Dengan menggunakan situs ini, kamu menyetujui Kebijakan Privasi and Ketentuan Penggunaan OWRITE.
Accept
Selasa, 19 Mei 2026
Linkbio
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum
  • Ekbis
  • WARGA SPILLNew
  • Sefruit
  • Lainnya
    • Hype
    • Internasional
    • Megapolitan
    • Daerah
Sign In
  •   ❍
  • Indeks Berita
  • Akun saya
  • Kirim Tulisan
  • KPK
  • Headline
  • Korupsi
  • Purbaya
  • DPR
  • Sepak Bola
  • iran
  • Spill
  • BMKG
  • prabowo
OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan DuniaOWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia
Font ResizerAa
  • Indeks Berita
  • Baca ulang
  • Koleksi
  • Eksplor
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Hype
  • Ekonomi Bisnis
  • Megapolitan
  • Olahraga
  • Daerah
Search
  • Warga SpillNew
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi Bisnis
  • Hype
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Olahraga
  • Kelola Tulisan
  • Kirim Tulisan
  • Akun Saya
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
© 2025 PT. OWRITE Media Digital.
Home / Indonesia Incorporated Sulit Terwujud Jika Oligarki Masih Kuat
Nasional

Indonesia Incorporated Sulit Terwujud Jika Oligarki Masih Kuat

hadi-febriansyah-owriteIvan OWRITE
Last updated: Mei 19, 2026 6:35 pm
Hadi Febriansyah
Ivan
Share
Pengamat Politik Citra Institute, Efriza. (Foto: owrite)
Pengamat Politik Citra Institute, Efriza. (Foto: owrite)
SHARE

Presiden RI Prabowo Subianto mengajak para pelaku usaha untuk menjadi bagian dari konsep “Indonesia Incorporated” yang berlandaskan semangat kekeluargaan dan keadilan sosial sesuai nilai Pancasila serta UUD 1945.

Daftar isi Konten
  • Transparansi dan Kepastian Hukum
  • Kinerja Menteri jadi Hambatan

Ajakan tersebut disampaikan Prabowo saat meresmikan Museum Ibu Marsinah dan Rumah Singgah di Desa Nglundo, Kecamatan Sukomoro, Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur, Sabtu 16 Mei 2026.

Menanggapi hal tersebut, pengamat politik dari Citra Institute, Efriza, menilai implementasi konsep tersebut masih menghadapi banyak tantangan. Salah satu yang disorot adalah budaya oligarki yang dinilai masih kuat di Indonesia.

Kita juga harus mengakui adanya budaya oligarki yang masih kuat. Oligarki di sini lebih pada budaya yang menjadi patologi pemerintahan, seperti korupsi, ketidaksinkronan kebijakan, inkonsistensi, serta penempatan pejabat yang tidak kapabel,”

kata Efriza kepada owrite.id.

Akibatnya, gagasan besar yang dimiliki justru tidak terimplementasi secara tepat sasaran dan tidak menghasilkan manfaat maksimal di lapangan,”

tambahnya.

Transparansi dan Kepastian Hukum

Menurut Efriza, jika pemerintah ingin membangun kerja sama dan kolaborasi yang kuat, maka transparansi serta kepastian hukum harus menjadi syarat utama.

Namun, ia menilai saat ini masih terdapat banyak hambatan, mulai dari inkonsistensi regulasi hingga lemahnya kepastian hukum.

Baca juga:
DPR Tak Lagi Wakili Rakyat dan UU Dibuat Kilat, Demokrasi… Melemahnya fungsi DPR sebagai lembaga pengawas pemerintah, menjadi salah satu tanda demokrasi…
IHSG Ditutup Merosot 3,46 Persen, Asing Jual Saham-saham Ini Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) merosot pada penutupan perdagangan Selasa, 19 Mei…
Pelemahan Rupiah Belum Berhenti dan Cetak Sejarah Lagi, Pagi Ini… Nilai tukar rupiah mencetak rekor terlemah sepanjang sejarah Indonesia. Pada perdagangan Selasa,…
  • DPR Tak Lagi Wakili Rakyat dan UU Dibuat Kilat, Demokrasi RI Cuma…
  • IHSG Ditutup Merosot 3,46 Persen, Asing Jual Saham-saham Ini
  • Pelemahan Rupiah Belum Berhenti dan Cetak Sejarah Lagi, Pagi Ini Rp17.706 per…

Selain itu, budaya oligarki juga dinilai cenderung menguntungkan kelompok tertentu atau konglomerat.

Belum lagi persoalan kebocoran anggaran dan koordinasi lintas sektor yang dinilai belum berjalan optimal.

Efriza juga menyinggung pengelolaan BUMN sebagai salah satu contoh nyata lemahnya implementasi kebijakan pemerintah.

Menurutnya, pemerintah memiliki kendali besar terhadap BUMN, tetapi pola kerja dan pengelolaannya belum menunjukkan hasil yang optimal.

Transparansi pemerintahan juga masih menjadi persoalan besar dalam pemerintahan Pak Prabowo. Akibatnya, muncul anomali antara gagasan besar dengan implementasi di lapangan yang masih berat dan tidak sinkron,”

ujar Efriza.

Kinerja Menteri jadi Hambatan

Lebih lanjut, Efriza menilai visi pembangunan Prabowo sebenarnya sangat besar. Namun, hambatan utama justru datang dari kinerja lembaga dan kementerian yang dinilai belum optimal.

Ia mencontohkan sektor pangan yang hingga kini masih menghadapi berbagai persoalan, mulai dari kenaikan harga hingga kebijakan yang dianggap tidak sinkron.

