Dengan menggunakan situs ini, kamu menyetujui Kebijakan Privasi and Ketentuan Penggunaan OWRITE.
Accept
Jumat, 17 Jul 2026
Linkbio
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum
  • Ekbis
  • WARGA SPILLNew
  • Sefruit
  • Lainnya
    • Hype
    • Internasional
    • Megapolitan
    • Daerah
Sign In
  •   ❍
  • Indeks Berita
  • Akun saya
  • Kirim Tulisan
  • Jadwal Piala Dunia
  • Headline
  • KPK
  • Sepak Bola
  • DPR
  • Korupsi
  • prabowo
  • Piala Dunia 2026
  • MBG
  • Purbaya
  • iran
OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan DuniaOWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia
Font ResizerAa
  • Indeks Berita
  • Baca ulang
  • Koleksi
  • Eksplor
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Hype
  • Ekonomi Bisnis
  • Megapolitan
  • Olahraga
  • Daerah
Search
  • Warga SpillNew
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi Bisnis
  • Hype
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Olahraga
  • Kelola Tulisan
  • Kirim Tulisan
  • Akun Saya
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
© 2025 PT. OWRITE Media Digital.
Home / Kesehatan / Jangan Abai, Campak Memicu Komplikasi Pneumonia hingga Kematian
Kesehatan

Jangan Abai, Campak Memicu Komplikasi Pneumonia hingga Kematian

Syifa FauziahIvan OWRITE
Last updated: Maret 31, 2026 3:15 pm
By
Syifa Fauziah
Syifa Fauziah
BySyifa Fauziah
Reporter
Seorang jurnalis di OWRITE Media, yang meliput pemberitaan seputar Gaya Hidup dan Entertainment.
Follow:
Ivan Syahruna Lubis
Ivan OWRITE
ByIvan Syahruna Lubis
Redaktur
Editor berita di OWRITE Media, meliput pemberitaan gaya hidup dan Peristiwa.
Follow:
4 bulan lalu
Share
Ilustrasi pasien penyakit campak
Ilustrasi penyakit campak (Foto: Freepik.com)
SHARE

Kasus campak semakin mengkhawatirkan setelah banyak kabar pasien, baik anak-anak maupun dewasa yang meninggal dunia.

Berdasarkan data dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes), hingga minggu ke-11 tahun 2026, tercatat sebanyak 58 KLB campak di 39 kabupaten/kota yang tersebar di 14 provinsi.

Jumlah kasus sempat mencapai 2.740 pada awal tahun, meskipun kini menunjukkan tren penurunan menjadi 177 kasus.

Dokter Spesialis Paru dari Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Persahabatan, Prof. Dr. dr. Erlina Burhan, M.Sc, Sp.P(K) mengatakan campak bukan penyakit biasa, melainkan penyakit yang sangat menular dan perlu perhatian serius karena dapat memicu berbagai komplikasi yang membahayakan nyawa. Salah satu komplikasi paling mematikan yang sering menyertai campak adalah pneumonia.

Data dari CDC Amerika Serikat menunjukkan bahwa 1 dari 20 anak yang terinfeksi campak mengalami pneumonia.

Lebih mengkhawatirkan lagi, pneumonia menjadi penyebab kematian paling umum pada anak-anak akibat campak. Artinya, di balik ruam merah yang tampak biasa, ada ancaman serius di organ pernapasan yang bisa berakibat fatal,”

ujar Prof Erlina dalam cuitannya di X @erlinaburhan, Selasa, 31 Maret 2026.

Tidak hanya anak-anak, orang dewasa pun memiliki risiko yang nyata. Sebuah studi yang dipublikasikan di Vietnam Medical Journal mencatat bahwa dari 294 pasien dewasa yang terinfeksi campak, sebanyak 27,2 persen di antaranya mengalami komplikasi pneumonia.

Ini membuktikan bahwa campak dan komplikasinya tidak pandang usia, dan semua kelompok umur perlu waspada,”

tambahnya

Lalu, bagaimana campak bisa berujung pada pneumonia yang mematikan?

