Dengan menggunakan situs ini, kamu menyetujui Kebijakan Privasi and Ketentuan Penggunaan OWRITE.
Accept
Jumat, 7 Agu 2026
Linkbio
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum
  • Ekbis
  • WARGA SPILLNew
  • Sefruit
  • Lainnya
    • Hype
    • Internasional
    • Megapolitan
    • Daerah
Sign In
  •   ❍
  • Indeks Berita
  • Akun saya
  • Kirim Tulisan
  • Jadwal Piala Dunia
  • Headline
  • KPK
  • Sepak Bola
  • DPR
  • Korupsi
  • prabowo
  • MBG
  • Piala Dunia 2026
  • Purbaya
  • Prabowo Subianto
OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan DuniaOWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia
Font ResizerAa
  • Indeks Berita
  • Baca ulang
  • Koleksi
  • Eksplor
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Hype
  • Ekonomi Bisnis
  • Megapolitan
  • Olahraga
  • Daerah
Search
  • Warga SpillNew
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi Bisnis
  • Hype
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Olahraga
  • Kelola Tulisan
  • Kirim Tulisan
  • Akun Saya
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
© 2025 PT. OWRITE Media Digital.
Home / Hype / Mengenal Fenomena Fatherless, Apa Dampaknya pada Anak?
Hype

Mengenal Fenomena Fatherless, Apa Dampaknya pada Anak?

Ani RatnasariIvan OWRITE
Last updated: Mei 6, 2026 10:11 am
By
Ani Ratnasari
Ani Ratnasari
ByAni Ratnasari
Internship
Mahasiswa IISIP Jakarta yang percaya bahwa setiap data punya cerita dan setiap kebijakan punya dampak. Sedang mendalami dinamika sosial sambil mengasah ketajaman kata di OWRITE.
Follow:
Ivan Syahruna Lubis
Ivan OWRITE
ByIvan Syahruna Lubis
Redaktur
Editor berita di OWRITE Media, meliput pemberitaan gaya hidup dan Peristiwa.
Follow:
3 bulan lalu
Share
Mengenal Fenomena Fatherless
Mengenal Fenomena Fatherless (Foto: magnific.com)
SHARE

Fenomena fatherless kini semakin sering dibicarakan. Istilah ini tidak hanya ditujukan pada anak yang kehilangan ayah secara fisik, seperti karena adanya perceraian atau kematian.

Daftar isi Konten
  • Apa itu Fatherless?
  • Apa Dampak Fatherless?
  • Bagaimana Cara Memulihkan Kesehatan Mental Anak Fatherless?

Namun, istilah ini juga merajuk pada mereka yang masih punya sosok ayah, tetapi tidak hadir secara emosional.

Fenomena ini mungkin terlihat sepele. Namun, jangan salah, efek jangka panjangnya bisa mempengaruhi tumbuh kembang anak secara emosional, sosisal, bahkan kognitif.

Tidak heran jika isu ini mulai jadi perhatian serius dalam dunia parenting dan psikologi anak.

Lalu, apa sebenarya yang dimaksud dengan fatherless, dan bagaimana cara mengatasinya?

Apa itu Fatherless?

Fatherless adalah kondisi ketika anak tumbuh tanpa kehadiran figur ayah yang aktif, baik secara fisik maupun emosional.

Penyebabkanya pun beragam, mulai dari karena adanya perceraian atau perpisahan orang tua, ayah yang sudah meninggal dunia, ayah yang sibuk bekerja yang menyebabkan kurang quality time dengan anak, ayah yang tidak mau mengasuh anaknya (father hunger), maupun karena masalah pribadi lainnya.

Fenomena ini biasanya dipengaruhi oleh pola pikiran lama, yang menempatkan ayah hanya sebagai pencari nafkah. Akibatnya, banyak ayah yang tidak terbiasa hadir secara emosional dalam kehidupan anak.

Padahal, kehadiran emosional orang tua yang lengkap sangat penting untuk pertumbuhan anak.

Apa Dampak Fatherless?

Tidak adanya figur ayah bukan sekedar “kekurangan peran” saja. Tapi bisa berdampak luas pada berbagai aspek perkembangan anak.

Menurut UNICEF, keterlibatan orang tua, termasuk ayah, memiliki peran penting dalam membentuk perkembangan emosional dan sosial anak.

Ketika peran ini tidak terpenuhi, anak berpotensi mengalami berbagai tantangan dalam tumbuh kembangnya.

Salah satu dampak yang paling terlihat adalah pada kondisi emosional anak. Anak yang mengalami fatherless cenderung lebih mudah merasa cemas, kurang percaya diri, dan kesulitan mengelola emosi.

Dalam jangka panjang, kondisi ini bahkan bisa berkembang menjadi masalah kesehatan mental yang lebih serius.

Tak hanya itu, dari sisi sosial, anak fatherless juga berisiko mengalami kesulitan dalam membangun hubungan dengan orang lain.

Mereka bisa mengalami trust issues, mudah terpengaruh lingkungan negatif, hingga rentan terlibat dalam perilaku berisiko.

Menariknya, dampak fatherless juga bisa berbeda antara anak laki-laki dan perempuan. Anak perempuan cenderung mengalami kesulitan dalam membangun kepercayaan dalam hubungan, sementara anak laki-laki bisa mengalami kebingungan dalam membentuk identitas diri dan peran maskulinitas.

Bagaimana Cara Memulihkan Kesehatan Mental Anak Fatherless?

Kabar baiknya, kondisi ini bukan sesuatu yang tidak bisa diperbaiki. Dengan pendekatan yang tepat, dampak fatherless bisa diminimalisir, dan anak tetap bisa tumbuh sehat dan resilient.

