Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyebut, Indonesia sudah keluar dari kutukan pertumbuhan ekonomi 5 persen, sejalan dengan ekonomi kuartal I-2026 tumbuh 5,61 persen. Untuk menjaga momentum ini, sejumlah resep disiapkan pemerintah.
Purbaya mengatakan, untuk menjaga pertumbuhan ekonomi di kuartal II-2026 kuncinya adalah menjaga daya beli masyarakat hingga memperbaiki iklim investasi.
Jadi kunci pertumbuhan kuartal II adalah daya beli masyarakat dijaga, yang kedua adalah belanja pembelian tetap digalakkan. Terus kita efisienkan sistem dunia bisnis di sini, jadi kita perbaiki iklim investasi,”
ujar Purbaya di Kebon Sirih, Jakarta, dikutip Kamis, 7 Mei 2026.
Purbaya menyatakan, ia akan kembali menggalakkan penjagaan di pasar domestik dari barang-barang ilegal. Sembari terus memonitor ekspansi dari dunia usaha, sebab sektor ini memiliki peran besar untuk menggerakkan perekonomian nasional.
Pengamat itu banyak melihat hanya program pemerintah aja, padahal kan cuma 10 persen, yang 90 persen private sector. Itu juga kita jaga, sebetulnya kita jaga, makanya kita bisa tumbuh seperti ini,”
katanya.
Untuk itu, Purbaya meminta agar para pengusaha tidak khawatir. Ia memastikan, perekonomian akan membaik dan dunia usaha bisa terus melakukan ekspansi.
Pebisnis enggak usah takut, kita akan membaik terus ke depan. Perbankan akan kita pastikan uangnya cukup di sistem perekonomian, sehingga dunia usaha bisa dapat akses ke pembelian,”
tuturnya.
Klaim Keluar dari Kutukan
Di samping itu, Purbaya mengatakan saat ini Indonesia sudah keluar dari pola pertumbuhan stagnan di kisaran 5 persen dalam beberapa tahun terakhir.
Kalau saya bilang kita udah keluar dari kutukan pertumbuhan 5 persen, kan 5,61 persen. Kita harapkan ke depan makin cepat, kita akan jaga momentum pertumbuhan yang ada,”
terangnya.
Purbaya menuturkan, pemerintah akan berupaya mendorong ekonomi tumbuh hingga 6 persen pada tahun ini. Ia menilai, sampai saat ini strategi mendorong pertumbuhan ekonomi sudah cukup berhasil.
Kita akan dorong target APBN 5,4 persen kan, tapi kan kita akan dorong ke arah 6 persen sampai akhir tahun. Kalau ngelihat hasilnya sekarang, sepertinya strateginya sudah membuahkan hasil kan, sepertinya strateginya cukup pas dan cukup akurat,”
tuturnya.
Stimulus Dipertimbangkan
Adapun terkait kemungkinan akan diberikan stimulus di kuartal II-2026 guna mendorong pertumbuhan, Purbaya mengatakan hal itu akan dipertimbangkan pemerintah. Saat ini, pemerintah masih akan memastikan sektor manufaktur dan swasta bisa bergerak lebih cepat.
Yang selain tadi nanti kita pikirin. Tapi utamanya kita pastikan nanti sektor manufaktur dan sektor swasta bisa bergerak lebih cepat dibanding kemarin,”
imbuhnya.