Prof Erlin menjelaskan proses ini terjadi secara bertahap. Semuanya bermula ketika virus campak masuk ke tubuh melalui saluran pernapasan.

Berbeda dengan anggapan umum, virus ini tidak langsung menyerang selaput lendir. Virus justru menginfeksi sel-sel kekebalan yang ada di paru, seperti makrofag, lalu membajak dan memanfaatkannya sebagai kendaraan untuk berkembang biak serta menyebar ke seluruh tubuh.

Setelah menguasai sel kekebalan di paru, virus kemudian berpindah ke kelenjar getah bening di sekitar saluran napas.

Di sinilah virus memperbanyak diri secara masif. Proses ini menyebabkan kerusakan besar padasistem imun, di mana jumlah limfosit (sel darah putih penjaga tubuh) menurun drastis.

Dari sini, virus memasuki aliran darah dan menyebar ke seluruh tubuh, menandai dimulainya fase kritis penyakit,”

jelasnya.

Saat virus sudah menyebar, paru-paru mendapat serangan dari dua arah sekaligus. Pertama, serangan langsung oleh virus yang menginfeksi sel epitel saluran napas bagian bawah, menyebabkan peradangan hebat dan pembentukan sel raksasa di paru yang disebut giant cell pneumonia.

Kedua, karena sistem kekebalan sudah hancur, tubuh menjadi sangat rentan terhadap bakteri oportunistik. Inilah sebabnya infeksi bakteri sekunder seperti Streptococcus pneumoniae dengan mudah menyerang dan menyebabkan pneumonia bakterial.

Kombinasi dari serangan langsung virus dan serangan infeksi bakteri sekunder inilah yang membuat pneumonia pada campak begitu berbahaya,”

ucapnya

Kondisi ini tidak hanya menyebabkan peradangan berat, tetapi juga membuat paru-paru kehilangankemampuannya untuk bertukar oksigen secara optimal.

Pada anak-anak, lansia, atau mereka yang kekurangan gizi, dua serangan ini seringkali datang terlalu cepat untuk dilawan oleh tubuh yang sudah lemah.

Lebih lanjut Prof Erlina mengatakan, meskipun terlihat menakutkan, komplikasi ini bisa ditangani dengan tata laksana yang tepat.

Misalnya pemberian Vitamin A menjadi kunci utama karena terbukti mampu menurunkan angka kesakitan dan kematian pada anak dengan campak.

Sementara untuk pasien yang sudah mengalami pneumonia atau infeksi telinga (otitis media), pemberian antibiotik sangat diindikasikan untuk membasmi infeksi bakteri sekunder yang memanfaatkan lemahnya sistem kekebalan pasien.

Di tengah ancaman alur penyakit yang berbahaya ini, ada satu solusi paling bijak dan terbukti efektif, yakni vaksin campak.

Vaksin ini benteng pertahanan yang melatih tubuh untuk mengenali dan melawan virus sebelum ia sempat menghancurkan sistem kekebalan.

Menurutnya, memberikan vaksin kepada anak-anak adalah investasi terbesar untuk kesehatan mereka di masa depan.

Pada minggu ke-9 tahun 2026, total akumulasi kasus campak mencapai 8.716 kasus dengan 10.826 suspek. Angka ini jadi alarm bagi masyarakat.

Untuk itu Prof Erlina mengimbau kepada masarakat untuk segera melakukan vaksin.

Lengkapi segera vaksinasi campak dan MMR untuk anak-anak. Dewasa yang belum divaksin, juga segera lakukan. Plus, terapkan protokol kesehatan: cuci tangan, tidak berbagi alat makan, dan bersihkan rumah dengan disinfektan,”

