Dengan menggunakan situs ini, kamu menyetujui Kebijakan Privasi and Ketentuan Penggunaan OWRITE.
Accept
Selasa, 2 Jun 2026
Linkbio
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum
  • Ekbis
  • WARGA SPILLNew
  • Sefruit
  • Lainnya
    • Hype
    • Internasional
    • Megapolitan
    • Daerah
Sign In
  •   ❍
  • Indeks Berita
  • Akun saya
  • Kirim Tulisan
  • KPK
  • Headline
  • Korupsi
  • Purbaya
  • Sepak Bola
  • DPR
  • prabowo
  • iran
  • Spill
  • BMKG
OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan DuniaOWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia
Font ResizerAa
  • Indeks Berita
  • Baca ulang
  • Koleksi
  • Eksplor
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Hype
  • Ekonomi Bisnis
  • Megapolitan
  • Olahraga
  • Daerah
Search
  • Warga SpillNew
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi Bisnis
  • Hype
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Olahraga
  • Kelola Tulisan
  • Kirim Tulisan
  • Akun Saya
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
© 2025 PT. OWRITE Media Digital.
Home / Nasional / (Part I) Kapal Tanker Tertahan di Selat Hormuz, Indonesia Terjepit di Pusaran Geopolitik
Nasional

(Part I) Kapal Tanker Tertahan di Selat Hormuz, Indonesia Terjepit di Pusaran Geopolitik

iren natania longdongAmin Suciady
Last updated: April 1, 2026 6:50 pm
Iren Natania
Amin Suciady
Share
Ilustrasi kapal tanker pembawa bahan bakar minyak (BBM). (Sumber: Unsplash/Georg Eiermann)
Ilustrasi kapal tanker pembawa bahan bakar minyak (BBM). (Sumber: Unsplash/Georg Eiermann)
SHARE

Eskalasi krisis di Timur Tengah yang meletus pada awal tahun 2026 dan berpuncak pada serangan udara mendadak Amerika Serikat (AS) dan Israel terhadap Iran pada 28 Februari 2026 telah mengubah peta stabilitas global secara fundamental. 

Daftar isi Konten
  • Diplomasi Indonesia Dipertanyakan
  • Imbas Konflik Lama

Bagi Indonesia, dampak dari peristiwa ini termanifestasikan dalam bentuk ancaman langsung terhadap ketahanan energi nasional dan marwah diplomasi luar negeri.

Penahanan dua kapal tanker Pertamina, yakni PIS Gamsunoro dan VLCC Pertamina Pride, di Selat Hormuz oleh otoritas Iran menjadi titik terendah dalam hubungan bilateral kedua negara yang secara historis dipandang sebagai mitra strategis dalam kerangka Gerakan Non-Blok dan Organisasi Kerja Sama Islam (OKI).

Pengecualian Indonesia dari daftar negara yang diberikan izin lintasan secara aman oleh Teheran, di saat negara-negara tetangga seperti Malaysia dan Thailand mendapatkan prioritas mengindikasikan adanya pergeseran persepsi Iran terhadap postur politik luar negeri RI. 

Diplomasi Indonesia Dipertanyakan

Menurut Analis Senior Indonesia Strategic and Economic Action Institution (ISEAI) Ronny P Sasmita, yang menilai melalui kacamata geopolitik dan geoekonomi.

Fenomena ini nyatanya bukanlah sebuah kebetulan teknis, tapi akumulasi dari ketegangan yang terpendam mulai dari sengketa hukum kapal tanker MT Arman 114, eksklusi militer Iran dalam latihan maritim multilateral, hingga persepsi tentang ambiguitas kepemimpinan nasional Indonesia dalam menavigasi tekanan dari pemerintahan Presiden AS Donald Trump.

Iran menerapkan kebijakan penutupan Selat Hormuz yang bersifat selektif, di mana mereka mengategorikan kapal-kapal yang melintas ke dalam kelompok “hostile” (bermusuhan) dan “non-hostile” (tidak bermusuhan).

Meskipun Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, menegaskan bahwa perairan tersebut tetap terbuka bagi pelayaran internasional secara umum, implementasi praktisnya mengharuskan setiap kapal untuk melakukan koordinasi ketat dengan otoritas militer Iran, khususnya Korps Garda Revolusi Islam (IRGC),”

kata Ronny dalam keterangan resmi yang diterima Owrite, Rabu 1 April 2026.

Penahanan aset strategis milik RI itu juga menciptakan krisis pasokan energi yang serius bagi Indonesia.

Sebagai negara net importir minyak, ketergantungan RI pada pasokan dari kawasan Teluk membuat penutupan Selat Hormuz menjadi ancaman fiskal yang nyata, mengingat harga minyak Brent melonjak hingga menembus US$100-an per barel pasca serangan AS tersebut.

Titik balik dari tertahannya tanker Indonesia terjadi setelah pertemuan intensif selama tiga jam antara Presiden Prabowo Subianto dan Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim di Istana Merdeka pada Jumat, 27 Maret 2026.

