Dengan menggunakan situs ini, kamu menyetujui Kebijakan Privasi and Ketentuan Penggunaan OWRITE.
Accept
Sabtu, 30 Mei 2026
Linkbio
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum
  • Ekbis
  • WARGA SPILLNew
  • Sefruit
  • Lainnya
    • Hype
    • Internasional
    • Megapolitan
    • Daerah
Sign In
  •   ❍
  • Indeks Berita
  • Akun saya
  • Kirim Tulisan
  • KPK
  • Headline
  • Korupsi
  • Purbaya
  • DPR
  • Sepak Bola
  • prabowo
  • iran
  • Spill
  • BMKG
OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan DuniaOWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia
Font ResizerAa
  • Indeks Berita
  • Baca ulang
  • Koleksi
  • Eksplor
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Hype
  • Ekonomi Bisnis
  • Megapolitan
  • Olahraga
  • Daerah
Search
  • Warga SpillNew
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi Bisnis
  • Hype
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Olahraga
  • Kelola Tulisan
  • Kirim Tulisan
  • Akun Saya
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
© 2025 PT. OWRITE Media Digital.
Home / Kesehatan / IDAI Tidak Rekomendasikan Balita Naik Gunung Usai Kasus Hipotermia di Gunung Ungaran
Kesehatan

IDAI Tidak Rekomendasikan Balita Naik Gunung Usai Kasus Hipotermia di Gunung Ungaran

Syifa FauziahIvan OWRITE
Last updated: April 14, 2026 1:43 pm
Syifa Fauziah
Ivan
Share
Ilustrasi seorang anak bersama ibunya.
Ilustrasi seorang anak bersama ibunya (Foto: Freepik)
SHARE

Ikatan Dokter Anak Indonesia memberi tanggapan terkait berita viral balita usia 1,5 tahun yang mengalami hipotermia saat diajak mendaki Gunung Ungaran oleh orang tuanya.

Ketua Pengurus Pusat IDAI, Piprim Basarah Yanuarso, Sp.A, Subsp. Kardio (K), tidak merekomendasikan membawa balita naik gunung. Sebab, anak lebih mudah kehilangan panas tubuh dibanding orang dewasa.

Mereka bisa berpotensi kehujanan, basah kuyup, atau kepanasan. Apalagi usia 1,5 tahun, naik gunung dengan jarak jauh, ada potensi hujan, kemudian evakuasinya juga lama. Ini tentu hal-hal yang harus dipikirkan sebelumnya,”

ujar dr. Piprim baru-baru ini.

Dokter Piprim menambahkan, jika ingin mengajak balita ke alam, sebaiknya tidak ke gunung atau area ekstrem lainnya. Orang tua bisa memilih aktivitas hiking ringan yang mudah diakses untuk evakuasi.

Cuacanya juga harus diperhitungkan dengan baik, jangan sampai panas ekstrem atau hujan lebat. Selain itu, perlu diperhatikan pakaian yang dipakai anak. Sebaiknya menggunakan beberapa lapis, dengan lapisan luar yang tahan air. Hal-hal seperti ini harus dipersiapkan,”

jelasnya.

Di sisi lain, Ketua Unit Kerja Koordinasi Emergensi dan Terapi Intensif Anak IDAI, Yogi Prawira, Sp.A, Subs. ETIA (K), mengatakan pada prinsipnya anak bukanlah “dewasa kecil”, sehingga orang tua tidak bisa berasumsi bahwa daya tahan tubuhnya sama.

Apalagi kalau membawa anak naik gunung, anak sangat mudah kehilangan cairan juga,”

ucapnya.

Dokter Yogi menambahkan bahwa salah satu penyebab batita mudah mengalami hipotermia adalah pakaian yang basah akibat cuaca dalam waktu lama.

Penanganan pertama yang dapat diberikan adalah dengan membuka pakaian anak yang basah dan mengeringkan tubuhnya. Pakaian basah akan mempercepat hilangnya panas tubuh.

Apa yang bisa dilakukan? Bisa skin to skin. Dibuka bajunya, ditempelkan kulit ke kulit, lalu bagian luar diberi pakaian kering. Ada banyak teknik survival yang bisa dilakukan di alam bebas dan itu bisa dipelajari,”

jelasnya.

Usia Ideal Membawa Anak Naik Gunung

Dokter Yogi menambahkan, mengajak anak naik gunung harus mempertimbangkan usia dan kesiapan.

Namun, ia tidak menyarankan anak di bawah usia 5 tahun untuk mendaki karena masih sangat rentan.

Jadi tidak ada umur khusus sebenarnya. Tapi yang harus kita tahu, di bawah 3 tahun itu memang sangat rentan. Jadi persiapannya harus lebih matang,”

ucapnya.

Selain itu, orang tua juga diimbau untuk melatih anak secara bertahap dengan intensitas pendakian yang aman serta mudah diakses jika diperlukan evakuasi.

