Psikolog Rose Mini Agoes Salim mengatakan kasus pelecehan melalui chat grup yang melibatkan 16 mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Indonesia (FHUI) mengingatkan pentingnya memberikan edukasi seksual sejak dini.
Wanita yang akrab disapa Romi ini mengatakan, edukasi seks kepada anak bisa dimulai sejak sekolah dasar.
Kalau di sekolah waktu SD ada kelas pubertas, atau kelas-kelas di mana kita mengajarkan apa yang boleh dan tidak boleh dilakukan yang harus mereka ketahui saat remaja, itu juga bisa menghindari (pelecehan seksual) karena anak bisa jadi melindungi diri dan mawas diri,”
ujar Rose kepada Owrite.id, Kamis, 16 April 2026.
Meski edukasi bisa dilakukan sejak sekolah dasar hingga pubertas, orang tua perlu membiasakan berkata dan bersikap baik sejak kecil.
Misalnya anak tidak boleh buka baju di ruang tamu dan harus di kamar sendiri, bagaimana harus melindungi dirinya, harus selalu menggunakan celana dalam dan sebagainya, ini bagian dari dia melindungi dirinya,”
jelasnya.
Bunda Romi juga mengingatkan orang tua untuk memantau anak dalam menggunakan media sosial, sehingga ketika ada orang yang berbicara tidak baik bisa langsung mengambil tindakan.
Kalau dia di medsos ada orang yang ngomongnya melenceng, sebaiknya di-block. Orang itu tidak perlu mengomentari dirinya ke orang lain karena badan anak-anak, termasuk perempuan dan laki-laki, tidak perlu dijadikan bahan perbincangan dan digunjingkan, dan kita harus berperilaku baik,”
tandasnya.



