Dengan menggunakan situs ini, kamu menyetujui Kebijakan Privasi and Ketentuan Penggunaan OWRITE.
Accept
Sabtu, 11 Apr 2026
Linkbio
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum
  • Ekbis
  • WARGA SPILLNew
  • Lainnya
    • Hype
    • Internasional
    • Megapolitan
    • Daerah
Sign In
  •   ❍
  • Indeks Berita
  • Akun saya
  • Kirim Tulisan
  • KPK
  • Headline
  • Korupsi
  • Purbaya
  • Spill
  • DPR
  • BMKG
  • Banjir
  • iran
  • sumatera
OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan DuniaOWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia
Font ResizerAa
  • Indeks Berita
  • Baca ulang
  • Koleksi
  • Eksplor
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Hype
  • Ekonomi Bisnis
  • Megapolitan
  • Olahraga
  • Daerah
Search
  • Warga SpillNew
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi Bisnis
  • Hype
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Olahraga
  • Kelola Tulisan
  • Kirim Tulisan
  • Akun Saya
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
© 2025 PT. OWRITE Media Digital.
Home / Lebih dari 70 Kapal Menuju Gaza, Greenpeace Gabung Armada Sumud Lawan Blokade Israel ke Gaza
Internasional

Lebih dari 70 Kapal Menuju Gaza, Greenpeace Gabung Armada Sumud Lawan Blokade Israel ke Gaza

iren natania longdongAmin Suciady
Last updated: April 6, 2026 5:19 pm
Iren Natania
Amin Suciady
Share
Kapal jaringan organisasi kampanye lingkungan independen global, Greenpeace, Arctic Sunrise
Kapal jaringan organisasi kampanye lingkungan independen global, Greenpeace, Arctic Sunrise (sumber: greenpeace.org)
SHARE

Kapal dari jaringan organisasi kampanye lingkungan independen global, Greenpeace, yakni Arctic Sunrise, akan bergabung dengan Armada Sumud Global untuk berlayar bersama dengan lebih dari 70 kapal dan seribu peserta. Aksi ini guna menantang blokade bantuan Israel yang berkelanjutan ke Gaza. 

Diketahui, peran Arctic Sunrise adalah untuk memberikan dukungan maritim teknis dan operasional sehingga kapal-kapal tersebut dapat dengan aman melintasi Mediterania sebelum menyelesaikan 200 mil laut terakhir menuju pantai Gaza.

Direktur Eksekutif Greenpeace Spanyol Eva Saldana mengatakan, bahwa perang meningkat akibat ulah Amerika Serikat (AS) dan Israel di kawasan Timur Tengah.

Pada saat perang yang meningkat ini, yang dipicu oleh militer AS dan Israel dan berujung pada siklus kehancuran dan penderitaan di seluruh Timur Tengah, kami merasa terhormat untuk menjawab panggilan untuk bergabung dengan Armada Sumud dengan kapal Greenpeace, Arctic Sunrise,”

kata Eva Saldana dalam keterangan resmi, Senin 6 April 2026.

Menurut Greenpeace, pemerintah dunia kurang memiliki keberanian dan keyakinan untuk menegakkan hukum internasional dan kewajiban mereka untuk mencegah genosida di Gaza. Oleh sebab itu, Armada Sumud telah menjadi cahaya solidaritas kemanusiaan dan simbol harapan dalam tindakan.

Menanggapi seruan langsung dari warga Palestina di Gaza, armada tersebut dijadwalkan berlayar dari Barcelona, ​​Spanyol, pada 12 April 2026, dengan singgah di Syracuse, Italia, dan Lerapetra, Yunani, lalu menuju Gaza. Pertemuan solidaritas publik akan diadakan pada Sabtu, 11 April mendatang.

Kehancuran yang ditimbulkan di Gaza telah menjadi doktrin impunitas yang berbahaya, yang kini menyebar ke Lebanon melalui penghancuran tanpa henti dan penderitaan manusia yang semakin dalam. Kapal Greenpeace bergabung dengan misi yang dipimpin rakyat ini untuk menuntut akses kemanusiaan yang aman dan tanpa hambatan ke Gaza dan untuk menantang blokade ilegal yang terus menghancurkan kehidupan sipil,”

ujar Direktur Eksekutif Greenpeace MENA, Ghiwa Nakat.

Mereka juga menekankan bahwa pihaknya akan berdiri teguh menentang kejahatan perang, kelaparan yang disengaja, pembersihan etnis, genosida, dan ekosida. 

Armada ini juga sebagai bentuk seruan kepada pemerintah di seluruh dunia untuk mengakhiri kebungkaman mereka, melindungi aksi kemanusiaan, dan bertindak dengan mendesak dan berprinsip untuk menegakkan hukum internasional, martabat manusia, dan keadilan.

Dalam kesempatan yang sama, anggota Komite Pengarah Armada Global Sumud Susan Abdullah mengatakan, sejarah Greenpeace dalam membela laut, menghadapi ketidakadilan, dan mengambil tindakan untuk membela kehidupan menjadikan mereka tambahan yang kuat untuk misi musim semi 2026. 

Kami berlayar bersama ke arah yang sama, dengan tekad bersama untuk membantu mematahkan pengepungan ilegal Israel terhadap Gaza,”

jelas Susan.

Sebagai informasi, Armada Sumud terakhir berlayar pada September 2025 dengan 42 perahu dan 462 orang. 

Pasukan Israel juga secara rutin mencegat dan secara paksa menaiki armada tersebut, menahan mereka yang berada di dalamnya dan membawa mereka ke Israel. 

