Dengan menggunakan situs ini, kamu menyetujui Kebijakan Privasi and Ketentuan Penggunaan OWRITE.
Accept
Selasa, 2 Jun 2026
Linkbio
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum
  • Ekbis
  • WARGA SPILLNew
  • Sefruit
  • Lainnya
    • Hype
    • Internasional
    • Megapolitan
    • Daerah
Sign In
  •   ❍
  • Indeks Berita
  • Akun saya
  • Kirim Tulisan
  • KPK
  • Headline
  • Korupsi
  • Purbaya
  • Sepak Bola
  • DPR
  • prabowo
  • iran
  • Spill
  • BMKG
OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan DuniaOWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia
Font ResizerAa
  • Indeks Berita
  • Baca ulang
  • Koleksi
  • Eksplor
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Hype
  • Ekonomi Bisnis
  • Megapolitan
  • Olahraga
  • Daerah
Search
  • Warga SpillNew
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi Bisnis
  • Hype
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Olahraga
  • Kelola Tulisan
  • Kirim Tulisan
  • Akun Saya
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
© 2025 PT. OWRITE Media Digital.
Home / Ekonomi Bisnis / Rupiah Ambruk di Rp17.000 per Dolar AS, Ini Dampaknya Bagi Kehidupan Masyarakat
Ekonomi Bisnis

Rupiah Ambruk di Rp17.000 per Dolar AS, Ini Dampaknya Bagi Kehidupan Masyarakat

Nisa-OWRITEdusep-malik
Last updated: April 14, 2026 7:08 pm
Anisa Aulia
Dusep Malik
Share
Petugas menunjukkan pecahan mata uang Rupiah dan Dolar Amerika Serikat (AS) di Kantor Cabang BNI Pasar Baru, Jakarta
Petugas menunjukkan pecahan mata uang Rupiah dan Dolar Amerika Serikat (AS) di Kantor Cabang BNI Pasar Baru, Jakarta (ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja/nym)
SHARE

Nilai tukar rupiah terus mengalami pelemahan akhir-akhir ini. Pada penutupan perdagangan Selasa, 14 April 2026 rupiah melemah 0,13 persen ke level Rp17.127 per dolar AS.

Analis Senior Indonesia Strategic and Economic Action Institution (ISEAI), Ronny P. Sasmita mengungkapkan pelemahan rupiah di kisaran Rp17.000 akan menekan daya beli masyarakat, meskipun efeknya tidak akan langsung terasa. 

Mekanisme utamanya melalui kenaikan harga barang impor atau barang yang menggunakan bahan baku impor. Dalam beberapa bulan, tekanan ini biasanya mulai terlihat dalam bentuk kenaikan harga kebutuhan sehari-hari dan biaya hidup,”

ujar Ronny saat dihubungi Owrite.id Selasa, 14 April 2026.

Ronny menjelaskan, pelemahan nilai tukar rupiah akan memberikan dampak besar pada kelompok rumah tangga berpendapatan rendah. Sebab, sebagian besar pengeluaran digunakan untuk konsumsi dasar. 

Sedangkan kelompok masyarakat kelas menengah juga akan merasakan tekanan, terutama dari kenaikan biaya pendidikan, kesehatan, dan cicilan. Dari sisi pelaku usaha, mereka yang memiliki usaha kecil dengan ketergantungan pada bahan baku impor akan menghadapi tekanan ganda.

Pelaku usaha kecil yang bergantung pada bahan baku impor akan menghadapi tekanan ganda, yakni biaya produksi naik dan permintaan melemah,”

katanya.

Ronny mengungkapkan, terdapat sektor yang paling sensitif akibat melemahnya rupiah, yaitu yang memiliki ketergantungan tinggi pada impor. 

Energi menjadi yang paling utama, karena Indonesia masih mengimpor minyak, sehingga tekanan nilai tukar akan meningkatkan biaya BBM dan LPG, tergantung pada kebijakan subsidi pemerintah,”

katanya.

Sementara di sektor pangan komoditas seperti gandum, kedelai, dan daging sapi impor berpotensi mengalami kenaikan harga. Sehingga, akan memberikan pada produk turunan seperti mie instan, tahu, dan tempe. 

Selain itu, sektor manufaktur seperti elektronik, otomotif, dan farmasi juga rentan karena banyak menggunakan komponen impor. Menurutnya, dampak lanjutan juga akan terlihat pada sektor transportasi dan logistik, yang pada akhirnya mendorong kenaikan harga secara lebih luas.

Dampaknya ke Inflasi

Ronny melanjutkan, secara empiris dampak pelemahan rupiah terhadap inflasi di Indonesia relatif terukur, namun tetap signifikan. Sebab, setiap rupiah terdepresiasi maka akan cenderung mendorong inflasi melalui mekanisme imported inflation, dengan besaran bergantung pada kebijakan pemerintah dan kondisi permintaan domestik. 

