Salah satu terdakwa, Sersan Dua Marinir Edi Sudarko, sempat enggan mengaku terlibat dalam penyerangan terhadap Wakil Koordinator Kontras Andrie Yunus. Padahal dia terkena cipratan air keras saat mengeksekusi.
Hal tersebut diungkapkan Komandan Detasemen Markas BAIS TNI Kolonel Inf Heri Hariyadi yang dihadirkan sebagai saksi dalam sidang kasus penyiraman air keras di Pengadilan Militer II-08 Jakarta, Rahu, 6 Mei 2026.
Heri menceritakan bahwa dia mendapat kabar Edi dan rekannya Letnan Satu Marinir Budhi Hariyanto, tidak mengikuti apel pagi. Lantas sidak dilakukan dan hasilnya menemukan mereka sakit di kamar.






