Upaya diplomasi Pakistan membuahkan hasil positif dalam meredakan ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat.
Perdana Menteri Pakistan, Shehbaz Sharif, berperan langsung sebagai mediator dalam mendorong kedua negara menuju jalur dialog damai.
Sharif mengungkapkan bahwa delegasi dari kedua negara dijadwalkan bertemu di Islamabad pada 10 April 2026 untuk melanjutkan pembahasan menuju kesepakatan final.
Saya menyambut hangat langkah bijaksana ini dan menyampaikan rasa terima kasih yang mendalam kepada pimpinan kedua negara serta mengundang delegasi mereka ke Islamabad pada hari Jumat, 10 April 2026, untuk melanjutkan negosiasi guna mencapai kesepakatan final yang menyelesaikan semua sengketa,”
kata PM Sharif di akun media sosialnya.
Harapan Besar dari Dialog Islamabad
Menurut Sharif, sikap terbuka dan saling pengertian yang ditunjukkan kedua pihak menjadi sinyal positif bagi terciptanya stabilitas kawasan.
Ia menilai proses dialog yang disebut sebagai “Dialog Islamabad” berpotensi menjadi langkah penting menuju perdamaian jangka panjang.
Kedua pihak juga terlibat untuk membangun perdamaian dan stabilitas secara konstruktif. Kami berharap, adanya ‘Dialog Islamabad’ sukses membawa perdamaian yang berkelanjutan,”
kata Sharif.
Tidak hanya fokus pada hubungan bilateral, kesepakatan yang dicapai juga mencakup penerapan gencatan senjata di sejumlah wilayah konflik, termasuk Lebanon.
Hal ini mengindikasikan keterlibatan pihak lain, termasuk Israel, dalam upaya menciptakan stabilitas yang lebih luas.
Saya mengumumkan bahwa Republik Islam Iran dan AS, termasuk sekutu-sekutu mereka telah sepakat untuk gencatan senjata di mana pun, termasuk Lebanon, dan berlaku segera,”
kata Sharif.
Langkah mediasi yang dilakukan Pakistan dinilai sebagai momentum penting dalam meredakan konflik global yang selama ini memicu ketegangan di berbagai kawasan.
Jika dialog lanjutan berjalan lancar, kesepakatan ini berpotensi menjadi titik awal bagi terciptanya perdamaian yang lebih luas dan berkelanjutan di dunia internasional.

