Nilai tukar rupiah menguat terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada pembukaan perdagangan Rabu pagi, 15 April 2026. Rupiah menguat sebesar 0,02 persen atau 4 poin ke level Rp17.123 per dolar AS.
Berdasarkan data Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) Bank Indonesia (BI), rupiah ditutup melemah di level Rp17.135 per dolar AS pada penutupan perdagangan Selasa, 14 April 2026.
Analis mata uang Doo Financial Futures, Lukman Leong memproyeksikan, nilai tukar rupiah akan menguat hari ini, di tengah penurunan harga minyak dunia.
Rupiah berpotensi menguat terhadap dolar AS yang masih terus melemah, dan harga minyak mentah dunia yang kembali turun di tengah sentimen risk on oleh optimisme akan harapan AS-Iran akan kembali melakukan perundingan damai,”
ujar Lukman saat dihubungi Owrite.id Rabu, 15 April 2026.
Lukman menjelaskan, penguatan rupiah hari ini juga akan didorong oleh sentimen yang berasal dari data inflasi produsen AS yang lebih lemah dari harapan. Namun, penguatan rupiah diperkirakan akan terbatas.
Data inflasi produsen AS yang lebih lemah dari harapan juga menekan dolar AS. Namun penguatan akan terbatas, mengingat sentimen domestik masih lemah,”
tuturnya.
Adapun untuk hari ini Lukman memperkirakan, nilai tukar rupiah terhadap dolar AS akan menguat di kisaran Rp17.050 hingga Rp17.200.
Belum Bentuk Ekuilibrium Baru
Kendati nilai tukar rupiah terus bertahan di level Rp17.000 sejak 1 April 2026 hingga saat ini, Lukman mengatakan bahwa rupiah belum membentuk ekuilibrium baru. Menurutnya, pelemahan rupiah masih tertekan karena ketidakpastian perang di Timur Tengah.
Belum. Tekanan internal terhadap rupiah masih besar, serta ketidakpastian perang Timur Tengah,”
jelasnya.
Sebagai informasi, ekuilibrium rupiah adalah kondisi di mana nilai tukar rupiah berada pada titik seimbang terhadap mata uang asing. Dalam hal ini kekuatan permintaan dan penawaran valuta asing berada pada titik yang stabil.
Berdasarkan data Jisdor Bank Indonesia, nilai tukar rupiah pada 1 April 2026 ada di level Rp17.002 per dolar AS, pergerakan rupiah bertahan di kisaran itu hingga 9 April yang tercatat Rp17.082 per dolar AS.
Namun, pada 10 April rupiah sudah ada level Rp17.112 per dolar AS. Kemudian 13 April 2026 di Rp17.122 per dolar AS, dan 14 April 2026 sebesar Rp17.135 per dolar AS.