Pertemuan tersebut secara khusus membahas dinamika di Asia Barat dan upaya mencari “titik temu” guna meredakan konflik.

PM Anwar Ibrahim, yang sebelumnya telah melakukan komunikasi langsung dengan Presiden Iran Masoud Pezeshkian serta pemimpin Mesir dan Turki, bertindak sebagai perantara strategis bagi kepentingan Indonesia,”

ujar Ronny.

Melalui kedekatan personal dan posisi Malaysia yang lebih awal mendapatkan restu melintas dari Iran, Anwar Ibrahim membantu memfasilitasi komunikasi antara Jakarta dan Teheran untuk mengklarifikasi posisi Indonesia yang dianggap ambigu. 

Kemudian, hanya berselang satu hari setelah pertemuan tersebut, pada 28 Maret 2026, otoritas Iran secara resmi memberikan lampu hijau bagi VLCC Pertamina Pride dan PIS Gamsunoro untuk melintasi Selat Hormuz dengan aman. 

Keberhasilan ini menunjukkan bahwa Indonesia terpaksa menggunakan ‘diplomasi pintu belakang’ melalui Kuala Lumpur untuk memulihkan kepercayaan Iran yang sempat terganggu oleh berbagai gesekan bilateral,”

beber Ronny.

Lebih jauh, penyebab fundamental dari sikap dingin Iran terhadap Indonesia adalah kasus hukum yang melibatkan kapal supertanker MT Arman 114.

Imbas Konflik Lama

Sejarah perselisihan ini bermula pada tahun 2023, ketika Badan Keamanan Laut (Bakamla) RI menangkap kapal berbendera Iran tersebut karena terdeteksi melakukan aktivitas ship-to-ship ilegal di perairan Natuna. 

Eskalasi terjadi ketika Pengadilan Negeri Batam pada Juli 2025 memutuskan bahwa kapal tersebut beserta kargonya, sebanyak 1,2 juta barel minyak mentah, dirampas untuk negara. 

Upaya Kejaksaan Agung RI untuk melelang kapal tersebut dengan nilai limit Rp1,17 triliun pada awal tahun 2026 dipandang oleh Iran sebagai perampasan aset kedaulatan di tengah situasi perang.

Pertemuan Menko Yusril Ihza Mahendra dengan perwakilan yudisial Iran, Nasser Seraj, pada Februari 2026 mempertegas bahwa Iran menuntut penyelesaian politik, sementara RI bersikeras pada independensi yudikatif,”

jelas Ronny.

Selain sengketa maritim sipil, keretakan hubungan keamanan juga dipicu oleh pembatalan sepihak keikutsertaan Angkatan Laut Iran dalam latihan maritim internasional Multilateral Naval Exercise Komodo (MNEK) ke-5 yang diselenggarakan di Bali pada Februari 2025. 

Awalnya, Indonesia telah mengundang Iran dan memberikan izin masuk resmi bagi dua kapal perang mereka, yakni IRIS Dena dan IRIS Shahid Mahdavi. Kedua kapal tersebut bahkan telah berlayar dari Bandar Abbas setelah menerima telegram izin resmi dari Mabes TNI AL dan Kementerian Pertahanan.

Namun, di tengah perjalanan, Indonesia mengirimkan pembatalan undangan sebanyak dua kali. Pembatalan terakhir dilakukan tepat saat kapal tersebut hampir memasuki perairan Indonesia. Laporan dari berbagai pengamat maritim menunjukkan bahwa langkah mendadak ini merupakan hasil dari tekanan diplomatik masif dari Amerika Serikat dan Israel. 

Washington dilaporkan mengancam akan menarik diri dari latihan tersebut bersama sekutu Barat lainnya jika aset militer Iran diizinkan berpartisipasi. Bagi Teheran, insiden ini merupakan bukti nyata bahwa Indonesia telah mengompromikan prinsip politik luar negeri ‘Bebas Aktif’ demi menyenangkan pihak Barat. Kekecewaan ini menjadi alasan fundamental mengapa Iran kini bersikap selektif dan dingin terhadap tanker-tanker Indonesia di Selat Hormuz,”

tekan Ronny.

Kajian lainnya, menurut Ronny, terhadap ambiguitas sikap politik Indonesia mengungkapkan adanya pergeseran paradigma diplomasi di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto yang sering disebut sebagai “diplomasi pasca-normatif”. 

Di satu sisi, Indonesia terus menyuarakan dukungan terhadap kemerdekaan Palestina, namun di sisi lain kebutuhan mendesak akan stabilitas ekonomi telah mendorong RI semakin merapat ke Amerika.

Langkah paling simbolis dari pergeseran ini adalah keputusan bergabung dengan Board of Peace (BoP) pada Januari 2026, sebuah inisiatif perdamaian alternatif yang diluncurkan oleh Donald Trump di Davos. Partisipasi Indonesia dalam BoP dipandang dengan kecurigaan besar di Timur Tengah karena dianggap sebagai instrumen untuk mengesampingkan peran PBB dan memperkuat hegemoni Amerika Serikat,”

imbuh Ronny.