Pasukan angkatan laut Israel pertama kali menaiki beberapa perahu armada sekitar 70 mil laut dari pantai Gaza, dan memutus komunikasi serta mengganggu sinyal. 

Awak kapal menggambarkan pertemuan yang menegangkan dengan perahu-perahu tanpa lampu dan drone yang membuntuti armada dan melaporkan bahwa kapal-kapal angkatan laut Israel telah merusak komunikasi mereka, mengganggu sinyal bahaya dan siaran langsung dari proses menaiki kapal.

Kapal MY Arctic Sunrise telah menjadi bagian dari armada Greenpeace sejak tahun 1995 dan telah berada di garis depan kampanye global dari Antartika hingga Arktik. 

Kapal tersebut mampu membawa hingga 30 orang, kapal ini memiliki ukuran 50,5 meter (166 kaki) dan berkelas es dengan kecepatan maksimum 13 knot (24 km/jam; 15 mph).

Tag:arctic sunriseGazagreenpeaceIsraelPalestina
Share This Article
Email Salin Tautan Print
iren natania longdong
ByIren Natania
Reporter
Follow:
Seorang jurnalis di OWRITE Media yang meliput pemberitaan Peristiwa Nasional dan Politik.
Amin Suciady
ByAmin Suciady
Redaktur Pelaksana
Follow:
Redaktur Pelaksana di OWRITE Media, memiliki keahlian dalam komunikasi strategis, media relations, serta penyampaian informasi yang efektif.
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Anda harus masuk untuk berkomentar.

BERITA TERKINI

Indeks berita
Aktivis KontraS Andrie Yunus. (Sumber: Amnesty International)
Nasional

Kasus Andrie Yunus Dilimpahkan ke TNI, Komnas HAM Desak Menko Kumham Imipas Bentuk TGPF

Penyidik Polda Metro Jaya melimpahkan berkas kasus penyiraman air keras terhadap Wakil Koordinator Kontras Andrie Yunus kepada Puspom TNI. Maka harus ada pembentukan Tim Gabungan Pencari Fakta (TGPF) atas perkara…

By
Adi Briantika
Amin Suciady
3 Min Read
gambar ilustrasi dibuat oleh AI
Nasional

AJI Indonesia Kritik SK Komdigi 127/2026: Pasal Karet Potensi jadi Alat Sensor Kebebasan Pers

Aliansi Jurnalis Independen (AJI) mengkritik penerbitan Surat Keputusan Menteri Komunikasi dan Digital Nomor 127 Tahun 2026 tentang Informasi Elektronik dan/atau Dokumen Elektronik yang Mengandung Muatan Disinformasi dan/atau Ujaran Kebencian.  Penerbitan…

By
Adi Briantika
Amin Suciady
4 Min Read
Wakil Presiden Gibran Rakabuming dalam tayangan ‘Menjaga Kedaulatan Keuangan: Langkah Tegas Berantas Trade Misinvoicing’.
Nasional

Kasus Andrie Yunus: TNI Harus Ikuti Sinyal Wapres Gibran soal Peradilan Umum

9 April 2026, Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka mengeluarkan keterangan tertulis soal perkembangan kasus penyiraman air keras terhadap Wakil Koordinator Kontras, Andrie Yunus.  Pernyataan tersebut ia sampaikan tepat satu hari…

By
Adi Briantika
Amin Suciady
3 Min Read

BERITA LAINNYA

Perwakilan Hai Phong, Le Manh Hung
Internasional

Parlemen Vietnam Usul Pengurangan Pajak dan Bea Cukai Bahan Bakar

Anggota Majelis Nasional Vietnam mengusulkan percepatan pengesahan resolusi terkait pengurangan pajak dan…

Ivan OWRITE
By
Ivan
17 jam lalu
Gambar ilustrasi perang Iran vs Amerika
Internasional

Peran China Dibalik Gencatan Senjata AS – Iran, Indonesia Kemana?

Sebuah laporan media internasional mengatakan bahwa gencatan senjata yang terjadi antara Iran…

iren natania longdongdusep-malik
By
Iren Natania
Dusep
22 jam lalu
Gangguan Pasokan di Selat Hormuz dapat mendorong harga minyak dunia naik. (Sumber: Unsplash/Etienne Girardet)
Internasional

Selat Hormuz Masih Lumpuh, Minyak Dunia Kembali Terancam

Pengiriman melalui Selat Hormuz ternyata sampai dengan saat ini masih belum pulih…

hadi-febriansyah-owriteIvan OWRITE
By
Hadi Febriansyah
Ivan
1 hari lalu
Ilustrasi lautan China
Internasional

China Tutup Wilayah Udara Selama 40 Hari, Ada Aksi Militer Misterius?

Pemerintah China secara tiba-tiba mengumumkan penutupan sebagian wilayah udara selama 40 hari.…

hadi-febriansyah-owriteIvan OWRITE
By
Hadi Febriansyah
Ivan
1 hari lalu
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x

Your Reading Dose, Right Here:
Tetap terhubung dengan berita terkini dan informasi terkini secara langsung. Dari politik dan teknologi hingga hiburan dan lainnya, kami menyediakan liputan langsung yang dapat Anda andalkan, menjadikan kami sumber berita tepercaya.

Info lainnya

  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
FacebookLike
InstagramFollow
YoutubeSubscribe
TiktokFollow
© PT. OWRITE Media Digital. All Rights Reserved.
OWRITE Logo OWRITE Dark Background Logo 2x
Everything's gonna be owrite!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?

Not a member? Sign Up