Kembali kita lihat sektor pangan. Harga eceran tertinggi saja sudah melonjak, tetapi justru ada wacana kenaikan harga minyak goreng. Padahal kita adalah negara penghasil sumber daya, tetapi masyarakat justru tetap kesulitan,”

ujarnya.

Menurut Efriza, Prabowo sebenarnya sudah mengetahui adanya persoalan dalam kinerja sejumlah menteri di kabinetnya.

Namun, ia menilai langkah yang diambil pemerintah belum menyelesaikan persoalan mendasar tersebut.

Pak Prabowo sebenarnya sudah mengetahui bahwa kinerja sejumlah menteri kurang baik. Namun bukannya melakukan reshuffle, justru ada penambahan posisi yang memperkuat mereka,”

ujar Efriza.

Di sinilah letak persoalannya visi Prabowo besar, tetapi implementasinya terhambat oleh orang-orang di sekitarnya yang tidak optimal,”

pungkasnya.
Tag:HeadlineIndonesia IncorporatedPrabowo SubiantoPresidenTransparansi
Share This Article
Email Salin Tautan Print
hadi-febriansyah-owrite
ByHadi Febriansyah
Reporter
Follow:
Jurnalis OWRITE yang meliput pemberitaan seputar dunia Olahraga mulai dari Sepak Bola, hingga Bulu Tangkis.
Ivan OWRITE
ByIvan
Redaktur
Follow:
Editor senior di OWRITE Media, meliput pemberitaan Politik dan Peristiwa.
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Anda harus masuk untuk berkomentar.

Trending di OWRITE
Pelemahan Rupiah Belum Berhenti dan Cetak Sejarah Lagi, Pagi Ini Rp17.706 per Dolar AS
By Anisa Aulia
Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS pada penutupan perdagangan Selasa (12/5) melemah 115 poin atau 0,66 persen menjadi Rp17.529 per dolar AS. (Sumber: Antara Foto/Indrianto Eko Suwarso/kye)
1
Gegara Perang di Timur Tengah, Harga Minyak RI April 2026 Tembus US$117 per Barel
By Iren Natania
Pengeboran Lepas Pantai di Kalimantan Timur, (Sumber: Dok. Pertamina)
2
Defisit APBN Terancam Lewati 3 Persen, Krisis Fiskal dan Lanjutannya Mengintai RI
By Anisa Aulia
Ilustrasi Uang Rupiah.
3
Mimpi Gigi Copot, Benarkah Pertanda Buruk?
By Ossid Duha Jussas Salma
Mimpi gigi copot
4
IHSG Ditutup Merosot 3,46 Persen, Asing Jual Saham-saham Ini
By Anisa Aulia
Pengunjung melintas di depan layar yang menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Jumat (24/4/2026). IHSG pada Jumat (24/4) ditutup melemah 249,12 poin atau 3,38 persen ke posisi 7.129,49, sementara indeks LQ45 turun 25,12 poin atau 3,51 persen ke posisi 690,76.
5

BERITA LAINNYA

Gambar ilustrasi DPR Tak lagi wakili rakyat, UU dibuat ekstra cepat, demokrasi hanya omong kosong
Nasional

DPR Tak Lagi Wakili Rakyat dan UU Dibuat Kilat, Demokrasi RI Cuma ‘Omon-omon’

Melemahnya fungsi DPR sebagai lembaga pengawas pemerintah, menjadi salah satu tanda demokrasi…

Ani RatnasariAmin Suciady
By
Ani Ratnasari
Amin Suciady
3 jam lalu
Pengajar Sekolah Tinggi Hukum Jentera, Bivitri Susanti
Nasional

Kritik Dibungkam, Demokrasi Diawasi, Indonesia Mengarah ke Otoritarianisme

Pengajar Sekolah Tinggi Hukum Jentera, Bivitri Susanti menilai, Indonesia saat ini menunjukkan…

Ani RatnasariAmin Suciady
By
Ani Ratnasari
Amin Suciady
3 jam lalu
Kapal-kapal yang mengikuti "Global Sumud Flotilla 2026 Spring Mission" berangkat dari marina di Augusta, Pulau Sisilia, Italia, 26 April 2026.
Nasional

Menkomdigi Kecam Israel atas Penahanan Armada Gaza yang Bawa Jurnalis RI

Menteri Komunikasi dan Digital RI (Menkomdigi) Meutya Hafid, mengecam keras tindakan militer…

iren natania longdongAmin Suciady
By
Iren Natania
Amin Suciady
3 jam lalu
Potongan Kayu di Wilayah Sumatera.
Nasional

Kemenhut Bongkar Sindikat Kayu Ilegal Antarprovinsi, 199 Batang Kayu Disita

Direktorat Jenderal Penegakan Hukum Kehutanan melimpahkan tiga tersangka perkara peredaran kayu ilegal…

iren natania longdongdusep-malik
By
Iren Natania
Dusep
4 jam lalu
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x

Your Reading Dose, Right Here:
Tetap terhubung dengan berita terkini dan informasi terkini secara langsung. Dari politik dan teknologi hingga hiburan dan lainnya, kami menyediakan liputan langsung yang dapat Anda andalkan, menjadikan kami sumber berita tepercaya.

Info lainnya

  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
FacebookLike
InstagramFollow
YoutubeSubscribe
TiktokFollow
© PT. OWRITE Media Digital. All Rights Reserved.
OWRITE Logo OWRITE Dark Background Logo 2x
Everything's gonna be owrite!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?

Not a member? Sign Up