Sekretaris Kabinet (Seskab) RI Teddy Indra Wijaya membeberkan sejumlah capaian yang diraih Presiden Prabowo Subianto melalui aktivitas diplomasi dan kunjungan luar negeri selama 1,5 tahun masa pemerintahannya.
Penjelasan itu disampaikan Teddy melalui akun Instagram resmi @sekretariat.kabinet, sebagai respons atas pernyataan mantan Duta Besar Indonesia untuk Amerika Serikat (AS) Dino Patti Djalal terkait frekuensi perjalanan luar negeri Presiden Prabowo.
Menurut Teddy, kunjungan ke berbagai negara tidak sekadar bersifat seremonial, melainkan menghasilkan sejumlah manfaat konkret bagi Indonesia di bidang ekonomi, perdagangan, pertahanan, hingga kemanusiaan.
Salah besar kalau dibilang hanya gagah-gagahan secara seremonial. Jadi kita harus lihat apa yang sudah dicapai dalam satu setengah tahun terakhir ini,”
kata Teddy, Selasa, 2 Juni 2026.
BRICS dan Kesepakatan Dagang Uni Eropa

Ia menyebut salah satu capaian penting adalah bergabungnya Indonesia ke kelompok ekonomi BRICS. Menurutnya, keanggotaan tersebut memperkuat posisi Indonesia di tengah ketidakpastian global.
Selain itu, Teddy menyoroti tercapainya kesepakatan perdagangan dengan Uni Eropa yang membuka peluang tarif 0 persen bagi sejumlah produk Indonesia. Ia mengatakan perundingan tersebut telah berlangsung selama belasan tahun dan berhasil diselesaikan pada 2025.
Sementara itu, di sektor investasi, Teddy mengungkapkan realisasi investasi yang masuk ke Indonesia selama 1,5 tahun terakhir mencapai sekitar Rp2.430 triliun berdasarkan data Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM).
Contoh konkret lagi, bulan lalu Presiden Prabowo ke Jepang dan Korea. Kembali langsung ada investasi sekitar Rp575 triliun,”
ujarnya.
Investasi hingga Penguatan Pertahanan
Di bidang pertahanan, Teddy menyebut Indonesia kini memiliki berbagai alat utama sistem persenjataan (alutsista) dari berbagai negara, termasuk Prancis, Amerika Serikat, Rusia, China, Inggris dan sejumlah negara Eropa.
Menurut dia, diplomasi Presiden juga berkontribusi terhadap kelancaran penyelenggaraan ibadah haji dalam dua tahun terakhir. Salah satunya melalui kerja sama dengan Arab Saudi terkait pengembangan fasilitas bagi jamaah Indonesia.
Peran Indonesia untuk Palestina

Teddy pun turut menyoroti peran aktif Indonesia dalam isu Palestina. Ia menyebut pemerintah berhasil mengirim bantuan logistik melalui jalur udara, mengoperasikan kapal rumah sakit, serta memberikan akses pendidikan bagi warga Palestina di Indonesia.
Selain itu, ia mengungkapkan diplomasi pemerintah turut berperan dalam pemulangan warga negara Indonesia (WNI) yang sempat diamankan otoritas Israel di laut bebas beberapa waktu lalu.
Teddy menilai berbagai capaian tersebut menunjukkan pentingnya membangun hubungan personal dan komunikasi intensif dengan para pemimpin dunia, terutama di tengah kondisi geopolitik yang terus berubah.
Yang terpenting bagi kami adalah hasil konkretnya. Itu yang kita utamakan,”
katanya.
Minta Kritik Tetap Berdasarkan Fakta
Meski demikian, Teddy menegaskan pemerintah tetap menerima berbagai masukan terkait aktivitas diplomasi Presiden. Namun ia meminta agar kritik yang disampaikan tetap mempertimbangkan hasil yang telah dicapai.
Jangan sampai kita mengaburkan fakta tentang semua hasil yang telah kita capai,”
tutup Teddy.


