Ibu kota Iran, Teheran, bersama sejumlah wilayah di bagian utara negara tersebut mengalami pemadaman listrik besar-besaran.
Gangguan ini terjadi setelah adanya serangan yang dilancarkan oleh Amerika Serikat (AS) dan Israel, sebagaimana disampaikan oleh Kementerian Energi Iran pada Minggu, 29 Maret 2026..
Beberapa menit lalu, akibat serangan AS dan Israel terhadap pembangkit listrik di Provinsi Teheran serta sejumlah distrik di Teheran dan Provinsi Alborz, listrik terputus,”
tulis keterangan kementerian tersebut seperti dikutip Nour News.
Tim teknis Kementerian Energi sedang berupaya mengatasi masalah ini,”
tambah keterangan tersebut.
Infrastruktur Listrik Jadi Sasaran Serangan
Laporan menyebutkan bahwa pecahan proyektil mengenai menara listrik bertegangan tinggi di wilayah Alborz. Insiden ini menjadi salah satu penyebab utama terhentinya pasokan listrik di sejumlah area.
Tidak hanya itu, gardu induk di kawasan Dowshan Tappeh juga mengalami kerusakan cukup parah. Akibatnya, aliran listrik di beberapa distrik penting di Teheran dan kota Karaj ikut terputus.
Sebelumnya, pada 28 Februari 2026, Amerika Serikat bersama Israel melancarkan serangan ke sejumlah target di Iran, termasuk di wilayah Teheran. Serangan tersebut menyebabkan kerusakan signifikan dan menimbulkan korban jiwa dari kalangan warga sipil.
Sebagai respons, Iran melakukan serangan balasan dengan menargetkan wilayah Israel serta fasilitas militer milik Amerika Serikat yang berada di kawasan Timur Tengah.
Pemadaman listrik ini berdampak luas terhadap aktivitas masyarakat, termasuk layanan publik dan infrastruktur vital. Hingga saat ini, tim teknis dari Kementerian Energi Iran masih bekerja untuk memulihkan kondisi kelistrikan di wilayah terdampak.



