDM Rusia kepada Presiden Prabowo Subianto, antara lain mengenai Indonesia akan mendapat pasokan minyak mentah Rusia serta kerja sama pembangunan infrastruktur strategis untuk meningkatkan cadangan dan ketahanan energi nasional.
Ekonomi Bisnis

Purbaya-Bahlil Resmi Tunda Kenaikan Royalti dan Tarif Bea Keluar Komoditas Tambang, Ini Alasannya

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memastikan bahwa rencana kenaikan tarif…

iren natania longdongdusep-malik
By
Iren Natania
Dusep
8 jam lalu
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa (sumber: Owrite/Anisa Aulia)
Ekonomi Bisnis

Rupiah Anjlok Lagi ke Rp17.500, Purbaya Pede Tak Akan Sejelek 1998

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memastikan, anjloknya nilai tukar rupiah saat ini…

Nisa-OWRITEdusep-malik
By
Anisa Aulia
Dusep
9 jam lalu
Ilustrasi belanja online
Ekonomi Bisnis

Kemendag Minta Marketplace Transparan Soal Biaya Admin ke Seller

Kementerian Perdagangan (Kemendag) meminta platform marketplace atau Perdagangan Melalui Sistem Elektronik (PMSE)…

Ani RatnasariIvan OWRITE
By
Ani Ratnasari
Ivan
9 jam lalu
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x

Your Reading Dose, Right Here:
Tetap terhubung dengan berita terkini dan informasi terkini secara langsung. Dari politik dan teknologi hingga hiburan dan lainnya, kami menyediakan liputan langsung yang dapat Anda andalkan, menjadikan kami sumber berita tepercaya.

Info lainnya

  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
FacebookLike
InstagramFollow
YoutubeSubscribe
TiktokFollow
© PT. OWRITE Media Digital. All Rights Reserved.
OWRITE Logo OWRITE Dark Background Logo 2x
Everything's gonna be owrite!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?

Not a member? Sign Up