  1. Bangun Komunikasi yang Aman
    Ciptakan ruang bagi anak untuk bercerita tanpa dihakimi. Kalimat sederhana seperti “Kamu nggak sendirian” bisa punya dampak besar. Dan terbukti bisa menurunkan tingkat stres psikologis.
  2. Hadirkan Figur Pengganti yang Positif
    Figur laki-laki lain seperti kakek, paman, guru, maupun mentor bisa membantu mengisi kekosongan peran ayah, selama mereka hadir secara konsisten dan sehat secara emosional.
  3. Ciptakan Rutinitas yang Stabil
    Rutinitas memberi rasa aman. Hal sederhana seperti jadwal makan, belajar, atau quality time bisa membantu anak merasa punya lingkungan yang aman dan terstruktur.
  4. Libatkan Anak dalam Lingkungan Positif
    Kegiatan seperti olahraga atau komunitas ekstrakurikuler bisa membantu anak membangun identitas diri dan relasi sosial yang sehat.
  5. Jangan Ragu Cari Bantuan Profesional
    Jika anak menunjukkan tanda seperti menarik diri, udah marah, atau prestasi menurun drastis maka jangan ragu untuk konsultasi dengan psikolog atau konselor anak.

Meluangkan waktu bersama, mendengarkan cerita anak, hingga terlibat dalam aktivitas sehari-hari merupakan hal sederhana yang bisa memberikan dampak besar bagi tumbuh kembang mereka.

Pada akhirnya, setiap anak berhak mendapatkan dukungan penuh dari kedua orang tua. Namun ketika kondisi tidak ideal terjadi, lingkungan yang suportif tetap dapat membantu anak tumbuh menjadi pribadi yang kuat dan sehat secara mental.

Tag:FatherlessKesehatan Mentalquality timeunicef
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Salin Tautan
Ani Ratnasari
ByAni Ratnasari
Internship
Follow:
Mahasiswa IISIP Jakarta yang percaya bahwa setiap data punya cerita dan setiap kebijakan punya dampak. Sedang mendalami dinamika sosial sambil mengasah ketajaman kata di OWRITE.
Ivan OWRITE
ByIvan Syahruna Lubis
Redaktur
Follow:
Editor berita di OWRITE Media, meliput pemberitaan gaya hidup dan Peristiwa.
Trending di OWRITE
Dipecat karena Tilap Uang, Eks Bos Sekolah Swasta di Jaksel Tinggalkan ‘Gudang’ Bedil
By Rahmat Baihaqi
Ilustrasi ruangan eks ketua yayasan sekolah.
1
Dari Court ke Street, Sepatu Basket Berubah Jadi Statement Fashion
By Syifa Fauziah
Sepatu Basket
2
Ada AK-47 Hingga Narkoba: ‘Gudang Rahasia’ Mantan Ketua Yayasan Sekolah di Jaksel Terbongkar
By Rahmat Baihaqi
Ilustrasi ruang sekolah berisi senpi dan narkotika.
3
Heboh Warga Israel Diduga Tinggal dan Punya Bisnis di Bali, Kemlu RI: Kami Cek Dulu
By Natania Longdong
Ilustrasi warga asing liburan di Bali.
4
Babak Baru Polemik Tudingan Wartawan ‘Gerombolan Sirkus’, Deddy Sitorus Siapkan Langkah Hukum
By Rika Pangesti
Anggota Komisi II DPR RI Deddy Yevri Sitorus.
5

BERITA LAINNYA

Lomba Makan Kerupuk saat Hari Kemerdekaan.
Hype

Asal Usul Lomba Makan Kerupuk, Tradisi Ikonik Perayaan Hari Kemerdekaan Indonesia

Setiap perayaan Hari Kemerdekaan Indonesia pada 17 Agustus, lomba makan kerupuk selalu…

Hilwa UrwatulIvan OWRITE
By
Hilwa Urwatul Wutsqa
Ivan Syahruna Lubis
8 jam lalu
Artis Cinta Laura
Hype

Cinta Laura Geram soal Kasus Yurizal: Pasien BPJS Tak Boleh Diperlakukan Berbeda

Artis Cinta Laura ikut menyoroti kasus meninggalnya Yurizal, pasien BPJS Kesehatan yang…

Syifa FauziahIvan OWRITE
By
Syifa Fauziah
Ivan Syahruna Lubis
8 jam lalu
Lomba balap karung
Hype

Mengenal Sejarah Balap Karung yang Selalu Ada Saat Lomba 17 Agustusan 

Kalau kamu sadar, ada satu lomba yang nggak pernah absen di setiap…

Ani RatnasariIvan OWRITE
By
Ani Ratnasari
Ivan Syahruna Lubis
12 jam lalu
Petugas mengendarai truk Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP)
Hype

Netizen Heboh Lihat Omzet Kopdes Banjarsari Rp300 Juta, Padahal Buka Cuma 2 Jam Sehari

Unggahan akun Instagram @mood.jakarta tengah jadi perbincangan netizen setelah membahas mengenai keberhasilan…

Ani RatnasariHardani Triyoga
By
Ani Ratnasari
Hardani Triyoga
12 jam lalu
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x

Your Reading Dose, Right Here:
Tetap terhubung dengan berita terkini dan informasi terkini secara langsung. Dari politik dan teknologi hingga hiburan dan lainnya, kami menyediakan liputan langsung yang dapat Anda andalkan, menjadikan kami sumber berita tepercaya.

Info lainnya

  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
FacebookLike
InstagramFollow
YoutubeSubscribe
TiktokFollow
© PT. OWRITE Media Digital. All Rights Reserved.
OWRITE Logo OWRITE Dark Background Logo 2x
Everything's gonna be owrite!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?

Not a member? Sign Up