Dalam menjalani sebuah hubungan romantis, kedua individu pastinya akan menghabiskan waktu bersama sehingga membentuk sebuah ikatan emosional dan menjadi terikat satu sama lain.
Istilah clingy dalam suatu hubungan merupakan gambaran bagi seseorang yang terlalu bergantung secara emosional pada pasangannya.
Kata ini berasal dari bahasa inggris “cling” yang artinya melekat atau menempel, sehingga clingy dapat diartikan sebagai perilaku yang terlalu melekat pada orang lain, khususnya pada pasangan.
Seseorang yang dianggap clingy cenderung membutuhkan perhatian dan kehadiran pasangan secara terus-menerus.
Mereka mungkin sering mengirim pesan, merasa cemas ketika tidak mendapat balasan, atau sulit memberi ruang bagi pasangan untuk memiliki waktu sendiri.
Banyak orang yang menganggap bahwa ingin terus dekat bersama pasangan itu bentuk perhatian atau rasa sayang yang besar.
Penyebab Seseorang Menjadi Clingy
Namun, jika berlebihan, justru dapat menimbulkan ketidaknyamanan dalam hubungan.
Pendiri Luxe Psychology Practice dr Jade Thomas menjelaskan bahwa ada beberapa hal yang menjadi penyebab seseorang menjadi clingy:
- “Ketergantungan berlebihan pada pasangan, teman, atau anggota keluarga untuk dukungan atau pengakuan emosional.”
Dalam kondisi ini, seseorang cenderung merasa sulit mengambil keputusan sendiri dan selalu membutuhkan validasi dari orang terdekatnya. Hubungan yang seharusnya sehat berubah menjadi tidak seimbang karena satu pihak terlalu bergantung, sementara pihak lain bisa merasa terbebani. - “Rasa tidak aman dalam hubungan, yang menyebabkan seringnya kecemasan, kecemburuan, atau ketakutan akan ditinggalkan.”
Rasa tidak aman dalam hubungan juga menjadi ciri yang menonjol. Perasaan ini biasanya ditandai dengan kecemasan yang berlebihan, mudah cemburu, hingga ketakutan terus-menerus akan ditinggalkan. Hal-hal kecil seperti balasan pesan yang terlambat atau perubahan sikap pasangan bisa langsung memicu pikiran negatif. - “Kesulitan untuk menyendiri atau terus-menerus mencari kedekatan dengan orang lain, bahkan ketika itu tidak diperlukan.”
Individu yang mengalami kondisi ini cenderung kesulitan untuk menikmati waktu sendiri. Kesendirian sering dianggap sebagai sesuatu yang menakutkan, sehingga mereka terus mencari keberadaan orang lain di sekitarnya. Bahkan dalam situasi yang sebenarnya tidak membutuhkan interaksi, mereka tetap merasa perlu ditemani agar merasa aman dan nyaman. - “Komunikasi berlebihan, seperti mengirim pesan teks atau menelepon secara berlebihan, dan membutuhkan penegasan terus-menerus.”
Bentuk lainnya terlihat dari pola komunikasi yang berlebihan. Misalnya, mengirim pesan atau menelepon secara terus-menerus tanpa jeda, serta selalu membutuhkan penegasan seperti “kamu masih sayang aku, kan?” atau “kamu nggak akan ninggalin aku, kan?”. Perilaku ini bisa membuat pasangan atau orang terdekat merasa tertekan dan kehilangan ruang pribadi.
Meskipun melepaskan diri dari orang yang disayangi merupakan hal sulit, kamu dapat melakukan beberapa perubahan sederhana untuk menghindari keterikatan dalam suatu hubungan.
Berusaha Berkomunikasi
Pertama, amati apakah kamu memang clingy atau tidak. Jika kamu berusaha berkomunikasi atau ingin terus dekat dengan pasangan hingga memantau aktivitas nya lewat sosial media, kemungkinan besar kamu memiliki sifat clingy.
Kedua, setelah menerima bahwa kamu memiliki sifat clingy, bicarakan dengan pasangan tentang bagaimana tindakanmu memengaruhi tindakannya.
Cara ini dapat memberikan wawasan tentang perubahan yang perlu dilakukan untuk menjaga hubungan agar tetap sehat.
Ketiga, cobalah luangkan waktu untuk fokus pada dirimu sendiri. Misalnya dengan melakukan hobi atau kegiatan apapun yang kamu sukai sebelumnya.
Keempat, habiskan waktu bersama teman lainnya. Saat sedang jatuh cinta memang seluruh energi akan terpusatkan kepada pasangan.
Hal ini berdampak tidak sehat pada hubungan lainnya yang telah kamu bangun jauh sebelum hubungan percintaanmu terjalin.
Terakhir, konsultasikan dengan psikiater jika kamu mengalami kecemasan. Mengingat sifat clingy seringkali berasal dari rasa takut ditinggalkan atau digantikan, dengan menemui terapis mereka akan memberikan strategi untuk mengelolanya.