Berdasarkan hitungannya, dengan asumsi pelemahan rupiah ke level Rp17.000 mencerminkan depresiasi sekitar 9–10 persen, maka tambahan inflasi akan ada di kisaran 0,5 hingga 1 persen dalam beberapa kuartal ke depan.

Namun angka ini bisa meningkat jika diikuti oleh penyesuaian harga energi atau tekanan harga pangan global, dan sebaliknya bisa lebih rendah jika pemerintah menahan harga-harga strategis atau jika daya beli masyarakat melemah sehingga menahan kenaikan harga lebih lanjut,”

imbuhnya.
Tag:Daya BeliDolar ASinflasiISEAINilai TukarPelemahan RupiahRupiah
Share This Article
Email Salin Tautan Print
Nisa-OWRITE
ByAnisa Aulia
Reporter
Follow:
Seorang jurnalis di OWRITE Media yang meliput pemberitaan Ekonomi dan Bisnis.
dusep-malik
ByDusep Malik
Redaktur
Follow:
Seorang jurnalis di OWRITE Media, yang meliput pemberitaan seputar Bisnis, Ekonomi, Politik dan Peristiwa.
Trending di OWRITE
Teddy Sebut Kunjungan Luar Negeri Prabowo Sistem ‘Pay My Own’: Rombongan Maksimal 60 Orang
By Iren Natania
Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menghadiri jamuan santap malam kenegaraan yang diselenggarakan oleh Presiden Republik Prancis Emmanuel Macron di Salle des Fêtes, Istana Élysée, Paris, Kamis, 28 Mei 2026.
1
Jokowi Absen Upacara Pancasila: Sengaja Hindari Megawati atau Gak Mood?
By Rahmat Tunny
Joko Widodo (Jokowi) dan Megawati Soekarnoputri
2
Rupiah Anjlok ke Level Rp17.892 per Dolar AS Imbas Iran Keluar Meja Perundingan Damai
By Anisa Aulia
Karyawan memperlihatkan uang pecahan rupiah dan dolar Amerika Serikat (AS) di gerai penukaran mata uang asing Ayu Masagung, Jakarta, Selasa (12/5/2026).
3
Bahan Baku Ngamuk: Omzet Nasi Uduk ‘Bocor’ 50 Persen, Sambal Gratis Jadi Korban
By Iren Natania
Warga membeli buah di Pasar Oro-Oro Dowo, Kota Malang, Jawa Timur, Kamis (21/5/2026).
4
Gugatan TAUD Dikabulkan Sebagian, Polda Metro Wajib Lanjutkan Kasus Andrie Yunus!
By Rahmat Baihaqi
Hakim PN Jakarta Selatan mengabulkan sebagian permohonan gugatan TAUD kasus penyiraman air keras Andrie Yunus.
5

BERITA LAINNYA

Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Pudji Ismartini (sumber: Owrite/Anisa Aulia)
Ekonomi Bisnis

Surplus Neraca Perdagangan RI Menyusut, Hanya US$89 Juta pada April 2026

Badan Pusat Statistik (BPS) mengungkapkan, neraca perdagangan Indonesia surplus sebesar US$89,1 juta…

Nisa-OWRITEdusep-malik
By
Anisa Aulia
Dusep Malik
58 menit lalu
Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Pudji Ismartini (sumber: Owrite/Anisa Aulia)
Ekonomi Bisnis

Mei 2026 RI Inflasi 0,28 Persen, Cabai Merah hingga Tomat Jadi Biang Kerok

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, Indonesia pada Mei 2026 mengalami inflasi sebesar…

Nisa-OWRITEdusep-malik
By
Anisa Aulia
Dusep Malik
2 jam lalu
Ilustrasi pajak
Ekonomi Bisnis

Pajak Final UMKM 0,5 Persen Kini Hanya untuk Kelompok Tertentu, Ini Daftarnya

Pemerintah merevisi kriteria penerima fasilitas pajak penghasilan (PPh) final UMKM dengan tarif…

Nisa-OWRITEdusep-malik
By
Anisa Aulia
Dusep Malik
2 jam lalu
Ilustrasi Emas Antam
Ekonomi Bisnis

Harga Emas Hari Ini 2 Juni 2026: Antam dan Global Kompak Anjlok

Harga emas produksi PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) pada Selasa, 2 Juni…

Syifa Fauziahdusep-malik
By
Syifa Fauziah
Dusep Malik
3 jam lalu
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x

Your Reading Dose, Right Here:
Tetap terhubung dengan berita terkini dan informasi terkini secara langsung. Dari politik dan teknologi hingga hiburan dan lainnya, kami menyediakan liputan langsung yang dapat Anda andalkan, menjadikan kami sumber berita tepercaya.

Info lainnya

  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
FacebookLike
InstagramFollow
YoutubeSubscribe
TiktokFollow
© PT. OWRITE Media Digital. All Rights Reserved.
OWRITE Logo OWRITE Dark Background Logo 2x
Everything's gonna be owrite!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?

Not a member? Sign Up