Nilai tukar rupiah akhir-akhir ini mengalami pelemahan, dan telah menyentuh level terdalam di Rp17.614 per dolar Amerika Serikat (AS). Bahkan rupiah menjadi mata uang terlemah kedua di Asia sepanjang 2026.
Global Markets Economist Maybank Indonesia, Myrdal Gunarto meminta, agar Bank Indonesia (BI) tidak menaikkan BI Rate atau suku bunga acuan untuk menstabilkan nilai tukar rupiah. Ia menilai bila langkah itu ditempuh, maka bisa mengganggu momentum pertumbuhan ekonomi.
Kita sih tidak menyarankan BI Rate naik, karena momentum pertumbuhan ekonomi kita bisa terganggu gara-gara BI Rate naik. Karena caranya untuk menurunkan posisi dolar lebih lemah terhadap rupiah, atau memperkuat rupiah jangan hanya dari sisi BI Rate,”
ujar Myrdal saat dihubungi Owrite.id Jumat, 15 Mei 2026.
Myrdal menilai, bila otoritas moneter menaikkan BI Rate, maka akan memberikan dampak terhadap kenaikan biaya utang.
Kita jangan sampai mengalami kenaikan biaya utang, pada akhirnya kalau BI Rate naik penyesuaian turunnya agak repot lagi,”
tuturnya.
Investor Asing Jenuh

Myrdal berharap, nilai tukar rupiah tidak naik melebihi level Rp17.600 per dolar AS. Sebab, ia menilai bank sentral memiliki kapasitas untuk mendorong rupiah lebih kuat dari saat ini.
Menurutnya, saat ini investor asing sudah mengalami titik jenuh untuk keluar dari RI. Hal ini tercermin dari kondisi Jumat, 8 Mei 2026 yang mencatatkan inflow sebesar US$658 juta.
Investor asing itu sebenarnya sudah mengalami titik jenuh untuk keluar, jadi mereka sebenarnya kalau kondisi globalnya ada perbaikan sedikit aja mereka langsung masuk ke kita. Ini dibuktikan pada hari Jumat pekan lalu investor asing itu masuk ke pasar saham itu ada posisi net beli selama satu hari pada hari Jumat pekan lalu itu sekitar US$658 juta dalam satu hari,”
jelasnya.
Kemudian di pasar surat utang negara, kepemilikan asing dari sebelumnya sempat turun ke sekitar Rp848 triliun, saat ini sudah mencapai Rp860 triliun.
Jadi kalau misalkan yield-nya sudah menyentuh level 6,9 persen untuk yang tenor 10 tahun ya investor asing itu sudah kelihatan banyak yang masuk. Jadi ya kita harapkan sih rupiah itu Rp17.600 itu jangan sampai lebih lah,”
tuturnya.
Jurus Biar Rupiah Menguat
Myrdal menuturkan, ada sejumlah langkah yang bisa ditempuh Bank Indonesia (BI) untuk menstabilkan nilai tukar rupiah salah satunya dengan intervensi forex domestik.
Dari sisi BI kan tadi kan intervensi ya di pasar forex domestik dengan terus memberikan suplai forex, cadangan devisa kita kan US$146,2 miliar. Taruh lah potensi outflow dari pasar keuangan, misalkan net-nya itu US$4 miliar ya harusnya cukup,”
terangnya.
Dari sisi pemerintah, disarankan agar mendorong ekspor agar tetap sasaran, memperbanyak ekspor produk hilirisasi, dan mendorong sektor pariwisata.
Posisi rupiah kita semakin lemah begini, pasti dolar yang mereka miliki atau mata uang yang mereka miliki juga bisa lebih banyak itu membeli barang-barang di Indonesia. Jadi ya bisa itu dorong pariwisata kita supaya rupiah kita tidak rapuh,”
imbuhnya.