tambahnya.
Tag:CampakJangan AbaiKematianKomplikasipasienPneumonia
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Salin Tautan
Syifa Fauziah
BySyifa Fauziah
Reporter
Follow:
Seorang jurnalis di OWRITE Media, yang meliput pemberitaan seputar Gaya Hidup dan Entertainment.
Ivan OWRITE
ByIvan Syahruna Lubis
Redaktur
Follow:
Editor berita di OWRITE Media, meliput pemberitaan gaya hidup dan Peristiwa.
Trending di OWRITE
PDIP Curiga Pengadaan Kipas Angin Kopdes Rp1,8 Triliun, Jawaban Menkop Bikin Kaget
By Natania Longdong
Menteri Koperasi Fery Juliantono saat Rapat Kerja dengan Komisi VI DPR.
1
Tangis Inggris Pecah! Argentina Menang Dramatis 2-1 dan Tantang Spanyol di Final
By Hadi Febriansyah
Pemain Timnas Argentina melakukan comeback di menit akhir dengan mengalahkan Inggris di semifinal Piala Dunia 2026.
2
Prabowo Beri Ultimatum 1 Bulan ke BGN, MBG Wajib Berbenah dan Harus Tepat Sasaran
By Rika Pangesti
Petugas di SPPG saat menyiapkan menu MBG. (Sumber: Dok. BGN)
3
Tiga Sprindik Versi Kejagung, Eks Jampidsus Febrie Belum Lepas dari Status Tersangka
By Rahmat Baihaqi
Kapuspenkum Kejaksaan Agung Anang Supriatna memberikan keterangan pers terkait penetapan tersangka baru kasus korupsi MBG di Gedung Bundar Kejaksaan Agung, Jakarta, Kamis (11/6/2026).
4
Mutasi Ratusan Pejabat Kementerian PU, Dody: Masa 38 Ribu Pegawai Enggak Boleh Dimutasi?
By Natania Longdong
Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo bersiap mengikuti rapat kerja dengan Komisi V DPR
5

BERITA LAINNYA

Warga menyaksikan pertandingan Piala Dunia 2026 pada babak semi final antara Spanyol melawan Prancis di kawasan Pasar Klandasan, Balikpapan, Kalimantan Timur
Kesehatan

Tiga Tips Begadang Nonton Final Piala Dunia 2026 ala Menkes Budi Gunadi Sadikin, Biar Tetap Fit

Gelaran final Piala Dunia 2026 akan berlangsung pada Senin, 20 Juli 2026…

Syifa FauziahIvan OWRITE
By
Syifa Fauziah
Ivan Syahruna Lubis
14 jam lalu
Ilustrasi penyakit Kanker
Kesehatan

80 Persen Pasien Baru Terdiagnosis Stadium Lanjut, Kenali Gejala Kanker Sebelum Terlambat

Kanker masih menjadi salah satu penyebab kematian terbesar di Indonesia. Data GLOBOCAN…

Syifa FauziahIvan OWRITE
By
Syifa Fauziah
Ivan Syahruna Lubis
15 jam lalu
Kesehatan

Jangan Kurang Tidur! Ini Durasi Tidur Ideal untuk Orang Dewasa

Kesibukan pekerjaan, tugas kuliah, hingga aktivitas sehari-hari membuat banyak orang dewasa kerap…

Ossid Duha Jussas SalmaIvan OWRITE
By
Ossid Duha Jussas Salma
Ivan Syahruna Lubis
1 hari lalu
Buah Melon
Kesehatan

Kaya Nutrisi, Ini Kandungan Gizi Buah Melon yang Baik untuk Kesehatan

Melon merupakan salah satu buah yang banyak digemari karena rasanya manis, segar,…

Ossid Duha Jussas SalmaIvan OWRITE
By
Ossid Duha Jussas Salma
Ivan Syahruna Lubis
1 hari lalu
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x

Your Reading Dose, Right Here:
Tetap terhubung dengan berita terkini dan informasi terkini secara langsung. Dari politik dan teknologi hingga hiburan dan lainnya, kami menyediakan liputan langsung yang dapat Anda andalkan, menjadikan kami sumber berita tepercaya.

Info lainnya

  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
FacebookLike
InstagramFollow
YoutubeSubscribe
TiktokFollow
© PT. OWRITE Media Digital. All Rights Reserved.
OWRITE Logo OWRITE Dark Background Logo 2x
Everything's gonna be owrite!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?

Not a member? Sign Up