Juru Bicara Jusuf Kalla (JK), Husain Abdullah menegaskan, laporan yang dibuat oleh Gerakan Angkatan Muda Kristen Indonesia (GAMKI) kepada polisi terkait video berisi ceramah Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 RI itu di Universitas Gadjah Mada (UGM) salah sasaran.
Ditegaskan Husain, orang yang seharusnya dilaporkan adalah pihak pertama yang menyebarkan video dengan narasi menyesatkan, bukan JK. Pasalnya, video viral berisi ceramah JK di Universitas Gadjah Mada telah dipotong dan dibubuhi narasi yang melenceng.
Seharusnya yang dilaporkan adalah orang yang pertama kali mengedarkan video dengan memberi narasi menyesatkan, bukan melaporkan Pak JK sebagai pihak yang justru dirugikan dengan video viral tersebut,”
kata Husain kepada owrite.
Ia menyarankan, pihak pelapor mengkaji secara menyeluruh konten yang beredar sebelum mengambil langkah hukum. Husain menjelaskan, inti pesan yang disampaikan JK dalam ceramah di UGM pada 5 Maret 2026 adalah pembelajaran tentang upaya mendamaikan dua pihak yang bertikai.
Inti pesan yang disampaikan Pak JK saat ceramah di UGM adalah semacam pembelajaran bagaimana mendamaikan dua pihak yang bertikai,”
ujar Husain.
Dalam ceramah tersebut, sambungnya, JK mengambil contoh pertikaian saat kerusuhan Poso dan Ambon yang juga konflik bernuansa SARA yang menyebabkan ribuan orang jadi korban jiwa.
Kedua pihak yang berkonflik menggunakan jargon agama untuk saling membunuh. Pemahaman mereka atau mereka beranggapan, baik yang Islam maupun yang Kristen jika membunuh lawan atau terbunuh akan masuk surga,”
ujar Husain.
Tragedi Poso itu kemudian diluruskan oleh JK saat berceramah di UGM. Dia menyebut ajaran dari dua kelompok yang bertikai di Poso dan Ambon menyimpang dari ajaran agama.
Maka Pak JK mengatakan ‘Anda semua akan masuk neraka jika saling membunuh bukan masuk surga’. Karena tidak ada agama yang mengajarkan untuk bertindak demikian,”
tuturnya.
Husain kembali menegaskan, bahwa penyataan JK itu bukan berdasarkan pendapat pribadi, melainkan realitas sosial yang berkembang terkait konflik kedua belah pihak. Dalam ceramahnya itu, JK juga menyampaikan cara dirinya mendamaikan kedua belah pihak yang berkonflik.
Pak JK menyampaikan lesson learned. Mengisahkan pendekatan yang ia lakukan ketika hendak mendamaikan pihak yang bertikai di Poso maupun di Ambon, dengan terlebih dahulu mengubah paradigma yang memotivasi mereka saat berkonflik,”
ucapnya.
Dari penjelasan itu Husain menekankan bahwa ceramah yang disampaikan JK bukan pendapat pribadi. Tapi realitas yang terjadi di Ambon dan Poso.





