Dengan menggunakan situs ini, kamu menyetujui Kebijakan Privasi and Ketentuan Penggunaan OWRITE.
Accept
Minggu, 30 Agu 2026
Linkbio
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum
  • Ekbis
  • WARGA SPILLNew
  • Sefruit
  • Lainnya
    • Hype
    • Internasional
    • Megapolitan
    • Daerah
Sign In
  •   ❍
  • Indeks Berita
  • Akun saya
  • Kirim Tulisan
  • Jadwal Piala Dunia
  • Headline
  • DPR
  • KPK
  • Sepak Bola
  • prabowo
  • Korupsi
  • MBG
  • Prabowo Subianto
  • Piala Dunia 2026
  • Purbaya
OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan DuniaOWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia
Font ResizerAa
  • Indeks Berita
  • Baca ulang
  • Koleksi
  • Eksplor
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Hype
  • Ekonomi Bisnis
  • Megapolitan
  • Olahraga
  • Daerah
Search
  • Warga SpillNew
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi Bisnis
  • Hype
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Olahraga
  • Kelola Tulisan
  • Kirim Tulisan
  • Akun Saya
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
© 2025 PT. OWRITE Media Digital.
Home / Ekonomi Bisnis / Harga Minyak Tembus US$112 Per Barel Usai Irak Stop Ekspor dan Kilang Kuwait Diserang
Ekonomi Bisnis

Harga Minyak Tembus US$112 Per Barel Usai Irak Stop Ekspor dan Kilang Kuwait Diserang

dusep-malik
Last updated: Maret 22, 2026 9:35 am
By
Dusep Malik
dusep-malik
ByDusep Malik
Redaktur
Seorang senior editor di OWRITE Media, yang fokus pada pemberitaan seputar Bisnis, Ekonomi, Politik dan Peristiwa.
Follow:
- Redaktur
5 bulan lalu
Share
Pengeboran minyak di tengah gurun. (Sumber: Unsplash/Yuan Chen)
Pengeboran minyak di tengah gurun. (Sumber: Unsplash/Yuan Chen)
SHARE

Harga minyak dunia kembali melonjak tajam di tengah eskalasi konflik AS-Israel vs Iran. Pada Jumat, harga minyak menembus level psikologis US$112 per barel setelah Irak menetapkan kondisi force majeure dan serangan drone menghantam fasilitas energi di Kuwait.

Daftar isi Konten
  • Harga Minyak Bisa Melonjak US$180 Per Barel Akhir April
  • 1-3 Bulan ke Depan Citigroup Prediksi Harga Minyak US$150 Per Barel

Dikutip dari CNBC, minyak mentah Brent sebagai acuan global ditutup naik 3,26 persen ke level US$112,19 per barel. Sementara minyak mentah AS (WTI) turut menguat 2,27 persen menjadi US$98,32 per barel.

Lonjakan harga minyak tersebut dipicu gangguan serius pasokan global, dimana Pemerintah Irak dilaporkan tidak mampu mengekspor minyak melalui Selat Hormuz akibat meningkatnya serangan Iran di jalur strategis tersebut. Dampaknya, lalu lintas kapal tanker anjlok drastis.

Selain itu, tekanan semakin besar setelah dua kilang utama di Kuwait yaitu Mina Al-Ahmadi dan Mina Abdullah dihantam serangan drone. Insiden tersebut memicu kebakaran dan memaksa penghentian sebagian operasional sebagai langkah pengamanan.

Harga Minyak Bisa Melonjak US$180 Per Barel Akhir April

Senja di pengeboran minyak. (Sumber: Unsplash/Zbynek Burival)
Senja di pengeboran minyak. (Sumber: Unsplash/Zbynek Burival)

Di tengah situasi tersebut, kekhawatiran pasar semakin meningkat. Pejabat energi Arab Saudi bahkan memperingatkan harga minyak bisa melonjak hingga di atas US$180 per barel jika gangguan pasokan terus berlangsung hingga akhir April.

Pemerintah Amerika Serikat berupaya meredam gejolak pasar. Menteri Keuangan AS, Scott Bessent, membuka peluang pencabutan sanksi terhadap sekitar 140 juta barel minyak Iran yang saat ini tertahan di kapal tanker.

Langkah tersebut dinilai dapat menahan lonjakan harga dalam jangka pendek, sekitar 10 hingga 14 hari ke depan.

Di sisi lain, Israel menyatakan turut membantu upaya pembukaan kembali Selat Hormuz bersama AS. Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengklaim konflik dapat berakhir lebih cepat dari perkiraan, meskipun situasi di lapangan masih penuh ketidakpastian.

1-3 Bulan ke Depan Citigroup Prediksi Harga Minyak US$150 Per Barel

Ilustrasi pengeboran minyak. (Sumber: Unsplash/Mihai)
Ilustrasi pengeboran minyak. (Sumber: Unsplash/Mihai)

Lembaga keuangan global Citigroup melihat konflik ini telah memicu lonjakan tajam harga energi. Citi pun menaikkan proyeksi harga minyak dalam jangka pendek, dengan estimasi Brent dan WTI bisa mencapai US$120 per barel dalam 1–3 bulan ke depan.

