Program Makan Bergizi Gratis (MBG) berpotensi menghasilkan sekitar 6 juta liter minyak jelantah setiap bulan. Potensi ini berasal dari operasional ribuan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di berbagai daerah.
Hal ini dikemukakan dalam penandatanganan nota kesepahaman antara Badan Gizi Nasional (BGN) dan PT Pertamina di Jakarta pada Kamis, 7 April 2026, terkait pemanfaatan minyak jelantah untuk pengembangan energi alternatif dan sistem energi rendah karbon.
Kepala BGN Dadan Hindayana mengatakan, setiap SPPG rata-rata menggunakan sekitar 800 liter minyak goreng per bulan. Dari jumlah tersebut, sekitar 70 persen akan menjadi minyak jelantah.
Dari yang di luar dugaan bagi saya, setiap SPPG ini menggunakan kurang lebih 800 liter minyak goreng setiap bulan. Sekitar 70 persennya akan menjadi minyak jelantah,”
ungkap Dadan, seperti dikutip dari laman resmi BGN.
Menurutnya, setiap SPPG diperkirakan menghasilkan sekitar 500 hingga 590 liter minyak jelantah per bulan. Dengan jumlah SPPG yang mencapai sekitar 17.200 unit di Pulau Jawa, total minyak jelantah yang dihasilkan diperkirakan mencapai 6 juta liter per bulan.
Jadi kalau dikalikan 500 liter kurang lebih akan ada sekitar 6 juta liter per bulan,”
kata ketua BGN tersebut.
Dadan menambahkan, penggunaan minyak goreng di lingkungan SPPG dibatasi maksimal tiga kali pemakaian untuk menjaga kualitas makanan dalam program MBG.
Selain pemanfaatan minyak jelantah, BGN juga akan mendorong penggunaan energi alternatif di lingkungan operasional SPPG seperti, pemanfaatan jaringan gas alam dan compressed natural gas (CNG) di sejumlah wilayah.
Kerja sama antara BGN dan Pertamina tersebut dilakukan sebagai bagian dari pengembangan energi alternatif dan sistem energi rendah karbon di Indonesia.





