Dengan menggunakan situs ini, kamu menyetujui Kebijakan Privasi and Ketentuan Penggunaan OWRITE.
Accept
Minggu, 22 Mar 2026
Linkbio
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum
  • Ekbis
  • WARGA SPILLNew
  • Lainnya
    • Hype
    • Internasional
    • Megapolitan
    • Daerah
Sign In
  •   ❍
  • Indeks Berita
  • Akun saya
  • Kirim Tulisan
  • KPK
  • Headline
  • Korupsi
  • Purbaya
  • Spill
  • DPR
  • Banjir
  • BMKG
  • sumatera
  • Prabowo Subianto
OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan DuniaOWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia
Font ResizerAa
  • Indeks Berita
  • Baca ulang
  • Koleksi
  • Eksplor
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Hype
  • Ekonomi Bisnis
  • Megapolitan
  • Olahraga
  • Daerah
Search
  • Warga SpillNew
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi Bisnis
  • Hype
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Olahraga
  • Kelola Tulisan
  • Kirim Tulisan
  • Akun Saya
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
© 2025 PT. OWRITE Media Digital.
Home / Harga Minyak Tembus US$112 Per Barel Usai Irak Stop Ekspor dan Kilang Kuwait Diserang
Ekonomi Bisnis

Harga Minyak Tembus US$112 Per Barel Usai Irak Stop Ekspor dan Kilang Kuwait Diserang

dusep-malik
Last updated: Maret 22, 2026 9:35 am
Dusep - Redaktur
Share
Pengeboran minyak di tengah gurun. (Sumber: Unsplash/Yuan Chen)
Pengeboran minyak di tengah gurun. (Sumber: Unsplash/Yuan Chen)
SHARE

Harga minyak dunia kembali melonjak tajam di tengah eskalasi konflik AS-Israel vs Iran. Pada Jumat, harga minyak menembus level psikologis US$112 per barel setelah Irak menetapkan kondisi force majeure dan serangan drone menghantam fasilitas energi di Kuwait.

Daftar isi Konten
  • Harga Minyak Bisa Melonjak US$180 Per Barel Akhir April
  • 1-3 Bulan ke Depan Citigroup Prediksi Harga Minyak US$150 Per Barel

Dikutip dari CNBC, minyak mentah Brent sebagai acuan global ditutup naik 3,26 persen ke level US$112,19 per barel. Sementara minyak mentah AS (WTI) turut menguat 2,27 persen menjadi US$98,32 per barel.

Lonjakan harga minyak tersebut dipicu gangguan serius pasokan global, dimana Pemerintah Irak dilaporkan tidak mampu mengekspor minyak melalui Selat Hormuz akibat meningkatnya serangan Iran di jalur strategis tersebut. Dampaknya, lalu lintas kapal tanker anjlok drastis.

Selain itu, tekanan semakin besar setelah dua kilang utama di Kuwait yaitu Mina Al-Ahmadi dan Mina Abdullah dihantam serangan drone. Insiden tersebut memicu kebakaran dan memaksa penghentian sebagian operasional sebagai langkah pengamanan.

Harga Minyak Bisa Melonjak US$180 Per Barel Akhir April

Senja di pengeboran minyak. (Sumber: Unsplash/Zbynek Burival)
Senja di pengeboran minyak. (Sumber: Unsplash/Zbynek Burival)

Di tengah situasi tersebut, kekhawatiran pasar semakin meningkat. Pejabat energi Arab Saudi bahkan memperingatkan harga minyak bisa melonjak hingga di atas US$180 per barel jika gangguan pasokan terus berlangsung hingga akhir April.

Pemerintah Amerika Serikat berupaya meredam gejolak pasar. Menteri Keuangan AS, Scott Bessent, membuka peluang pencabutan sanksi terhadap sekitar 140 juta barel minyak Iran yang saat ini tertahan di kapal tanker.

Langkah tersebut dinilai dapat menahan lonjakan harga dalam jangka pendek, sekitar 10 hingga 14 hari ke depan.

Di sisi lain, Israel menyatakan turut membantu upaya pembukaan kembali Selat Hormuz bersama AS. Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengklaim konflik dapat berakhir lebih cepat dari perkiraan, meskipun situasi di lapangan masih penuh ketidakpastian.

1-3 Bulan ke Depan Citigroup Prediksi Harga Minyak US$150 Per Barel

Ilustrasi pengeboran minyak. (Sumber: Unsplash/Mihai)
Ilustrasi pengeboran minyak. (Sumber: Unsplash/Mihai)

Lembaga keuangan global Citigroup melihat konflik ini telah memicu lonjakan tajam harga energi. Citi pun menaikkan proyeksi harga minyak dalam jangka pendek, dengan estimasi Brent dan WTI bisa mencapai US$120 per barel dalam 1–3 bulan ke depan.

Bahkan, dalam skenario terburuk, harga minyak berpotensi menembus US$150 per barel jika gangguan pasokan semakin meluas.

