Dengan menggunakan situs ini, kamu menyetujui Kebijakan Privasi and Ketentuan Penggunaan OWRITE.
Accept
Selasa, 31 Mar 2026
Linkbio
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum
  • Ekbis
  • WARGA SPILLNew
  • Lainnya
    • Hype
    • Internasional
    • Megapolitan
    • Daerah
Sign In
  •   ❍
  • Indeks Berita
  • Akun saya
  • Kirim Tulisan
  • KPK
  • Headline
  • Korupsi
  • Purbaya
  • Spill
  • DPR
  • BMKG
  • Banjir
  • sumatera
  • iran
OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan DuniaOWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia
Font ResizerAa
  • Indeks Berita
  • Baca ulang
  • Koleksi
  • Eksplor
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Hype
  • Ekonomi Bisnis
  • Megapolitan
  • Olahraga
  • Daerah
Search
  • Warga SpillNew
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi Bisnis
  • Hype
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Olahraga
  • Kelola Tulisan
  • Kirim Tulisan
  • Akun Saya
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
© 2025 PT. OWRITE Media Digital.
Home / Jangan Abai, Campak Memicu Komplikasi Pneumonia hingga Kematian
Kesehatan

Jangan Abai, Campak Memicu Komplikasi Pneumonia hingga Kematian

Syifa FauziahIvan OWRITE
Last updated: Maret 31, 2026 3:15 pm
Syifa Fauziah
Ivan
Share
Ilustrasi penyakit campak
Ilustrasi penyakit campak (Foto: Freepik.com)
SHARE

Kasus campak semakin mengkhawatirkan setelah banyak kabar pasien, baik anak-anak maupun dewasa yang meninggal dunia.

Berdasarkan data dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes), hingga minggu ke-11 tahun 2026, tercatat sebanyak 58 KLB campak di 39 kabupaten/kota yang tersebar di 14 provinsi.

Jumlah kasus sempat mencapai 2.740 pada awal tahun, meskipun kini menunjukkan tren penurunan menjadi 177 kasus.

Dokter Spesialis Paru dari Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Persahabatan, Prof. Dr. dr. Erlina Burhan, M.Sc, Sp.P(K) mengatakan campak bukan penyakit biasa, melainkan penyakit yang sangat menular dan perlu perhatian serius karena dapat memicu berbagai komplikasi yang membahayakan nyawa. Salah satu komplikasi paling mematikan yang sering menyertai campak adalah pneumonia.

Data dari CDC Amerika Serikat menunjukkan bahwa 1 dari 20 anak yang terinfeksi campak mengalami pneumonia.

Lebih mengkhawatirkan lagi, pneumonia menjadi penyebab kematian paling umum pada anak-anak akibat campak. Artinya, di balik ruam merah yang tampak biasa, ada ancaman serius di organ pernapasan yang bisa berakibat fatal,”

ujar Prof Erlina dalam cuitannya di X @erlinaburhan, Selasa, 31 Maret 2026.

Tidak hanya anak-anak, orang dewasa pun memiliki risiko yang nyata. Sebuah studi yang dipublikasikan di Vietnam Medical Journal mencatat bahwa dari 294 pasien dewasa yang terinfeksi campak, sebanyak 27,2 persen di antaranya mengalami komplikasi pneumonia.

Ini membuktikan bahwa campak dan komplikasinya tidak pandang usia, dan semua kelompok umur perlu waspada,”

tambahnya

Lalu, bagaimana campak bisa berujung pada pneumonia yang mematikan?

Prof Erlin menjelaskan proses ini terjadi secara bertahap. Semuanya bermula ketika virus campak masuk ke tubuh melalui saluran pernapasan.

Berbeda dengan anggapan umum, virus ini tidak langsung menyerang selaput lendir. Virus justru menginfeksi sel-sel kekebalan yang ada di paru, seperti makrofag, lalu membajak dan memanfaatkannya sebagai kendaraan untuk berkembang biak serta menyebar ke seluruh tubuh.

