Dengan menggunakan situs ini, kamu menyetujui Kebijakan Privasi and Ketentuan Penggunaan OWRITE.
Accept
Jumat, 15 Mei 2026
Linkbio
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum
  • Ekbis
  • WARGA SPILLNew
  • Sefruit
  • Lainnya
    • Hype
    • Internasional
    • Megapolitan
    • Daerah
Sign In
  •   ❍
  • Indeks Berita
  • Akun saya
  • Kirim Tulisan
  • KPK
  • Headline
  • Korupsi
  • Purbaya
  • DPR
  • iran
  • Spill
  • Sepak Bola
  • BMKG
  • prabowo
OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan DuniaOWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia
Font ResizerAa
  • Indeks Berita
  • Baca ulang
  • Koleksi
  • Eksplor
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Hype
  • Ekonomi Bisnis
  • Megapolitan
  • Olahraga
  • Daerah
Search
  • Warga SpillNew
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi Bisnis
  • Hype
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Olahraga
  • Kelola Tulisan
  • Kirim Tulisan
  • Akun Saya
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
© 2025 PT. OWRITE Media Digital.
Home / Klaim Lepas dari Kutukan 5%, Purbaya Beberkan Kunci Pertumbuhan Ekonomi Kuartal II-2026
Ekonomi Bisnis

Klaim Lepas dari Kutukan 5%, Purbaya Beberkan Kunci Pertumbuhan Ekonomi Kuartal II-2026

Nisa-OWRITEdusep-malik
Last updated: Mei 7, 2026 10:45 am
Anisa Aulia
Dusep
Share
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa (sumber: Owrite/Anisa Aulia)
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa (sumber: Owrite/Anisa Aulia)
SHARE

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyebut, Indonesia sudah keluar dari kutukan pertumbuhan ekonomi 5 persen, sejalan dengan ekonomi kuartal I-2026 tumbuh 5,61 persen. Untuk menjaga momentum ini, sejumlah resep disiapkan pemerintah.

Daftar isi Konten
  • Klaim Keluar dari Kutukan
  • Stimulus Dipertimbangkan

Purbaya mengatakan, untuk menjaga pertumbuhan ekonomi di kuartal II-2026 kuncinya adalah menjaga daya beli masyarakat hingga memperbaiki iklim investasi.

Jadi kunci pertumbuhan kuartal II adalah daya beli masyarakat dijaga, yang kedua adalah belanja pembelian tetap digalakkan. Terus kita efisienkan sistem dunia bisnis di sini, jadi kita perbaiki iklim investasi,”

ujar Purbaya di Kebon Sirih, Jakarta, dikutip Kamis, 7 Mei 2026.

Purbaya menyatakan, ia akan kembali menggalakkan penjagaan di pasar domestik dari barang-barang ilegal. Sembari terus memonitor ekspansi dari dunia usaha, sebab sektor ini memiliki peran besar untuk menggerakkan perekonomian nasional.

Pengamat itu banyak melihat hanya program pemerintah aja, padahal kan cuma 10 persen, yang 90 persen private sector. Itu juga kita jaga, sebetulnya kita jaga, makanya kita bisa tumbuh seperti ini,”

katanya.

Untuk itu, Purbaya meminta agar para pengusaha tidak khawatir. Ia memastikan, perekonomian akan membaik dan dunia usaha bisa terus melakukan ekspansi.

Pebisnis enggak usah takut, kita akan membaik terus ke depan. Perbankan akan kita pastikan uangnya cukup di sistem perekonomian, sehingga dunia usaha bisa dapat akses ke pembelian,”

tuturnya.

Klaim Keluar dari Kutukan

Di samping itu, Purbaya mengatakan saat ini Indonesia sudah keluar dari pola pertumbuhan stagnan di kisaran 5 persen dalam beberapa tahun terakhir. 

Kalau saya bilang kita udah keluar dari kutukan pertumbuhan 5 persen, kan 5,61 persen. Kita harapkan ke depan makin cepat, kita akan jaga momentum pertumbuhan yang ada,”

terangnya.

Purbaya menuturkan, pemerintah akan berupaya mendorong ekonomi tumbuh hingga 6 persen pada tahun ini. Ia menilai, sampai saat ini strategi mendorong pertumbuhan ekonomi sudah cukup berhasil.

Kita akan dorong target APBN 5,4 persen kan, tapi kan kita akan dorong ke arah 6 persen sampai akhir tahun. Kalau ngelihat hasilnya sekarang, sepertinya strateginya sudah membuahkan hasil kan, sepertinya strateginya cukup pas dan cukup akurat,”

tuturnya.

Stimulus Dipertimbangkan

Adapun terkait kemungkinan akan diberikan stimulus di kuartal II-2026 guna mendorong pertumbuhan, Purbaya mengatakan hal itu akan dipertimbangkan pemerintah. Saat ini, pemerintah masih akan memastikan sektor manufaktur dan swasta bisa bergerak lebih cepat.