Meski demikian, Citi tetap memperkirakan adanya peluang deeskalasi dalam 4–6 minggu ke depan. Jika itu terjadi, harga minyak diprediksi bisa kembali turun ke kisaran US$70–US$80 per barel pada akhir tahun.

Tag:AS-Israel vs IranBrentDroneHarga MinyakSelat Hormuztimur tengah
Share This Article
Email Salin Tautan Print
dusep-malik
ByDusep
Redaktur
Follow:
Seorang jurnalis di OWRITE Media, yang meliput pemberitaan seputar Bisnis, Ekonomi, Politik dan Peristiwa.
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Anda harus masuk untuk berkomentar.

BERITA TERKINI

Indeks berita
Penumpang berjalan untuk menaiki pesawat di Bandara Internasional Juanda Surabaya, Jawa Timur
Nasional

Kemenhub Sebut 10 Juta Pemudik Padati Angkutan Lebaran 2026

Kementerian Perhubungan melalui Posko Pusat Angkutan Lebaran Terpadu 2026 mencatat pergerakan penumpang angkutan umum secara kumulatif, sejak H-8 (13 Maret 2026) hingga H-1 Lebaran (20 Maret 2026) tercatat mencapai 10.003.583…

By
Iren Natania
Ivan
3 Min Read
Juru Bicara (Jubir) Satgas Operasi Ketupat 2026, Kombes Pol Marupa Sagala.
Nasional

292 Kecelakaan Lalu Lintas Selama Arus Mudik, 8 Orang Meninggal Dunia

Polri mencatat 292 kasus kecelakaan lalu lintas dengan korban meninggal dunia hingga luka ringan selama musim mudik Lebaran 2026. Data tersebut berdasarkan pelaksanaan Operasi Ketupat 2026 per Minggu, 22 Maret…

By
Rahmat
Amin Suciady
2 Min Read
Tersangka kasus dugaan korupsi kuota haji dan penyelenggaraan ibadah haji Yaqut Cholil Qoumas memasuki mobil tahanan usai menjalani pemeriksaan di Gedung Merah Putih KPK
Hukum

Tahanan Rumah Yaqut Cuma Bebani Uang Negara dan Lukai Semangat Antikorupsi

Direktur Lingkar Madani Indonesia (LIMA), Ray Rangkuti, menilai pengalihan status penahanan eks Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas (YCQ), sekaligus tersangka kasus dugaan korupsi kuota haji tambahan, yang sebelumnya mejadi…

By
Amin Suciady
Rahmat
2 Min Read

BERITA LAINNYA

KCIC mencatat terjadi lonjakan pembelian tiket kereta Whoosh pada H+2 Lebaran 2026
Ekonomi Bisnis

Whoosh Diserbu Penumpang, 13 Ribu Tiket Terjual

PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) mencatat sebanyak 13 ribu tiket kereta…

rahmat-baihaqi-jurnalis-owriteIvan OWRITE
By
Rahmat
Ivan
9 jam lalu
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa (Sumber: Owrite/Anisa Aulia)
Ekonomi Bisnis

Tak Hanya Efisiensi Anggaran, Purbaya Akan Batasi Pengajuan Baru

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa akan membatasi pengajuan anggaran baru Kementerian Lembaga…

Nisa-OWRITEIvan OWRITE
By
Anisa Aulia
Ivan
1 hari lalu
Sejumlah pemudik kereta api jarak jauh berjalan setibanya di Stasiun Jatibarang, Indramayu, Jawa Barat
Ekonomi Bisnis

Tiket Kereta Api Lebaran 2026 Laris Manis, 3,7 Juta Lebih Terjual

PT Kereta Api Indonesia (Persero) mencatat penjualan tiket Angkutan Lebaran 2026 terus…

iren natania longdongIvan OWRITE
By
Iren Natania
Ivan
1 hari lalu
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyampaikan paparan saat mengikuti rapat koordinasi pemulihan pascabencana di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta
Ekonomi Bisnis

Ramadan Usai, Purbaya Pede Ekonomi RI Capai 5,7 Persen Meski Ada Perang

Momentum Ramadan 2026 kali ini diliputi oleh gejolak global akibat perang di…

Nisa-OWRITEIvan OWRITE
By
Anisa Aulia
Ivan
1 hari lalu
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x

Your Reading Dose, Right Here:
Tetap terhubung dengan berita terkini dan informasi terkini secara langsung. Dari politik dan teknologi hingga hiburan dan lainnya, kami menyediakan liputan langsung yang dapat Anda andalkan, menjadikan kami sumber berita tepercaya.

Info lainnya

  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
FacebookLike
InstagramFollow
YoutubeSubscribe
TiktokFollow
© PT. OWRITE Media Digital. All Rights Reserved.
OWRITE Logo OWRITE Dark Background Logo 2x
Everything's gonna be owrite!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?

Not a member? Sign Up