Global Peace Convoy Indonesia (GPCI) mengumumkan sembilan warga negara Indonesia yang tergabung dalam misi Global Sumud Flotilla 2026. Mereka mengarungi laut lepas Mediterania menuju Gaza untuk menuntaskan misi kemanusiaan bagi rakyat Palestina.
Mereka yang yang berlayar yakni:
- Herman Budianto Sudarsono (GPCI – Dompet Dhuafa), Kapal Zapyro
- Ronggo Wirasanu (GPCI – Dompet Dhuafa), Kapal Zapyro
- Andi Angga Prasadewa (GPCI – Rumah Zakat), Kapal Josef
- Asad Aras Muhammad (GPCI – Spirit of Aqso), Kapal Kasr-1
- Hendro Prasetyo (GPCI – SMART 171), Kapal Kasr-1
- Bambang Noroyono (Republika), Kapal BoraLize
- Thoudy Badai Rifan Billah (Republika), Kapal Ozgurluk
- Andre Prasetyo Nugroho (Tempo), Kapal Ozgurluk
- Rahendro Herubowo (GPCI – iNewsTV, Berita1, CNN) Kapal Ozgurluk
Kabar Jauh
Seorang jurnalis Republika, Bambang Noroyono, mengabarkan melalui video perihal penangkapannya oleh militer Israel. Lantas, Kementerian Luar Negeri RI mengatakan bahwa kapal yang membawa Bambang, hingga ini belum dapat dihubungi.
“Kapal yang membawa jurnalis Bambang Noroyono sampai saat ini masih dicoba dihubungi, untuk mengetahui status kapal termasuk (kondisi) Bambang Noroyono di kapal tersebut,”
kata Juru Bicara Kemlu Yvonne Mewengkang, dalam keterangan resmi.
Hingga saat ini, ada 10 kapal yang telah ditangkap oleh pihak berwenang Israel, termasuk kapal Amanda, Barbaros, Josef, dan Blue Toys. Yvonne menegaskan situasi di lapangan masih sangat dinamis dan kemungkinan perkembangan tetap perlu diantisipasi.
Pemerintah mendesak Israel untuk segera melepaskan seluruh kapal dan awak misi kemanusiaan internasional yang ditahan, serta menjamin kelanjutan penyaluran bantuan kemanusiaan kepada rakyat Palestina sesuai hukum humaniter internasional.