Yang selain tadi nanti kita pikirin. Tapi utamanya kita pastikan nanti sektor manufaktur dan sektor swasta bisa bergerak lebih cepat dibanding kemarin,”

imbuhnya.
Tag:Daya Beli MasyarakatIklim InvestasikutukanPertumbuhan EkonomiPurbayastimulus
Share This Article
Email Salin Tautan Print
Nisa-OWRITE
ByAnisa Aulia
Reporter
Follow:
Seorang jurnalis di OWRITE Media yang meliput pemberitaan Ekonomi dan Bisnis.
dusep-malik
ByDusep
Redaktur
Follow:
Seorang jurnalis di OWRITE Media, yang meliput pemberitaan seputar Bisnis, Ekonomi, Politik dan Peristiwa.
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Anda harus masuk untuk berkomentar.

Trending di OWRITE
Viral! Anggota DPRD Jember Diduga Main Game dan Merokok saat Rapat, Tuai Sorotan Warganet
By Hilwa Urwatul Wutsqa
Achmad Syahri As Siddiqi
1
Rupiah Amblas Lagi ke Rp17.614 per Dolar AS dan Cetak Rekor, Ini Biang Keroknya
By Anisa Aulia
Karyawan menghitung uang pecahan rupiah dan dolar Amerika Serikat (AS) di gerai penukaran mata uang asing Ayu Masagung, Kwitang, Jakarta. (Sumber: Antara Foto/Darryl Ramadhan/kye)
2
Amblas ke Rp17.614 per Dolar AS, Rupiah Jadi Salah Satu Mata Uang Terlemah di Dunia?
By Anisa Aulia
Karyawan memperlihatkan uang pecahan rupiah dan dolar Amerika Serikat (AS) di gerai penukaran mata uang asing Ayu Masagung, Jakarta. (Sumber: Antara Foto/Indrianto Eko Suwarso/kye)
3
Trump Bongkar Obrolan Rahasia dengan Xi Jinping Soal Iran
By Iren Natania
Presiden China Xi Jinping dan Presiden Amerika Serikat Donald Trump.
4
Trump Klaim China Sepakat Beli Minyak AS, Harga Minyak Terbang ke US$107,30 per Barel
By Anisa Aulia
Pengeboran Minyak Lepas Pantai Hasbah terletak sekitar 150 km di timur laut Kota Industri Jubail di Teluk Arab.
5

BERITA LAINNYA

Konglomerat Prajogo Pangestu. (Sumber: Barito Pasific)
Ekonomi Bisnis

Prajogo Pangestu Lepas 1 Miliar Saham CUAN, Biar Apa?

Konglomerat RI Prajogo Pangestu kembali melepas saham miliknya di PT Petrindo Jaya…

Nisa-OWRITEdusep-malik
By
Anisa Aulia
Dusep
2 jam lalu
Karyawan menunjukkan uang pecahan rupiah dan dolar Amerika Serikat (AS) di gerai penukaran mata uang asing Ayu Masagung, Kwitang, Jakarta. (Sumber: Antara Foto/Darryl Ramadhan/kye)
Ekonomi Bisnis

Rupiah ‘Keok’ ke Level Rp17.600 per Dolar AS, Ekonom Minta BI Tak Kerek Suku Bunga

Nilai tukar rupiah akhir-akhir ini mengalami pelemahan, dan telah menyentuh level terdalam…

Nisa-OWRITEdusep-malik
By
Anisa Aulia
Dusep
3 jam lalu
Pengeboran Onshore Milik Pertamina. (Sumber: Dok. PHE)
Ekonomi Bisnis

Lampaui Efisiensi, PHE Berhasil Hemat Anggaran Rp11 Triliun Lebih pada 2025

PT Pertamina Hulu Energi (PHE) mencatat realisasi efisiensi biaya (cost optimization) sebesar…

iren natania longdongdusep-malik
By
Iren Natania
Dusep
3 jam lalu
Karyawan memperlihatkan uang pecahan rupiah dan dolar Amerika Serikat (AS) di gerai penukaran mata uang asing Ayu Masagung, Jakarta. (Sumber: Antara Foto/Indrianto Eko Suwarso/kye)
Ekonomi Bisnis

Amblas ke Rp17.614 per Dolar AS, Rupiah Jadi Salah Satu Mata Uang Terlemah di Dunia?

Nilai tukar rupiah terus menunjukkan pelemahan, dan menempatkannya sebagai salah satu mata…

Nisa-OWRITEdusep-malik
By
Anisa Aulia
Dusep
4 jam lalu
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x

Your Reading Dose, Right Here:
Tetap terhubung dengan berita terkini dan informasi terkini secara langsung. Dari politik dan teknologi hingga hiburan dan lainnya, kami menyediakan liputan langsung yang dapat Anda andalkan, menjadikan kami sumber berita tepercaya.

Info lainnya

  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
FacebookLike
InstagramFollow
YoutubeSubscribe
TiktokFollow
© PT. OWRITE Media Digital. All Rights Reserved.
OWRITE Logo OWRITE Dark Background Logo 2x
Everything's gonna be owrite!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?

Not a member? Sign Up