Di tengah maraknya penawaran Kredit Pemilikan Rumah (KPR) untuk hunian masa depan, banyak orang merasa ragu dan perlu berpikir secara matang sebelum melangkah.
Karena, proses pembelian rumah tidak sekedar memilih hunian yang nyaman saja, tetapi juga memeprtimbangkan ciiclan jangka panjang sesuai dengan kondisi keuangan.
Saat ini, banyak properti yang menawarkan berbagai pilihan dari berbagai bank, mulai dari tenor pinjaman hingga skema suku bunga.
Namun, tak jarang banyak calon pembeli lupa memperhatikan biaya-biaya tambahan yang tanpa sadar akan berujung pada pembekakan cicilan di kemudian hari.
Jadi, sebelum memulai mengambil KPR sebaiknya kamu pahami dulu seluruh proses KPR sebelum menandatangani perjanjian.
Apa itu KPR?
KPR merupakan fasilitas pembiayaan dari bank yang memungkinkan untuk memiliki rumah dengan cara mencicil dalam jangka panjang.
Sistemnya dengan, pengambil KPR akan menyiapkan uang muka di awal, kemudian melanjutkan pembayaran melalui angsuran bulanan sesuai tenor yang disepakati, umumnya antara 5 – 20 tahun.
Skema ini kian populer karena dapat membantu masyarakat memiliki hunian tanpa harus menabung penuh dalam waktu lama.
Sebelum menyetujui pinjaman, biasanya bank akan melihat kemampuan finansial, termasuk besaran penghasilan, riwayat kredit, dan kestabilan pekerjaan.
Semakin baik profil kreditur, semakin besar kemungkinan untuk mendapatkan suku bunga lebih rendah. Pemahaman mengenai suku bunga sangat penting, karena biasanya bank akan menawarkan bunga tetap (fixed), bunga mengembang (floating), atau keduanya. Tanpa memahaminya, akan meningkatkan risiko naiknya besaran cicilan bulanan.
5 Hal Penting Wajib Diperiksa Sebelum Ambil KPR
Agar pengajuan KPR lancar dan minim risiko, berikut lima poin utama yang sebaiknya kamu perhatikan sebelum mengambil KRR.
- Kemampuan Finansial
Sebelum mulai pengajuan, penting untuk melihat kondisi keuangan dengan realistis. Cicilan KPR idealnya tidak melebihi 30-35 persen penghasilan bersih, agar kebutuhan harian tetap terjamin. Selain itu, pastikan untuk memiliki dana darurat setara 3-6 kali pengeluaran bulanan sebagai cadangan menghadapi situasi darurat.
- Riwayat Kredit melalui SLIK OJK
Bank selalu memeriksa rekam jejak kredit calon debitur lewat Sistem layanan Informasi Keuangan OJK. Pastikan kamu tidak memiliki tunggakan pinjaman, kredit macet, atau catatan buruk lainnya. Riwayar kredit yang bersih akan meningkatkan peluang persetujuan dan memebantu memperoleh suku bunga yang lebih kompetitif.
- Janis dan Pengeluaran Suku Bunga
Pahami dengan baik sistem suku bunga yang ditawarkan. Pada tahun awal, bank biasanya menerapkan bunga fixed selama 1-5 tahun sehingga cicilan bulanan stabil. Setelah periode tersebut, bunga akan berubah menjadi floating yang mengikuti suku bunga acuan Bank Indonesia.
Untuk itu, kamu perlu untuk meminta simulasi cicilan lengkap agar tahu potensi kenaikan atau penurunan angsuran di masa mendatang.
- Macam-macam Biaya Tambahan
Jangan hanya fokus memperhitung uang muka dan cicilan pokok saja. Hitung juga biaya-biaya lain yang menyertainya, seperti biaya provisi (0,5 – 1 persen dari pinjaman), biaya administrasi, asuransi jiwa, asuransi kebakaran, biaya notaris, serta pajak seperti BPHTB. Semua ini dilakukan agar tidak mengejutkan di tengah prosesi.
- Lokasi dan Kondisi Bangunan
Jangan hanya mengandalkan brosur atau foto saja. Sebaiknya lakukan survei langsung di lokasi untuk memastikan lingkungan aman, akses transportasi, dan fasilitas umumnya.
Periksa juga kualitas material yang digunakan, dan pastikan lokasi tidak rawan banjir, longsor, atau masalah lingkungan lainnya.
Dengan memahami dan memeriksa tujuh cara hal diatas secara cermat, kamu dapat mengajukan KPR dengan lebih percaya diri. Sebaiknya konsultasikan juga keuanganmu saat ini dengan pihak bank sebelum mengambil putusan akhir.



