Dewan HAM PBB mengecam keras gelombang serangan yang dilakukan Israel ke Lebanon pada Rabu 8 April 2026.
Dalam satu hari, serangan tersebut dilaporkan menewaskan ratusan orang di berbagai wilayah, menimbulkan kekhawatiran serius terhadap kondisi kemanusiaan di kawasan tersebut.
Komisaris Tinggi HAM PBB, Volker Türk, menyebut serangan tersebut sebagai peristiwa yang sangat mengerikan dan berpotensi memperburuk stabilitas regional.
Skala pembunuhan dan kehancuran di Lebanon hari ini sungguh mengerikan,”
kata Turk seperti dilansir dari anadolu.
Ia juga menyoroti bahwa serangan terjadi hanya beberapa jam setelah adanya kesepakatan gencatan senjata antara Israel dan Iran, sehingga situasinya dinilai sulit dipercaya.
Serangan Masif dalam Waktu Singkat
Menurut laporan otoritas Israel, sekitar 100 serangan dilancarkan hanya dalam kurun waktu 10 menit. Target serangan meliputi wilayah pinggiran selatan Beirut, Lebanon bagian selatan, hingga Lembah Bekaa.
Dampaknya sangat luas, mulai dari tingginya jumlah korban jiwa hingga fasilitas kesehatan yang kewalahan menangani korban.
Data dari Kementerian Kesehatan Lebanon mencatat sedikitnya 180 orang meninggal dunia dan 722 lainnya mengalami luka-luka akibat serangan tersebut.
Namun, angka ini masih bersifat sementara dan berpotensi bertambah seiring proses evakuasi dan pendataan yang masih berlangsung.
Seruan Tegas Lindungi Warga Sipil
Turk menegaskan bahwa hukum humaniter internasional secara jelas mengatur perlindungan terhadap warga sipil dan infrastruktur non-militer.
Ia menekankan bahwa prinsip tersebut tidak dapat ditawar dan harus selalu dihormati oleh semua pihak yang terlibat dalam konflik.
PBB juga mendesak agar dilakukan penyelidikan cepat dan independen terhadap dugaan pelanggaran yang terjadi.
Turk menegaskan bahwa pihak yang bertanggung jawab atas serangan harus dimintai pertanggungjawaban di hadapan hukum internasional.
Selain korban jiwa, Turk juga menyoroti indikasi meningkatnya eskalasi konflik, termasuk kemungkinan pendudukan wilayah Lebanon selatan oleh Israel.
Ia menilai perintah evakuasi massal dan pernyataan sejumlah pejabat Israel sebagai sinyal yang mengkhawatirkan bagi masa depan kawasan tersebut.
Di akhir pernyataannya, Turk menyerukan kepada masyarakat internasional untuk segera mengambil langkah konkret guna menghentikan konflik.
Masyarakat internasional harus bertindak cepat untuk membantu mengakhiri mimpi buruk ini,”
pungkasnya.