Setelah menguasai sel kekebalan di paru, virus kemudian berpindah ke kelenjar getah bening di sekitar saluran napas.

Di sinilah virus memperbanyak diri secara masif. Proses ini menyebabkan kerusakan besar padasistem imun, di mana jumlah limfosit (sel darah putih penjaga tubuh) menurun drastis.

Dari sini, virus memasuki aliran darah dan menyebar ke seluruh tubuh, menandai dimulainya fase kritis penyakit,”

jelasnya.

Saat virus sudah menyebar, paru-paru mendapat serangan dari dua arah sekaligus. Pertama, serangan langsung oleh virus yang menginfeksi sel epitel saluran napas bagian bawah, menyebabkan peradangan hebat dan pembentukan sel raksasa di paru yang disebut giant cell pneumonia.

Kedua, karena sistem kekebalan sudah hancur, tubuh menjadi sangat rentan terhadap bakteri oportunistik. Inilah sebabnya infeksi bakteri sekunder seperti Streptococcus pneumoniae dengan mudah menyerang dan menyebabkan pneumonia bakterial.

Kombinasi dari serangan langsung virus dan serangan infeksi bakteri sekunder inilah yang membuat pneumonia pada campak begitu berbahaya,”

ucapnya

Kondisi ini tidak hanya menyebabkan peradangan berat, tetapi juga membuat paru-paru kehilangankemampuannya untuk bertukar oksigen secara optimal.

Pada anak-anak, lansia, atau mereka yang kekurangan gizi, dua serangan ini seringkali datang terlalu cepat untuk dilawan oleh tubuh yang sudah lemah.

Lebih lanjut Prof Erlina mengatakan, meskipun terlihat menakutkan, komplikasi ini bisa ditangani dengan tata laksana yang tepat.

Misalnya pemberian Vitamin A menjadi kunci utama karena terbukti mampu menurunkan angka kesakitan dan kematian pada anak dengan campak.

Sementara untuk pasien yang sudah mengalami pneumonia atau infeksi telinga (otitis media), pemberian antibiotik sangat diindikasikan untuk membasmi infeksi bakteri sekunder yang memanfaatkan lemahnya sistem kekebalan pasien.

Di tengah ancaman alur penyakit yang berbahaya ini, ada satu solusi paling bijak dan terbukti efektif, yakni vaksin campak.

Vaksin ini benteng pertahanan yang melatih tubuh untuk mengenali dan melawan virus sebelum ia sempat menghancurkan sistem kekebalan.

Menurutnya, memberikan vaksin kepada anak-anak adalah investasi terbesar untuk kesehatan mereka di masa depan.

Pada minggu ke-9 tahun 2026, total akumulasi kasus campak mencapai 8.716 kasus dengan 10.826 suspek. Angka ini jadi alarm bagi masyarakat.

Untuk itu Prof Erlina mengimbau kepada masarakat untuk segera melakukan vaksin.

Lengkapi segera vaksinasi campak dan MMR untuk anak-anak. Dewasa yang belum divaksin, juga segera lakukan. Plus, terapkan protokol kesehatan: cuci tangan, tidak berbagi alat makan, dan bersihkan rumah dengan disinfektan,”

tambahnya.
Tag:CampakJangan AbaiKematianKomplikasipasienPneumonia
Share This Article
Email Salin Tautan Print
Syifa Fauziah
BySyifa Fauziah
Reporter
Follow:
Seorang jurnalis di OWRITE Media, yang meliput pemberitaan seputar Gaya Hidup dan Entertainment.
Ivan OWRITE
ByIvan
Redaktur
Follow:
Editor senior di OWRITE Media, meliput pemberitaan Politik dan Peristiwa.
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Anda harus masuk untuk berkomentar.