Seperti diketahui, belum lama ini viral di media sosial seorang balita berusia 1,5 tahun mengalami hipotermia setelah diajak mendaki Gunung Ungaran.

Peristiwa tersebut terjadi di kawasan Puncak Bondolan, Kabupaten Semarang, dan balita itu dilaporkan langsung mendapat penanganan dari tim SAR.

Video kejadian tersebut diunggah oleh akun Instagram @kabarungaran. Dalam narasinya disebutkan bahwa balita mengalami hipotermia di lokasi pendakian yang bersuhu dingin, terutama di ketinggian.

Balita tersebut tampak dibalut aluminium foil untuk membantu menghangatkan tubuhnya.

Tag:BalitaBalita Naik GunungGunung UngaranHipotermiaIDAINaik Gunung
Share This Article
Email Salin Tautan Print
Syifa Fauziah
BySyifa Fauziah
Asred
Follow:
Seorang jurnalis di OWRITE Media, yang meliput pemberitaan seputar Gaya Hidup dan Entertainment.
Ivan OWRITE
ByIvan
Redaktur
Follow:
Editor senior di OWRITE Media, meliput pemberitaan Politik dan Peristiwa.
Trending di OWRITE
Gaji Dosen Cuma Rp3,3 Juta, ADI Minta MK Tetapkan Minimal 2 Kali UMP
By Ani Ratnasari
Ketua Umum ADI Prof. Muhammad Ali Brawi
1
Tren Libur Sekolah 2026, Hotel Ramai Hadirkan Program Ramah Keluarga
By Ivan
Hotel Ramai Hadirkan Program Ramah Keluarga
2
Uang Haji Diduga Dikemplang, Jemaah Terlantar Tanpa Tenda di Mina
By Rahmat Tunny
Jamaah calon haji dari berbagai negara bersiap menjalankan shalat maghrib di Masjidil Haram, Makkah, Arab Saudi
3
Alarm Pendidikan RI! Nilai Rata-rata Matematika Siswa SMP di TKA 2026 Cuma 40
By Ani Ratnasari
Seorang murid mengajukan pertanyaan kepada guru saat proses belajar mengajar di SRMP 25 Kendari, Sulawesi Tenggara, Selasa (26/5/2026). (Sumber: Antara foto/Andry Denisah/agr)
4
Kementerian ESDM Gaspol Cari Cadangan Migas Baru, 118 Wilayah Disiapkan Bahlil
By Iren Natania
Bahlil Lahadalia
5

BERITA LAINNYA

jeroan sapi
Kesehatan

Fakta Nutrisi Jeroan Sapi, Manfaat dan Risikonya untuk Tubuh

Jeroan sapi sering kali menjadi bahan makanan yang digemari karena rasanya yang…

Ossid Duha Jussas SalmaSyifa Fauziah
By
Ossid Duha Jussas Salma
Syifa Fauziah
16 jam lalu
Bahaya SKM
Kesehatan

Jangan Lagi Seduh SKM untuk Anak! Ini Bahaya Susu Kental Manis yang Jarang Disadari Orang Tua

Susu kental manis (SKM) sudah lama menjadi bagian dari konsumsi sehari-hari masyarakat…

Ani RatnasariSyifa Fauziah
By
Ani Ratnasari
Syifa Fauziah
2 hari lalu
Petugas menimbang daging kurban sebelum dikemas dengan menggunakan kamboti (keranjang terbuat dari daun silar) di Kantor Dinas Lingkungan Hidup Kota Palu, Sulawesi Tengah
Kesehatan

Menkes Sebut Kandungan Protein Daging Kurban Setara Whey Protein

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin, mengatakan daging kurban bukan hanya sekedar berbagi…

Syifa FauziahIvan OWRITE
By
Syifa Fauziah
Ivan
2 hari lalu
Ilustrasi penelitian lap
Kesehatan

Benarkah Menghirup Asap Ganja Bisa Bikin Tes Urin Positif? Ternyata Begini Cara Kerja THC

Kasus anak bupati di Pekanbaru, yang disebut positif narkoba karena terpapar asap…

Ani RatnasariIvan OWRITE
By
Ani Ratnasari
Ivan
2 hari lalu
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x

Your Reading Dose, Right Here:
Tetap terhubung dengan berita terkini dan informasi terkini secara langsung. Dari politik dan teknologi hingga hiburan dan lainnya, kami menyediakan liputan langsung yang dapat Anda andalkan, menjadikan kami sumber berita tepercaya.

Info lainnya

  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
FacebookLike
InstagramFollow
YoutubeSubscribe
TiktokFollow
© PT. OWRITE Media Digital. All Rights Reserved.
OWRITE Logo OWRITE Dark Background Logo 2x
Everything's gonna be owrite!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?

Not a member? Sign Up