Tag:Amerika SerikatBerita PentingiranIsraelKapal TankerpertaminaprabowoPresidenSelat HormuzSpill
Share This Article
Email Salin Tautan Print
iren natania longdong
ByIren Natania
Reporter
Follow:
Seorang jurnalis di OWRITE Media yang meliput pemberitaan Peristiwa Nasional dan Politik.
Amin Suciady
ByAmin Suciady
Redaktur Pelaksana
Follow:
Redaktur Pelaksana di OWRITE Media, memiliki keahlian dalam komunikasi strategis, media relations, serta penyampaian informasi yang efektif.
Trending di OWRITE
Teddy Sebut Kunjungan Luar Negeri Prabowo Sistem ‘Pay My Own’: Rombongan Maksimal 60 Orang
By Iren Natania
Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menghadiri jamuan santap malam kenegaraan yang diselenggarakan oleh Presiden Republik Prancis Emmanuel Macron di Salle des Fêtes, Istana Élysée, Paris, Kamis, 28 Mei 2026.
1
Jokowi Absen Upacara Pancasila: Sengaja Hindari Megawati atau Gak Mood?
By Rahmat Tunny
Joko Widodo (Jokowi) dan Megawati Soekarnoputri
2
Serang Rekam Jejak, Respons Teddy soal Kritik Dino Dinilai Memalukan Pemerintah
By Rahmat Tunny
Sekretaris Kabinet (Seskab), Teddy Indra Wijaya. (Sumber: Setkab.go.id)
3
Rupiah Anjlok ke Level Rp17.892 per Dolar AS Imbas Iran Keluar Meja Perundingan Damai
By Anisa Aulia
Karyawan memperlihatkan uang pecahan rupiah dan dolar Amerika Serikat (AS) di gerai penukaran mata uang asing Ayu Masagung, Jakarta, Selasa (12/5/2026).
4
Gugatan TAUD Dikabulkan Sebagian, Polda Metro Wajib Lanjutkan Kasus Andrie Yunus!
By Rahmat Baihaqi
Hakim PN Jakarta Selatan mengabulkan sebagian permohonan gugatan TAUD kasus penyiraman air keras Andrie Yunus.
5

BERITA LAINNYA

Sekretaris Kabinet (Seskab), Teddy Indra Wijaya. (Sumber: Setkab.go.id)
Nasional

Serang Rekam Jejak, Respons Teddy soal Kritik Dino Dinilai Memalukan Pemerintah

Perdebatan mengenai intensitas kunjungan luar negeri Presiden Prabowo Subianto kini melebar, dari…

rahmat-tunnyAmin Suciady
By
Rahmat Tunny
Amin Suciady
3 jam lalu
Terdakwa kasus dugaan korupsi pengadaan Chromebook dalam program digitalisasi pendidikan di Kemendikbudristek Nadiem Anwar Makarim (tengah) memasuki ruangan saat akan menjalani sidang pledoi (nota pembelaan) di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Selasa (2/6/2026).
Nasional

Bacakan Pledoi, Sidang Nadiem Makarim Mendadak ‘Byar Pet’ Gegara Mati Listrik

Sidang pembacaan nota pembelaan (pledoi) mantan Mendikbudristek Nadiem Makarim dalam kasus korupsi…

rahmat-baihaqi-jurnalis-owriteowrite-adi-briantika
By
Rahmat Baihaqi
Adi Briantika
3 jam lalu
Gaji dosen di ASEAN
Nasional

Kalah dari Filipina hingga Vietnam, Gaji Dosen Indonesia Bikin Kaget

Di tengah peran strategisnya sebagai pencetak sumber daya manusia yang unggul, isu…

Ani RatnasariSyifa Fauziah
By
Ani Ratnasari
Syifa Fauziah
4 jam lalu
Presiden Prabowo Subianto mengikuti sesi pleno Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ke-48 ASEAN di Mactan Expo, Cebu, Filipina, Jumat (8/5/2026). Presiden Prabowo menegaskan bahwa ASEAN harus tetap menjadi jangkar stabilitas kawasan di tengah meningkatnya dinamika geopolitik global melalui penguatan solidaritas dan kerja sama antarnegara.
Nasional

Dikritik Terlalu Sering ke Luar Negeri, Teddy Klaim Deretan Hasil Diplomasi Prabowo 

Sekretaris Kabinet (Seskab) RI Teddy Indra Wijaya membeberkan sejumlah capaian yang diraih…

iren natania longdongdusep-malik
By
Iren Natania
Dusep Malik
6 jam lalu
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x

Your Reading Dose, Right Here:
Tetap terhubung dengan berita terkini dan informasi terkini secara langsung. Dari politik dan teknologi hingga hiburan dan lainnya, kami menyediakan liputan langsung yang dapat Anda andalkan, menjadikan kami sumber berita tepercaya.

Info lainnya

  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
FacebookLike
InstagramFollow
YoutubeSubscribe
TiktokFollow
© PT. OWRITE Media Digital. All Rights Reserved.
OWRITE Logo OWRITE Dark Background Logo 2x
Everything's gonna be owrite!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?

Not a member? Sign Up