BERITA TERKINI

Indeks berita
Deretan aplikasi media sosial (medsos). (Sumber: Unsplash/Piotr Cichosz)
Nasional

Permenkomdigi 9/2026 Ubah Paradigma Perlindungan Anak di Ruang Digital

Penerbitan Peraturan Menteri Komunikasi dan Digital Nomor 9 Tahun 2026 tentang Peraturan Pelaksanaan Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2025 tentang Tata Kelola Penyelenggaraan Sistem Elektronik dalam Pelindungan Anak, membawa angin…

By
Adi Briantika
Amin Suciady
4 Min Read
Perwakilan Aliansi Ibu Indonesia, Annette Mau
Nasional

MBG Disorot, Salah Sasaran hingga Diduga Jadi ‘Ladang Bisnis’

Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas pemerintah terus menuai sorotan dari banyak pihak, salah satunya Aliansi Ibu Indonesia. Implementasi MBG dinilai masih menyisakan sejumlah persoalan, mulai dari penerima manfaat…

By
Syifa Fauziah
Amin Suciady
2 Min Read
Perwakilan Aliansi Ibu Indonesia, Annette Mau.
Nasional

Ironi MBG Rp1,2 Triliun Sehari, Aliansi Ibu: Sekolahnya Tanpa Wastafel dan Atap Bocor

Program Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali menuai kritik, kali ini terkait besarnya anggaran yang digelontorkan pemerintah setiap harinya. Aliansi Ibu Indonesia menilai pengadaan dana hingga Rp1,2 triliun per hari untuk…

By
Syifa Fauziah
Dusep
3 Min Read

BERITA LAINNYA

Seorang dokter menyiapkan vaksin campak untuk disuntikkan kepada balita di Puskesmas Ibrahim Adjie, Bandung, Jawa Barat
Kesehatan

Kasus Campak Masih Tinggi, Pakar Ingatkan Bahaya “Immune Amnesia” hingga Risiko Kematian

Kasus campak di Indonesia saat ini cukup tinggi. Berdasarkan data dari Kementerian…

Syifa FauziahIvan OWRITE
By
Syifa Fauziah
Ivan
1 hari lalu
Ilustrasi pasien saat di infus
Kesehatan

Minim Transparansi, Pasien Gagal Ginjal ‘Terjebak’ Cuci Darah, KPCDI Soroti Lonjakan Beban BPJS

"Merawat Manusia, Melindungi Bumi”, Komunitas Pasien Cuci Darah Indonesia (KPCDI), menilai pemerintah…

Syifa FauziahIvan OWRITE
By
Syifa Fauziah
Ivan
4 hari lalu
Ilustrasi El Nino “Godzilla” Picu Ancaman Kesehatan
Kesehatan

El Nino “Godzilla” Picu Ancaman Kesehatan: Heatstroke hingga Lonjakan Penyakit Infeksi Mengintai

Fenomena El Nino “Godzilla” kembali menjadi sorotan karena dampaknya yang tidak hanya…

Syifa FauziahIvan OWRITE
By
Syifa Fauziah
Ivan
4 hari lalu
Kue Nastar
Kesehatan

Menkes Ungkap Bahaya Kalori Tersembunyi di Nastar, Batasi Konsumsi saat Lebaran

Kue nastar menjadi salah satu sajian wajib yang selalu hadir di meja…

Syifa FauziahIvan OWRITE
By
Syifa Fauziah
Ivan
6 hari lalu
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x

Your Reading Dose, Right Here:
Tetap terhubung dengan berita terkini dan informasi terkini secara langsung. Dari politik dan teknologi hingga hiburan dan lainnya, kami menyediakan liputan langsung yang dapat Anda andalkan, menjadikan kami sumber berita tepercaya.

Info lainnya

  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
FacebookLike
InstagramFollow
YoutubeSubscribe
TiktokFollow
© PT. OWRITE Media Digital. All Rights Reserved.
OWRITE Logo OWRITE Dark Background Logo 2x
Everything's gonna be owrite!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?

Not a member? Sign Up