Bahkan, dalam skenario terburuk, harga minyak berpotensi menembus US$150 per barel jika gangguan pasokan semakin meluas.

Meski demikian, Citi tetap memperkirakan adanya peluang deeskalasi dalam 4–6 minggu ke depan. Jika itu terjadi, harga minyak diprediksi bisa kembali turun ke kisaran US$70–US$80 per barel pada akhir tahun.

Tag:AS-Israel vs IranBrentDroneHarga MinyakSelat Hormuztimur tengah
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Salin Tautan
dusep-malik
ByDusep Malik
Redaktur
Follow:
Seorang senior editor di OWRITE Media, yang fokus pada pemberitaan seputar Bisnis, Ekonomi, Politik dan Peristiwa.
Trending di OWRITE
Muktamar NU Ubah Mekanisme Pemilihan Ketum PBNU, Sistem Satu Suara Diganti AHWA
By Hardani Triyoga
Pelaksaan Muktamar ke-35 NU di Jombang, Jawa Timur
1
Bos Kasino Batam Suwanda Alias Akau Dijerat Pasal TPPU, Polisi Sita Rp1,04 Miliar
By Rahmat Baihaqi
Ilustrasi tersangka dijebloskan ke penjara.
2
Gempa Susulan Flores NTT Tembus 9.278 Kali, BMKG Mulai Petakan Wilayah Rawan
By Dusep Malik
Update gempa susulan di Flores NTT. (Sumber: BMKG)
3
Siap-Siap! Tak Hanya BBM, Beli LPG 3 Kg Bakal Diatur Berdasarkan Desil DTSEN
By Natania Longdong
Tumpukan tabung gas elpiji 3 kg di Lumajang, Jawa Timur. (Sumber: Antara Foto/Irfan Sumanjaya/wsj)
4
Gus Yahya Bantah Prabowo Tolak Dirinya Pimpin PBNU: “Tidak Masuk Akal”
By Natania Longdong
Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya menyampaikan laporan pertanggungjawaban (LPJ) dalam Sidang Pleno Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) di Ponpes Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, Jawa Timur. (Sumber: Antara Foto/Syaiful Arif/wsj)
5

BERITA LAINNYA

Ilustrasi Pertambangan
Ekonomi Bisnis

Mulai 1 September, Eksportir Tambang Dapat Kelonggaran ‘Parkir’ DHE di RI

Pemerintah mulai 1 September 2026 memberikan kelonggaran bagi eksportir sektor pertambangan yang…

Nisa-OWRITEHardani Triyoga
By
Anisa Aulia
Hardani Triyoga
51 menit lalu
Calon Gubernur Bank Indonesia (BI) Destry Damayanti bersiap mengikuti uji kelayakan dan kepatutan (fit and proper test) bersama Komisi XI DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta. (Sumber: Antara Foto/Rivan Awal Lingga/nz)
Ekonomi Bisnis

Destry Damayanti Jadi Gubernur BI, Ekonom Ramal Rupiah Tetap Loyo hingga 5 Tahun ke Depan

Terpilihnya Destry Damayanti sebagai Gubernur Bank Indonesia (BI) untuk periode 2026–2031 diyakini…

Nisa-OWRITEHardani Triyoga
By
Anisa Aulia
Hardani Triyoga
56 menit lalu
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa dalam media briefing di Kantor Kemenkeu (sumber: Anisa Aulia/Owrite)
Ekonomi Bisnis

Purbaya Bongkar Syarat Ekonomi RI Bisa Serap Tenaga Kerja: Harus Tumbuh Lebih dari 6 Persen

Ekonomi Indonesia masih mampu tumbuh di atas 5 persen di tengah ketidakpastian…

Nisa-OWRITEHardani Triyoga
By
Anisa Aulia
Hardani Triyoga
3 jam lalu
Gambar Purbaya
Ekonomi Bisnis

40 Perusahaan Baja Diduga Ngemplang Pajak, Purbaya Ungkap Potensi Kerugian Negara Rp5 Triliun

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengantongi 40 perusahaan baja yang diduga mengemplang…

Nisa-OWRITEHardani Triyoga
By
Anisa Aulia
Hardani Triyoga
5 jam lalu
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x

Your Reading Dose, Right Here:
Tetap terhubung dengan berita terkini dan informasi terkini secara langsung. Dari politik dan teknologi hingga hiburan dan lainnya, kami menyediakan liputan langsung yang dapat Anda andalkan, menjadikan kami sumber berita tepercaya.

Info lainnya

  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
FacebookLike
InstagramFollow
YoutubeSubscribe
TiktokFollow
© PT. OWRITE Media Digital. All Rights Reserved.
OWRITE Logo OWRITE Dark Background Logo 2x
Everything's gonna be owrite!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?

Not a member? Sign Up