Polri mencatat 292 kasus kecelakaan lalu lintas dengan korban meninggal dunia hingga luka ringan selama musim mudik Lebaran 2026. Data tersebut berdasarkan pelaksanaan Operasi Ketupat 2026 per Minggu, 22 Maret 2026.
Juru Bicara (Jubir) Satgas Operasi Ketupat 2026, Kombes Pol Marupa Sagala mengatakan, tidak ada kejadian menonjol selama musim mudik.
Polri mencatat adanya dinamika di lapangan, khususnya pada sektor lalu lintas. Tercatat 292 kejadian kecelakaan lalu lintas, dengan rincian 8 orang meninggal dunia, 60 luka berat, dan 489 luka ringan, serta kerugian materiil mencapai lebih dari Rp206 juta,”
ungkap Sagala dalam keterangannya, Minggu, 22 Maret 2026.
Dalam sektor lalu lintas, Sagala menyebut 2.007.253 kendaraan telah keluar dari Jakarta.
Sementara itu, Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri memproyeksikan sebanyak 3.671.028 kendaraan akan meninggalkan ibu kota pada momentum mudik Lebaran 2026. Dengan demikian, sekitar 54,7 persen kendaraan telah keluar dari Jakarta.
Selain pulang ke kampung halaman, Sagala mengatakan pergerakan masyarakat juga akan menuju sejumlah destinasi wisata di berbagai daerah. Ia mengimbau masyarakat tetap mengutamakan keselamatan selama perjalanan, termasuk saat berwisata.
Kami mengimbau masyarakat yang akan melakukan perjalanan, khususnya ke destinasi wisata, agar tetap berhati-hati dan mengutamakan keselamatan, terutama di lokasi wisata air seperti pantai, sungai, maupun kolam renang,”
ujarnya.
Sagala menambahkan, pengelola tempat wisata harus turut bertanggung jawab dalam menjaga keselamatan pengunjung dengan memperhatikan kapasitas dan standar keamanan.
Lebih lanjut, Polri memprediksi puncak arus balik akan terjadi pada 24 Maret serta 28 hingga 29 Maret 2026. Pemudik diharapkan merencanakan perjalanan dengan baik, termasuk memanfaatkan diskon tarif tol yang telah disiapkan pemerintah.
Selain itu, masyarakat diminta mengatur waktu arus balik agar tidak terjadi penumpukan kendaraan. Polri juga mengimbau pemudik memanfaatkan kebijakan Work From Anywhere (WFA) dari pemerintah.
Masyarakat juga diimbau untuk memanfaatkan kebijakan Work From Anywhere atau WFA, sehingga arus balik dapat berlangsung bertahap dan tidak menumpuk dalam satu waktu,”
tandasnya.

